Kamis, 09 Mei 2013

"Amang" Pulau Kembang

Pulau Kembang adalah salah satu Objek Wisata yang cukup populer di kalangan masyarakat Banjarmasin  khususnya dan Kalsel pada umumnya. Meski terletak di wilayah administratif kabupaten Barito Kuala, letak Pulau Kembang yang cukup dekat dengan Banjarmasin membuatnya menjadi salah satu tujuan wisata akhir pekan dan hari libur.

Gambar Amang Penghuni Pulau Kembang
Kera Ekor Panjang di Pulau Kembang

Selain dua satwa penting yang menjadi prioritas di taman konservasi ini yaitu Bekantan dan Tupai Tanah, Pulau Kembang adalah habitat bagi kera ekor panjang ekor panjang (Macaca fascicularis). Di pulau yang luasnya kurang lebih 60 Ha ini hidup ratusan Kera ekor panjang yang berkembang biak dengan baik. Di antara kera-kera ekor panjang tersebut ada satu kera ekor panjang tertua dan terbesar yang dinamakan "amang" oleh masyarakat sekitar. Amang adalah salah satu daya tarik pulau kembang selain keanekaragaman  satwa dan kuil untuk berziarah.
wisata pulau kembang
Taman Wisata Pulau Kembang
Asal-usul amang tidak begitu jelas, menurut cerita Amang mungkin adalah keturunan Si "Anggur" yaitu sepasang kera besar yang merupakan asal-usul kera yang ada dipulau tersebut. Si "Anggur" dibawa oleh pengawal salah satu kerajaan Banjar yang saat itu sengaja di utus untuk menjaga pulau tersebut sebagai salah satu ungkapan rasa syukur atas terkabulnya doa anggota raja yang menginginkan keturunan. Menurut kisah yang berkembang di masyarakat dulu anggota kerajaan tersebut tidak mendapatkan keturunan setelah sekian lama berkeluarga, dan atas saran penasehat kerajaan, mereka berdoa dan melaksanakan upacara "mandi-mandi" di pulau tersebut, dan akhirnya yang punya hajat terkabul keinginannya.

Di umurnya yang menurut warga sudah mencapai hampir 40-an Si "Amang" akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar kurang lebih 2 bulan yang lalu. Kini pengunjung tidak bisa lagi menyaksikan ataupun mengabadikan hewan yang dianggap pimpinan tertinggi kaum kera di pulau tersebut. Rasa kehilangan tidak hanya di alami oleh petugas pemandu wisata disana, tetapi juga para pengunjung. Hal tersebut terlihat dari tidak henti-hentinya setiap pengunjung yang pernah datang ke pulau ini selalu menanyakan keberadaan Si "Amang" ketika kembali berkunjung. Tidak banyak yang tahu kalau dia sudah tiada, dan kini menurut pemandu wisata, belum terlihat ada tanda-tanda penggantinya.

Baca juga : Pulau Kembang Banjarmasin

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Kamis, Mei 09, 2013

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion