Jumat, 23 Januari 2009

Kreatifitas dalam dunia usaha

Mensiasati Kehidupan


Opini ini mungkin tak seberapa penting namun tentu diaharapkan bisa sedikit menjadi bahan pemikiran kita semua. Dalam kehidupan sekarang secara langsung maupun tidak langsung setiap orang dituntut oleh keadaan untuk bekerja, agar memperoleh penghasilan yang kepentingannya bisa berbeda antara yang satu dengan yang lainnnya. Ada yang hasil tersebut hanya cukup di gunakan untuk memenuhi kebutuhan primer, ada yang digunakan untuk kebutuhan sekunder bahkan tersier.

Namun jelas tuntutan jaman sekarang terlampau tinggi sedangkan kemampuan setiap orang tidaklah sepesat perkembangan jaman. Akibatnya banyak saja sarjana-sarjana pengangguran, pemuda-pemuda gagah tak memiliki pekerjaan dan insan-insan sehat yang bermalas-malasan. Lalu apakah alasannya ? tentu semua kembali kepada pribadi masing-masing.
Kebanyakan diantara mereka beralasan sulit mencari pekerjaan yang sesuai atau meskipun ada pesaing terlalu banyak di bandingkan jumlah tenaga yang dibutuhkan. Jika beralasan demikian tentu tidaklah bisa disalahkan namun sebenarnya tidak juga bisa dijadikan patokan unutk bermalas-malasan. Dalam sebuah buku yang mengupas tentang kesuksesan Ustadz Lihan di sebutkan bahwa orang-orang indonesia cenderung bersifat peniru namun miskin kreatif sehingga tidak banyak lahir para pelopor dalam dunia usaha.

Sebut saja usaha dagang, jika sedang Booming suatu produk x maka dimana-mana dapat kita jumpai penjual yang menjajakan produk x itu padahal jika lebih kreatif bisa saja menjual produk lain yang belum booming meski pada saat tersebut belum menjadi perhatiaan tapi suatu saat produk booming x akan kehilangan selera pasar dan akan muncul produk baru yang akan booming yang bisa saja itu produk yang baru kita rintis.

Karena itu kreatifitas mutlak di perlukan baik dalam bekerja, belajar maupun bermasyarakat sebab kita kan menjadi luar biasa manakala menghasilkan sesuatu yang luar biasa meskipun kita adalah orang yang biasa. Dan satu hal dalam bekerja maupun menekuni usaha adalah spesialis. Apapun usaha kita jadilah spesialisnya. Karena nilainya akan menjadi lebih. Meski hanya tukang loak jadilah spesialis tukang loak yang menjunjung profesinalisme tinggi. Maka Insya Allah pekerjaan tersebut akan memiliki nilai lebih.

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Jumat, Januari 23, 2009

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion