Jumat, 24 Juli 2009

Morfologi tumbuhan


Morfologi tumbuhan (rumus dan diagram bunga)
Contoh laporan praktikum morfologi tumbuhan :
Topik : Rumus dan Diagram Bunga
Tujuan : Untuk membuat rumus bunga dan diagram bunga
Hari/ tanggal :
Tempat :
I. ALAT DAN BAHAN
Alat – alat yang digunakan pada praktikum ini :
1. Baki/ nampan
2. Cutter/ silet
3. Alat tulis (penggaris, jangka, pensil, kertas)
Bahan- bahan yang digunakan pada praktikum ini :
1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
2. Bunga Tasbih (Canna sp)
3. Ranting Alamanda (Allamanda cathartica L.)
4. Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis)
5. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
6. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
II. CARA KERJA
1. Mempersiapkan semua alat dan bahan
2. Membuat rumus bunga dan diagram bunga dari bahan - bahan yang tersedia.
III. TEORI DASAR
Bagian tumbuhan yang sering dideskripsikan adalah bunga. Dalam mendeskripsikan bunga, selain dengan kata-kata, dapat ditambahkan dengan gambar-gambar yang melukiskan bagian-bagian bunga atau berupa diagram bunga. Kecuali dengan diagram, susunan bunga dapat dinyatakan dengan sebuah rumus yang terdiri atas lambang-lambang, huruf-huruf dan angka-angka yang semua itu dapat memberikan gambaran mengenai berbagai sifat bunga beserta bagian-bagiannya.
Diagram Bunga
Diagram bunga merupakan gambaran proyeksi pada bidang datar dari semua bagian yang dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang - penampang melintang daun - daun kelopak, tajuk bunga, benang sari, dan putik, juga bagian - bagian lain yang masih ada selain keempat bagian utama tesebut.
Dalam membuat diagram bunga perlu diperhatikan letak bunga pada tumbuhan (Iaxillaries atau terminalis) dan bagian - bagian bunga (jumlah, bentuk, kedudukan) itu sendiri. Pembuatannya sendiri dapat secara empirik (keadaan sesungguhnya) atau teoritik (keadaan seharusnya).

Rumus Bunga

Lambang - lambang yang dipakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat - sifat bunga bertalian dengan simetri dan jenis kelaminnya, huruf - huruf merupakan singkatan dari bagian - bagiannya, sedangkan angka menyatakan jumlah masing - masing bagian bunga. Oleh suatu rumus bunga dapat ditunjukan hal - hal sebagai berikut :
a. Kelopak (Calyx) dinyatakan dengan huruf K
b. Mahkota atau tajuk (Corolla) dinyatakan dengan huruf C
c. Benang sari (Androecium) dinyatakan dengan huruf A,
d. Putik (gynaecium) dinyatakan dengan huruf G
Jika antara kelopak bunga dan mahkota tidak dapat dibedakan, untuk menyatakan bagian tersebut digunakan huruf P untuk tenda bunga (Perigonium). Penulisan rumus bunga, dibelakang huruf - huruf tersebut ditaruhkan angka -angka yang menyatakan jumlah bagian - bagian bunga tersebut. Antara huruf dan angka dari suatu bagian bunga diberikan tanda koma (,).
Di depan rumus bagian bunga, hendaknya ditambah kan simetris dari bunga, biasanya diberikan dua macam tanda simetri yaitu (*) untuk bunga bersimetri banyak dan tanda (­) untuk bunga bersimetri satu. Selain lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga. Untuk bunga, dipakai lambang ( ), untuk bunga jantan dipakai lambang ( ), dan bunga betina dipakai lambang ( ). Untuk menyatakan keadaan antara daun-daun kelopak, tajuk, dan benang sari (berlekatan atau terpisah), digunakan tanda kurung untuk mengapit angka. Sedangkan bakal buah, dinyatakan adanya garis (di atas atau dibawah) angka yang menunjukan jumlah putik, sesuai keduduknnya.
IV. HASIL PENGAMATAN
V. ANALISA DATA
1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Bunga sepatu termasuk bangsa malvales, mempunyai ciri khas yaitu terdapatnya ‘columna’, yaitu bagian bunga yang terdiri dari pelekatan bagian bawah tangkai sarinya membentuk badan yang menyelubungi putik dan bagian pangkalnya berlekatan dengan pangkal daun – daun mahkota, sehingga bila mahkota bunga ditarik keseluruhannya akan terlepas dari bunga bersama – sama dengan benang – benang sari dengan meninggalkan kelopak dan bakal buah saja. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa bunga sepatu memiliki rumus bunga K (7 + (5)) + 6, C5, A(), G5. Artinya bunga sepatu merupakan bunga banci, yaitu pada bunganya terdapat puitk dan benang sari. Bersimetri 1, dan mempunyai 5 buah kelopak utama yang saling berlekatan dan dilengkap dengan daun pelindung / kelopak tambahan sebanyak 6 buah yang tidak saling berlekatan, 5 buah mahkota bunga yang juga tidak berlekatan. Bengan sarinya sangat banyak dan saling berlekatan.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Species : Hibiscus rosa-sinensis L.
2. Bunga Tasbih (Canna sp)
Bunga tasbih merupakan karangan bunga yang kerap kali bercabang, bunga dalam bulir atau tandan. Tangkai pendek, kelopak daun tidak sama. Kerap kali berwarna serupa mahkota, panjang antara 1 –15 cm. Bunga tasbih adalah bunga banci, bunganya tidak simetris, mempunyai daun kelopak yang terpisah, daun mahkota ada 3 yang juga terpisah. Benang sari ada 3 dengan bakal buah yang tenggelam. Rumus bunga tasbih adalah ♀↑K3, C3, A5, G1.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Familia : Cannaceae
Genus : Canna
Species : Canna indica
3. Ranting Alamanda (Allamanda cathartica L.)
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada ranting alamanda diketahui bahwa alamanda mempunyai rumus bunga ♀↑K5, C5, A5, G1, A1. Artinya bunga alamanda adalah bunga banci, bersimetri 1, memiliki 5 buah kelopak yang tidak berlekatan, dan memiliki banyak benang sari yang berlekatan satu sama lain dan seluruhnya berlekatan lagi dengan 5 buah daun mahkotanya, pada bunga ini putiknya hanya ada satu dan tidak berlekatan.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Apocynales
Familia : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Species : Allamanda cathartica L.
4. Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis Willd.)
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga kertas (Bougenvile) terletak diujung, namun ada pula yang terletak diketiak daun. Bunga ini daun pemikatnya ditempeli oleh satu bunga tabung untuk setiap satu daun pemikat. Rumus bunganya adalah ♀↑ K(5), C(5), A7, G1, artinya bunga kertas merupakan bunga banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah mahkota yang saling berlekatan dengan benang sari yang tak terhingga/ banyak dan 1 buah putik yang tidak berlekatan. Tanaman ini merupakan tumbuhan liana yang kokoh dan menjauhi batang.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Familia : Phytolaccaceae
Genus : Bougenvilia
Species : Bougenvilia spectabilis Willd.
5. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga teratai mempunyai rumus bunga ♂P(4 + 4 + 8 + 8 + 8 + 8), A∽, G1. Artinya bunga teratai merupakan bunga jantan (hanya memiliki benang sari) yang bersimetri 1, seta memiliki benang sari yang sangat banyak/ tak terhingga. Tenda bunga berwarna putih. Bentuk tenda bunga yaitu jorong, tidak saling berlekatan satu sama lain, dan terletak berseling. Memiliki banyak benang sari yang terkumpul berbentuk pipih, terletak disebelah dalam tenda bunga.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Nymphaeales
Familia : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Species : Nymphaea lotus L.
6. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Bunga ini termasuk bunga majemuk berkelamin dua, zygomorf, mempunyai benang sari dan kepala putik yang terletak pada suatu kotak dan pada tenda bunga mempunyai serupa tajuk dan warnanya bermacam – macam. Seperti warna tajuk bunga. Bunganya banyak terdapat pada setiap tangkai dan berbentuk seperti kalajengking. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga anggrek mempunyai rumus bunga ♀↑P5, A1, G1. Artinya bunga ini merupakan bunga banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah daun tenda bunga yang tidak berlekatan, 2 buah benang sari dan 2 buah putik yang juga tidak saling berlekatan.
Klasifikasi :
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Familia : Orchidaceae
Genus : Arahnis
Species : Arahnis flos-aeris
IV. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan pada tiap – tiap bunga, diketahui bahwa rumus bunga :
1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) :↑K (7 + (5)) + 6, C5, A(∽), G5
2. Bunga Tasbih (Canna sp) : ♀↑K3, C3, A5, G1
3. Ranting Alamanda (Allamanda cathartica L) :♀↑K5, C5, A5, G1.
4. Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis) : ♀↑ K(5), C(5), A7, G1
5. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L) : ♂P(4 + 4 + 8 + 8 + 8 + 8)
6. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris) : ♀↑P5, A1, G1.
V. DAFTAR PUSTAKA
Adria, R. A. & Sri Amintarti. 2004. Petunjuk Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA FKIP UNLAM. BJM.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. UGM Press. Yogyakarta.

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Jumat, Juli 24, 2009

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Thanx...sangat bermanfaat...

Anonim mengatakan...

Ma'acii jd nambah ilmu nich!!!!!!!!!!!!

Tina-yessi mengatakan...

thanks yahh..
sngat..sangat membantu... :)

Anonim mengatakan...

mksihh..
sngat-sngat membantu

Anonim mengatakan...

Sangat membantu,,,

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan mengatakan...

Dukung Yah Komunitas Blogger kalimantan selatan...

Poskan Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion