Minggu, 11 Oktober 2009

Belajar dan terus belajar

seperti di posting sebelumnya tentang belajar, sungguh tidak kalah menarik jika kita bahas. Belajar adalah sebuah proses yang pasti kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Namun setiap orang memiliki karakteristik tersendiri dalam belajar. Si A mungkin tidak sama dengan si B untuk mempeljari hal C namun mereka bisa saja dapat menguasai C meski cara mereka berbeda-beda.
Namun terkadang kita tidak menyadari dan seringkali tidak bisa menyeimbangkan dan memilah mana hal yang paling prioritas untuk dipelajari. Kadang mempelajari hal tertentu tersa lebih membosankan dari pada mempelajari hal yang lain. Hal seperti ini saya alami sewaktu masih sekolah. Belaraj matematika, fisika, dan hitungan-hitungan membuat saya merasa bosan, padahal mata pelajaran tersebut seharusnya lebih diutamakan untuk dipelajari karena cukup sulit dari pada yang lainnya. Tapi seperti halnya anak lain kebanyakan, saya tidak menyadari hal itu.

Di jaman serba maju ini kita bisa saja memanfaatkan berbagai media untuk mengubahnya, misalnya belajar menggunakan audiovisual, game, dan berbagai pernagkat lunak yang bisa kita instal di PC.

Salah satu yang menurut saya cukup menarik misalnya menggunakan game fash untuk menguji dan mengingat kembali pelajaran yang telah kita pelajari untuk menghadapi ebtanas atau uan. Hal ini tentunya tidak saya ketahui (mungkin belum ada ) semasa saya sekolah.
Tentu sangat menyenangkan jika kita bisa belajar sambil bermain dan akan menghilangkan bosan yang sering menimpa terutama anak usia sekolah dalam mempelajari materi yang di suguhkan dikelas.

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Minggu, Oktober 11, 2009

2 komentar:

Thepoen mengatakan...

Semangat.....Terus semangat dalam belajar :)

Anonim mengatakan...

Dengan datangnya pengaduan ini saya harap akan ada tinjauan yang baik kepada SMA Yadika II Jakarta Barat.
Saya murid SMA Yadika II, saya merasa sekolah saya sekarang telah menjadi sebuah tempat dimana seseorang berusaha untuk jadi pemimpin siapa yang paling kuat dan tidak, saya lelah mengikuti semua omong kosong yang berada dalam lingkungan sekolah,berawal dari
seorang guru pria sebut saja bapak G, beliau mengajar di lab bahasa inggris kami, semula awal masuk sekolah kelas 10 dan saya baru mengenal beliau, beliau adalah seorang guru yang asik dan suka memberikan motivasi, tetapi seiring waktu demi waktu berjalan saya serta beberapa murid lain merasakan ketakutan yang luar biasa kepada beliau, kadang beliau bisa menjadi seorang yang tenang kadang beliaupun bisa menjadi seorang yang mempunyai temprament aneh, aneh yang dimaksudkan saya adalah beliau mempunyai sifat yang tdk terkontrol dalam amarah, hanya dalam satu masalah sepele beliau bisa menghukum satu kelas dgn kegilaan-kegilaan hukuman beliau.
masalah sepele tersebut seperti berikut,
salah satu teman saya tidak mengerjakan sebuah PR , pada saat itu memang satu murid saja yang tdk mengerjakannya tetapi dengan emosinya yang meluap beliau membentak-bentak satu kelas dan beliau memberikan hukuman untuk semua murid dikelas kami untuk menyalin satu isi kamus bahasa inggris apa bila tidak dikerjakan dalam tempo yang beliau suruh maka satu kelas akan mendapatkan sanksi lagi, beliau suka menganggap hal seperti itu sama dengannya menantang dia. jujur, awalnya saya merasa beliau memang dlm batas wajar mendisiplinkan, tp lama-lama setiap hal sepele yg menurut beliau beliau tdk suka, beliau dengan sewenang-wenangnya memberikan hukuman yang menurut saya sangat berlebihan. kadang hanya dengan gara-gara melihat jam saat beliau mengajar, beliau merasa bahwa kita menantang dirinya. beberapa dari kami selalu takut apabila beliau sedang emosi kadang emosinya labil semua murid selalu kena imbas. saya sekolah untuk belajar dan mengerti budi pekerti tp cara beliau telah membaut murid-murid resah.
memang keresahan tsb tdk dialami semua siswa, karena sebagian siswa lebih pro terhadap beliau, beliau selalu menganggap sekolah kami negatif karna tdk mendukung apa yg beliau ingin rencanakan. rencana-rencana beliau dalam membuat suatu acara memang baik tp terkesan beliau ingin berajang kemampuan bekerja terhadp guru-guru lain yg lebih senior mengajar di SMA Yadika II.
saya bingung beliau mau nya apa, saya dan beberapa murid telah berusaha menegrjakan serta menghormati beliau tetapi mengapa kadang beliau menganggap salah rasa hormat kami? saya bingung, beliau sendiri mempunyai sebuah komunitas yang berisikan beberapa murid pengikutnya dan murid-murid yang dekat dengan kegiatan beliau menjadi berubah sifatnya, cenderung lbh mempunyai sifat yg egois, lbh patuh dan patut kepada beliau guru-guru lain pun tdk di patuhinya.
tdk dipatuhinya dalam contoh,
nasehat yg dimasukan guru-guru untuk murid tsb tdk ditanggapi dgn baik, mereka menganggap guru-guru lain kecuali bapak G adalah guru yang tdk mengerti murid lah. bahkan pernah ada dimana suatu acara yg dibuat guru-guru dgn sengaja murid-murid pengikut bapak G melakukan sesuatu yang menurut saya kurang pantas anak-anak terdekat komunitas bapak G ini merusuhkan acara, tiba-tuba dengan sengaja mematikan sakelar di aula sekolah. saya memang tdk mempunyai bukti yang kuat, tapi guru-guru pun mengetahui hal tsb.
kami merasa menjadi tak berdaya, sebagian murid menganggap bapak G adalah guru yang keren karena satu jalan dengan pemikiran mereka.
saya lelah
saya merasa sekolah saya sekranag telah menjadi ajang mencari muka terhadap orang-orang..
saya merasa terbebani ketika masuk kedalam pelajarannya, menurut saya ini hal wajar. karena siapa yang tak takut terhadap guru labil, emosi dari rumah bisa dibawa-bawa dlm ia mengajar. kami bukan hewan peliharaan beliau yg semata-mata harus patuh trs.

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion