Sabtu, 03 Agustus 2013

Burung Rawa Kalimantan Yang Hampir Punah

Burung rawa atau burung air Kalimantan ada banyak ragam jenisnya, namun sebagian besar satwa tersebut kini terancam hanya tinggal nama. Eksploitasi yang melebihi batas toleransi kemampuan perkembangbiakannya adalah salah satu penyebab kelangkaan burung-burung rawa ini. Penyebab lain tentunya adalah hilangnya habitat burung-burung tersebut karena berbagai alasan misalnya alih fungsi untuk pemukiman.
nama latin bentiungan
Burung Bentiungan atau Mandar Bat(Gallinula chloropus)
foto : Mariadi

Jenis burung rawa yang kini sudah mulai langka khususnya di Kalimantan selatan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mandar Batu (Gallinula chloropus)
Nama lokal untuk burung ini di Kalimantan selatan disebut Bentiungan. Burung ini adalah salah satu burung eksotis, sedikit pemalu dan cukup sulit untuk didekati. Memiliki suara khas, dengan warna umum hitam dan sedikit warna oranye-kuning di kepala sampai paruh, pada sisi sayap dan ekor ada sedikit warna putih. Bentiungan adalah salah satu jenis burung yang biasanya hidup berdampingan bersama burung-burung lain terutama Koreo Padi dan Tikusan. Namun kini keberadaan burung yang satu ini semakin sulit dijumpai, bahkan dibeberapa daerah yang dulunya menjadi habitat Mandar Batu kini sudah tidak pernah dijumpai lagi.

2. Ketikusan (Porzana cinerea)
Salah satu jenis burung rawa atau burung air yang berukuran relatif kecil. Beberapa tahun silam sangat mudah dijumpai dipersawahan, dan rawa-rawa di perkampungan. Kini keberadaan burung yang satu ini juga sudah mulai jarang ditemui. Bersama burung rawa atau burung air lain, mereka kerap jadi sasaran tembak atau perangkap pemburu.
nama ilmiah burung ketikusan
Ketikusan (Porzana cinerea)
Foto : Mariadi

3. Belibis (Dendrocygna sp)
Burung air yang sekilas berperawakan mirip bebek ini adalah salah burung yang paling diminati oleh para pemburu. Belibis memiliki suara khas seperti siulan, mencari makan di rawa-rawa atua persawahan dan mampu berenang sangat baik dengan bantuan selaput renang diantara jari-jari kakinya seperti halnya bebek. Populasi Belibis benar-benar mengalami penurunan drastis, permintaan yang tinggi terhadap daging belibis membuat beberapa petani mengupayakan untuk menernakannya. Beberapa burung rawa/burung air lainnya yang kini juga mengalami penurunan populasi yang sangat drastis di Kalimantan khususnya Kalsel antara lain Burak-burak atau Koreo Padi (Amourornis phoenicurus), Tatapian atau ketapaian, Ayaman, Bangau Tong-tong,  dan burung sintar.

Upaya pemerintah terhadap perlindungan satwa khususnya burung rawa tersebut harus mendapat dukungan dari masyarakat. Bagaimanapun IUCN, CITES DAN PP No.7/ 1999 tidak akan efektif untuk mencegak kepunahan spesies tersebut tanpa peran serta aktif masyarakat. Stop eksploitasi berlebihan, jangan rusak habitatnya, dan jangan menangkap, membunuh atau menganggu hewan-hewan tersebut.




ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Sabtu, Agustus 03, 2013

3 komentar:

mulyadi mengatakan...

gan gimana caranya bisa download suara mandar batu atau bentiuangan?
kalo ada suara yang jernih karena mau dipakai buat mikat gan.
tolong sarannya gan sekarang atau kalo ada kirim di dinding facebook link nya y gan ni nama facebook q "adi nettblieve"
mohon bantuannya y gan.

muhammad jumani mengatakan...

Wah kurang tau sih, belum coba googling biasanya ada sih khusus tempat download suara burung... atau coba pergi kepasar burung biasanya ada jual kaset berbagai jenis macam suara burung

ibra kamela mengatakan...

ada audio mp3 nya ga bos

Posting Komentar

Mohon Maaf Pesan Akan di Moderasi Dulu Sebelum Di Terbitkan
Pesan yang kurang sopan atau kurang pantas akan di Hapus.

 

mjumanion