Rabu, 09 Desember 2009

Materi Biologi sma

SISTEM PEREDARAN DARAH

PADA MANUSIA

Sistem peredaran pada manusia terdiri atas sistem peredaran darah dan sistem peredaran limfatik (getah bening). Sistem peredaran darah pada manusia disebut sistem perdaran darah tertutup dan ganda. Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan gas-gas pernafasan, mengangkut danmengedarkan zat-zat makanan keseluruh jaringan tubuh, mengangkut dan membuang sisa metabolisme melalui sistem ekskresi, menjaga suhu tubuh, dan mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh. Sistem perdaran darah pada manusia terdiri dari darah dan alat peredaran darah.

Darah

Komponen penyusun darah adalah sel-sel darah(45%) dan plasma darah (55%). Volume darah yang beredar pada orang dewasa merupakan 8% berat badan atau 1/13 berat badan. Fungsi Darah adalah :

a. Mengangkut sari makanan dan oksigen keseluruh tubuh

b. Mengangkut sisa metabolisme ke alat pengeluaran

c. Mempertahankan tubuh dari infeksi kuman penyakit

d. Mengedarkan hormon-hormon ke organ-organ tertentu

e. Menjaga stabilitas suhu tubuh

f. Menjaga keseimbangan asam basa untuk mencegah kerusakan jaringan tubuh.

Sel-Sel Darah (Butiran Darah)

Di kelompokan menjadi 3 yaitu :

1. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit tidak memiliki inti, bentuknya piph cekung di tengahnya (bikonkaf), dan mengandung hemoglobin (Hb) sehingga berwarna merah. Fungsi Hemoglobin adalah mengangkut oksigen dan menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh. Jumlah eritrosit pada pria dewasa tiap mm3 darah adalah 5 juta eritrosit dan pada wanita 4 juta eritrosit. Umur eretrosit sekitar 120 hari. Di bentuk di sumsum merah tulang pipih. Pada saat di dalam kandungan di buat di dalam hati dana limpa. Eritrosit yang tua dan mati dirombak di dalam hati dan limfa dan Hb di rombak menjadi bilirubin (zat warna biru empedu) yang berfungsi untuk mengemulsikan lemak.

2. Sel Darah Putih (Leukosit)

Leukosit memiliki inti, bentuknya tidak tetap seperti amoeba, tidak berwarna, bening dan ukurannya lebih besar dari Eritrosit. Leukosit bergerak secara amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah atau biasa disebut bersifat diapedesis . Fungsinya memakan kuman-kumanpenyakit (bersifat fagosit) dan membentuk antibodi. Jumlahnya pada orang dewasa setiap mm3 darah mengandung 6.000-9.000 butir leukosit. Di buat di dalam sumsum tulang merah, limfe, kelenjar limfe, dan jaringan retikuloendotelium. Jumlah eritrosit dapat naik turun bergantung dari ada tidaknya infeksi kuman tertentu. Keadaan jumlah leukosit yang kurang dari norma; disebut leukopeni, misalnya akibat infeksi kuman tifus jumlah leukosit turun menjadi 3.000 butir per mm3. Keadaan jumlah leukosit melebihi normal disebut leukositosis, mialnya akibat infeksi cacing, jumlah leukosit dapat naik sampai 6.000 butir tiap mm3, bahkan pada penderita radang paru-paru atau kanker jumlah leukosit meningkat sampai 20.000 tiap mm3. Leukositosis yang terjadi akibat infeksi disebut leukositosi patologik., sedangkan leukositosis yang terjadi karena stress atau kegiatan jasmani yang berlebihan disebut leukositosis fisiologik.

Leukosit dibedakan menjadi granulosit dan agranulosit.Granulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula (berbutir-butir) dan nukleus umumnya relatif besar. Granulosit terdiri atas :

a. Neutrofil

Merupakan leukosit yang terpenting yang berguna untuk menjaga masuknya bakteri. Jumlahnya mencapai 65-75% dari seluruh jumlah leukosit. Neutrofil dapat melakukan diapedesis dan bersifat fagosit terhadap bakteri dan sisa jaringan yang mati. Intinya ada yang seperti batang, bengkok, dan bercabang-cabang.

b. Eosinofil

Mengandung bintik.bintik warna kemerahan, jumlahnya sekitar 2-5% dari jumlah lukosit. Dapat melakukan gerak amoeboid dan bersifat fagosit. Jumlahnya akan meningkat jika ada infeksi misalnya oleh cacing Trichinella.

c. Basofil

Berbintik-bintik kebiruan dan bersifat fagosit. Jumlahnya paling sedikit antara 0,5 % dari jumlah leukosit. Basofil mengandung heparin yang berdifusi kedalam darah untuk mencegah pembekuan darah di dalam pembuluh darah dan juga mengandung histamin yang penting dalam proses alergi.

Agranulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula.

Terdiri atas :

a. Monosit

Merupakan sel darah putih dengan ukuran terbesar, bersifat fagosit, dan bisa bergerak cepat. Di buat di dalam limfa dan sumsum tulang Jumlahnya sekitar 2-6% dari jumlah leukosit Monosit dapat berpindah dari aliran darah ke jaringan. Di dalam jaringan manosit berkembang menjadi makrofag. Makrofag bersama neutrofil merupakan sel fagosit utama, paling efektif dan berumur panjang.

b. Limfosit

Berinti satu dan tidak dapat bergerak. Jumlahnya sekitar 20-25% dari jumlah leukosit. Berfungsi menghasilkan antibodi sehingga berperan dalam imunitas (sistem kekebalan). Di buat di sumsum tulang, sedang pada saat janin di buat di hati. Ada dua jenis limfosit yaitu limfosit B (sel B) dan limfosit (sel T ). Limfosit B tetap berada di dalam sumsum tulang, sedang limfosit T akan bergerak ke kelanjar thymus. Limfosit banyak di temukan di nodus limfa, limpa, daorgan limfatik lain.

3. Trombosit (sel darah pembeku, keping darah)

Bentuknya tidak teratur, tidak berinti dan berukuran kecil.Jumlahnya pada orang dewasa 200.000-300.000 butir tiap mm3. Di buat di dalam sumsum tulang dan berasal dari megakariosit. Trombosit mengandung enzim trombokinase (trombolpastin). Berperan dalam proses pembekuan darah. Pembekuan darah merupakan rangkaian proses yang terjadi pada jaringan tubuh, plasma darah, dan trombosit.

Plasma Darah (Cairan Darah)

Komponen penyusun plasma darah :

  1. Air (91%)
  2. Sari makanan yang larut dalam plasma darah.: Glukosa, asam amino, asam lemak, gliserin, dan kolesterol
  3. Garam mineral : NaCl, NaHCO3, garam-garam kalsium, fosfor dan magnesium
  4. Protein yabg larut dalam plasma darah : globulin (untuk pembentukan antibodi), albumin (berperan dalam tekanan osmosis darah), Fibrinogen (untuk pembekuan darah).
  5. Enzim, hormon dan antibodi : sebagai zat-zat hasil produksi sel-sel
  6. Zat-zat sisa metabolisme: urea, kretinin, bilirubin, dan asam urat
  7. Gas-gas utama yang larut dalam plasma darah : O2, CO­2, dan N2.







Gb. Jantung Gb. Sekema predaran darah

Pembuluh Darah

Tersusun atas jaringan otot polos dengan lapisan dalam tersusun dari endotelium. Dibedakan menjadi :

a. Pembuluh nadi (arteri)

Merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung. Dindingnya tebal dan elastis, katup hanya satu buah yang teletak tepat di luar jantung, umumnya terletak dibagian dalam tubuh, namun ada beberapa arteri yang terletak di permukaan tubuh sehingga dapat dirasakan denyutnya. Pembuluh nadi bercabang-cabang menjadi arteriol. Ada dua pembuluh nadi yaitu :

1. Pembuluh nadi besar (aorta) yang keluar dari ventrikel kiri menuju keseluruh

bagian tubuh membawa darah yang kaya oksigen.

2. Pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis) yang keluar dari ventrikel kanan

menuju paru-paru membawa darah yang kaya karbondioksida.

b. Pembuluh balik (vena)

Merupakan pembuluh darah yang masuk (balik ) ke jantung. Dindingnya tipis dan tidak elastis dengan lubang pembuluh lebih besar dari pada arteri, katub banyak yang terdapat di sepanjang pembuluh balik untuk mencegah darah mengalir kearah sebaliknya (meninggalkan jantung), umumnya terletak di permukaan tubuh. Pembuluh vena bercabang-cabng menjadi venula. Ada tiga macam pembuluh balik yaitu :

1. Vena kava, membawa darah dari seluruh tubuh yang kaya karbondioksida keatrium kanan

2. Vena pulmonalis, membawa darah dari paru-paru yang kaya oksigen ke atrium kiri

3. Vena porta hepatika, membawa darah sebelum kembali kejantung singgah di hati

c. Pembuluh Kapiler

Merupakan pembuluh darah terkecil, tersusun atas selapis endotelium, dindingnya sangat tipis, dan tidak mempunyai otot halus dan jaringan ikat. Kapiler menghubungkan arteriol (cabang arteru) dengan venula (cabang vena). Pembuluh kapiler berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dari darah dengan karbondioksida dari jaringan dan pertukaran cairan, makanan, hormon, dan bahan lainnya antara plasma darah dengan carian jaringan.

Kerja jantung

Pada saat ventrikel berkontraksi maka :

a. Darah dari ventrikel kanan yang kaya karbondioksida di peompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, dan

b. Darah dari ventrikel kiri yang kaya oksigen di pompa keseluruh tubuh melalui aorta.

Pada sat ventrikel relaksasi maka jantung akan menerima darah dari :

a. Seluruh tubuh melalui vena kava superior dan vena kava inferior yang jaya karbondioksida masuk kedalam atrium kanan,

b. Paru-paru melalui vena pulmonalis yang kaya oksigen masuk kedalam atrium kiri .

Keadaan jantung yang sedang berkontraksi (ventrikel menguncup) sehingga tekanan ruang jantung menjadi maksimum dan darah dipompa keparu-paru dan keseluruh tubuh melalui arteri atau aorta disebut sitole. Sedang keadaan jantung yang sedang relaksasi (jantung mengembang) sehingga tekanan ruang jantung menjadi minimum dan darah dari paru-paru dan seluruh tubuh masuk kejantung melalui pembuluh vena disebut diastole. Pada orang dewasa tekanan sistole 120 mmHg dan tekanan distole 80 mm Hg.

Proses Peredaran Darah

Sistem peredaran darah manusia termasuk sistem peredaran darah tertutup, karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Sekali beredar, darah melalui jantung dua kali, sehingga disebut peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah ganda terdiri dari peredaran darah kecil (darah dari jantung ke paru-paru kemudian kembali ke jantung ) dan peredaran darah besar (Darah dari jantung ke seluruh tubuh kemudian kembali kejantung).

Peredaran darah kecil membawa darah dari jantung menuju paru-paru. Darah yang berasal dari seluruh tubuh yang kaya karbondioksida masuk ke serambi kanan kemudian ke bilik kanan. Dari bilik kanan, darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas karbondioksida dengan oksigen. Selanjutnya darah yang kaya oksigen meninggalkan paru-paru menuju masuk ke serambi kiri melalui vena pulmonalis.

Peredaran darah besar, membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali kejantung. Darah dari paru-paru yang kaya oksigen kembali ke serambi kiri dan masuk ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah di pompa ke seluruh tubuh melalui nadi besar (aorta). Darah dari seluruh tubuh masuk keserambi kanan melalui vena kava.


ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Rabu, Desember 09, 2009

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion