Jumat, 31 Juli 2009

Gerak Pada Tumbuhan (Iritabilitas)

Gerak Pada Tumbuhan (Iritabilitas)
Tumbuhan juga melakukan gerak seperti halnya hewan dan manusia yang bertujuan untuk merespon atau menanggapi rangsang yang mempengaruhi kehidupannya. Gerak yang dilakukan oleh tumbhuan untuk merespon perubahan yang diterima dari lingkungan nya disebut Iritabilitas. Berdasarkan asal rangsang dan jenis rangsang yang mempengaruhi tumbuhan, gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Gerak autonom.
  2. Gerak esionom.
  3. Gerak higroskofis.
A. Gerak autonom
Gerak autonom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri disebut juga gerak endonom. Contoh: gerak mengalirnya sotiplasma dalam sel dan gerak melengkungnya kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh.
B. Gerak esionom.
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsang yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan arah geraknya gerak esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gerak tropisme, nasti dan taksis.
  1. Tropisme.
Yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak yang menuju ke arah rangsang disebut tropi positif sedangkan gerak yang menjauhi rangsang disebut tropi negatif. Berdasarkan jenis rangsang yang mempengaruhi, gerak tropisme dibedakan menjadi:
  1. Hidrotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh air seperti pada akar.
  2. Geotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh gaya tarik bumi (gravitasi bumi). Contoh gerak akar tumbuhan menuju ke pusat bumi.
  3. Tikmotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang sentuhan (persinggungan), disebut juga gerak haptotropisme. Contoh: gerak membelitnya atau membeloknya sulur kacang panjang dan mentimun.
  4. Gerak fototropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang cahaya disebut juga gerak heliotropisme. Contoh: gerak batang dan bunga matahari menuju kearah cahaya matahari.
2. Nasti.
Yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsang yang mempengaruhi, gerak nasti dibedakan menjadi seimonasti, termonasti, niktinasti dan nasti kompleks.
  1. Seiosmonasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang sentuhan atau getaran. Contoh: gerak menutupnya daun puti malu, setelah mendapata rangsang sentuhan.
  2. Termonasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang perubahan suhu lingkungan. Contoh: gerak mengembangnya (mekarnya bunga tulip karena adanya kenaikan suhu lingkungan dan mengatupnya kembali bunga apabila suhu lingkungan menurun).
  3. Niktinasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang gelap. Contoh: daun petai cina yang mengatup/ menutup pada malam hari.
  4. Nasti kompleks, yaitu gerak tubuh tumbuhan yang hanya dipengaruhi oleh beberapa jenis rangsang. Contoh: gerak membuka dan menutupnya stomata karena pengaruh beberapa faktor, seperti cahaya matahari, zat kimia dan air.
  1. Taksis.
Taksis adalah gerak pindah tempat seluruh tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Apabila gerak tumbuhan menuju ke arah rangsang disebut taksis positif dan sebaliknya apabila gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut taksis negatif. Berdasarkan jenis rangsang mempengaruhinya gerak taksis dapat dibagi menjadi:
  1. Fototaksis, yaitu gerak pindah tempat seluruh bagian tubuh tumbuah karena pengaruh rangsang cahaya. Contoh: gerak kloroplas ke sisi sel yang memperoleh cahaya dan gerak spora kembara ke tempat yang bercahaya.
  2. Kemotaksis, yaitu gerak pindah tempat seluruh tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang zat kimia. Contoh: gerak sel spermatozoid tumbuhan lumut karena pengaruh zat gula atau protein yang dihasilkan oleh arkegonium agar sel telur (ovum) yang diproduksi dapat dibuahi oleh sel spermatozoid.
C. Gerak Higroskopis.
Gerak higroskopis, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Contoh:
  1. Gerak membukanya sporangium (kotak spora) tumbuhan paku sebagai akibat berkerutnya sel-sel anulus.
  2. Pecahnya polong buah lamtoro, polong buah jarak dan polong buah kembang merak karena perubahan kadar air dalam sel.

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Jumat, Juli 31, 2009

6 komentar:

Anonim mengatakan...

pasang ginian yg banyak jangan cman bio, vck mat contoh pidato semuanya pasang biar yg nge copas banyak!!! oke coi

Amin Tabin mengatakan...

terima kasih atas materina.....numpang copas........

bionetter mengatakan...

Info yang sangat bermanfaat... mampir balik yah...

Mr.Anugrah Putra mengatakan...

wah ini pelajarana ane pass sma kelas 2 :) hehehee ane ngeliat lg.. wah kangen jg ane.,,, kangen prakteknya pake baju lab hmmm wah ane kangen bgttt pasti rindu bgt ne ane... heheheh thanks yah dah bwt nostalgia hehehehe

http://bisnisstylemagazine.blogspot.com

mampir balik yah:)

tikar rotan mengatakan...

makasih banar nah,pelajarannya...sangat bagus tuk refernsi tugas

Komunitas blogger Kalimantan selatan mengatakan...

Buat yang memerlukan referensi ini silahkan di baca boleh di copas tetapi tolong cantumkan sumber dan jangan lupa tekan tombol like facebook atau share keteman anda..

Salam,
Komunitas blogger Kalimantan Selatan

Poskan Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion