Senin, 24 Desember 2012

Buah Kalangkala (Litsea garciae)

Buah Kalangkala (Litsea garciae) saat ini sudah sangat sulit dijumpai, selain tanaman ini jarang di budidayakan juga kurangnya pengetahuan terutama generasi muda sehingga untuk daerah perkotaan Kalangkala boleh dibilang termasuk buah langka.
Nama ilmiah kalangkala
Buah Kalangkala

Kalangkala (Litsea garciae) termasuk salah satu tanaman khas Kalimantan, sering ditemukan tumbuh liar dan penyebarannya dibantu oleh hewan yang juga menyukai buah ini. Selain musang dan monyet serta burung enggang banyak pula hewan lain yang suka menyantap buah ini dan secara tak sengaja turut membantu penyebaran tanaman ini.

Buah Kalangkala bukan tipe buah meja atau buah yang biasa disantap untuk pencuci mulut seperti pisang, ketapi atau Kapul melainkan disantap sebagai pelengkap nasi seperti halnya ikan. Untuk menikmati buah ini caranya adalah dengan mencuci bersih buah tersebut kemudian di rendam di dalam air hangat (sekitar 70-80 derajat celcius) selama kurang lebih 1 jam jangan lupa di bubuhi garam secukupnya, barulah siap untuk dinikmati. Masyarakat Banjar kerap menikmatinya dengan sambal terasi dan ikan teri asin.

Secara umum Tanaman Kalangkala tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10 – 20 m. Percabangan jarang tidak terlalu rapat. Daun tunggal, besar, bentuk memanjang. Buah berbentuk bulat, kulit buah lunak, separoh buah ditutup oleh kelopak buah yang keras berwarna hijau. Kulit buah muda hijau, berangsur- angsur merah kalau matang. Daging buah lunak, berwarna putih. Biji berbentuk bundar, keras berwarna coklat.

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Senin, Desember 24, 2012

3 komentar:

Fajrin Ilham H mengatakan...

rasanya gmana yah ?? hehe

Borneo Scape mengatakan...

kalau sebarannya apakah hanya di Kalsel Pak? apakah di dataran tinggi atau dataran rendah?

muhammad jumani mengatakan...

Sebarannya tidak hanya di kalsel tetapi juga di jumpai di luar Kalimantan, Sumatra, Jawa bahkan di Taiwan, Malaysia, filipina. Biasanya pada hutan-hutan dipterocarpaceae di lereng-lereng bukit dan tepian sungai hingga ketinggian sampai 200 m dpl.

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion