Kamis, 03 November 2011

Motivasi untuk prilaku yang buruk


Banyak kisah-kisah atau cerita motivasi di sekitar kita, sebagian darinya mampu meneteskan air mata karena sanggup mengetuk relung hati yang paling dalam. Manusia terkadang begitu sibuk terjebak di antara rutinitas sehingga lupa akan pentingnya memotivasi diri. Tidak jarang di antara kita malah tidak menyadari sudah tercebur di lembah yang gelap sehingga sulit untuk bisa melihat hakikat kebenaran sesungguhnya. Berikut ini ada sebuah cerita motivasi yang bisa kita ambil hikmahnya untuk introspeksi diri.
Alkisah, ada seorang anak yang memiliki watak yang buruk. Ayahnya kemudian memberinya sekantung penuh paku untuknya. Ia menyuruh anaknya untuk memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali ia kehilangan kesabarannya atau bertengkar dengan orang lain.
Hari pertama, sang anak memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya, ia belajar menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Lambat laun, ia mulai merasakan bahwa lebih gampang menahan diri untuk tidak berbuat buruk daripada memaku di pagar.
Akhirnya, tibalah hari ketika ia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun di pagar. Dengan gembira, disampaikannya hal itu kepada sang ayah. Ayahnya kemudian menyuruh mencabut sebatang paku di pagar setiap kali ia berhasil menahan diri untuk tidak berbuat buruk dan mampu bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tibalah hari ketika ia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anak ke pagar dan berkata :
” Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan lukadi hati orang lain itu seperti pada pagar ini. Kamu bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, akan tetapi ia akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali pun kamu meminta maaf atau menyesal, lukanya akan tetap tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. ”
Cerita motivasi di atas adalah perwakilan sedikit dari sekian banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Sering kali kita terburu-buru dalam mengambil keputusan dan cenderung menghakimi orang lain yang akhirnya justru menyakiti hatinya. Motivasi harian.


Berbagi artikel ini dengan teman-teman di Facebook klik Share

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Kamis, November 03, 2011

3 komentar:

andryahdaka mengatakan...

inspiring!!
yah, kisahnya sangat sederhana, tapi sarat makna.
thanks for sharing.
tetap menulis dan posting hal2 yang menginspirasi dan menebar kebermanfaatan.

Tetap SEMANGAT dan SUKSES!

Indonesia mengatakan...

Luar Biasa
sungguh kisah yang begitu menarik untuk dicermati
dan hikmah yang luar biasa
"Jagalah Lidahmu, Karena Lidah Lebih Tajam Dari Pedang"

lina@women's perspectives mengatakan...

Kisah ini sangat menarik dan bermakna!

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion