Minggu, 11 November 2012

Penyakit Sanggugut atau Senggugut

Sanggugut (banjar) atau Senggugut adalah penyakit yang kerap di alami wanita yang berhubungan dengan siklus haid atau menstruasi. Umumnya senggugut atau sanggugut terjadi pada wanita atau perempuan yang telah memasuki usia reproduksi. Sanggugut merupakan kumpulan simptom fisikal, psikologi dan emosi dalam istilah lain disebut Dysmenorrhea yaitu istilah nyeri haid yang dirasakan luar biasa. Sifatnya unpredicted atau sulit di ukur sebab  tiap wanita mungkin memiliki persepsi berbeda mengenai rasa sakit atau teramat sakit.
Tuba Fallopi | Oviduk

Istri Ustadz Solmed, April Jasmine yang baru saja melakukan operasi pengangkatan oviduk kirinya, beberapa waktu lalu menuturkan pernah mengalami gejala serupa senggugut atau sanggugut sebelum memeriksakan diri kedokter dan divonis bahwa tuba fallopi nya mengalami pembengkakan akibat infeksi oleh bakteri. Sebenarnya kedua saluran tersebut mengalami pembengkakan namun saluran yang kanan untuk sementara tidak diangkat dulu karena belum terlalu parah dan Ustadz Solmed masih berharap dari salah satu saluran ini April Jasmin bisa menjalani kehamilan normal. Untuk itu April berpesan agar tidak menyepelekan nyeri haid yang dianggap tidak wajar.

Dysmenorrhea atau sanggugut kerap harus membuat penderitanya istirahat untuk sementara waktu bahkan pada kasus tertentu tidak jarang penderitanya mengalami pingsan atau tak sadarkan diri. Menurut penggolongannya Dysmenorrhea dapat di bagi menjadi dua yaitu Dysmenorrhea primer dan Dysmenorrhea sekunder.

Dysmenorrhea primer atau esensial, intrinsik, idiopatik, yang pada jenis ini tidak ditemukan atau didapati adanya kelainan ginekologik yang nyata; yang kedua dismenorea sekunder atau ekstrinsik, yaitu rasa nyerinya disebabkan karena adanya kelainan pada daerah pelvis, misalnya endometriosis, mioma uteri, stenosis serviks, malposisi uterus atau adanya IUD. Menstruasi yang menimbulkan rasa nyeri pada remaja umumnya disebabkan dysmenorrhea primer. Dysmenorrhea primer disebabkan karena gangguan keseimbangan fungsional, bukan karena penyakit organik pelvis, sedangkan dysmenorrhea sekunder berhubungan dengan kelainan organik di pelvis yang terjadi pada masa remaja.  

Gejala nyeri biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat merambat ke daerah pinggang dan paha. Rasa nyeri dapat disertai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare dan dapat terjadi sebelum atau bersamaan saat mensturasi berlangsung dan bisa berlangsung berjam-jam.

Seperti yang telah disebutkan di atas Dismenorea (dysmenorrhea) sekunder atau ekstrinsik, yaitu rasa nyerinya disebabkan karena adanya kelainan pada daerah pelvis, misalnya endometriosis, mioma uteri, stenosis serviks, malposisi uterus atau adanya IUD. Obat yang kerap digunakan adalah golongan NSAID yaitu : aspirin, naproksen, ibuprofen, indometasin, dan asam mefenamat yang biasanya lebih efektif jika diminimum sebelum timbul nyeri.

Sumber : Wikipedia dan sumber lain yang relevan, foto ; wikipedia
 

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Minggu, November 11, 2012

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion