Bertemu Moonrat di Malam Jum'at

www.mjumani.net- Pengalaman selama bertugas di Jantung Borneo pedalaman Kalimantan Tengah mencatatkan banyak cerita unik. Salah satu di antara cerita unik tersebut adalah ketika saya kedatangan tamu istimewa Tikus Bulan. Tikus Bulan atau dikenal juga dengan nama moonrat adalah hewan nokturnal menyerupai tikus (walaupun menurut wikipedia ia lebih dekat dengan landak karena masih satu famili). Meski terbilang bukan tipe hewan pemalu, aktivitasnya yang hanya pada malam hari di lantai-lantai hutan membuatnya cukup jarang ditemui. Siapa sangka, saya adalah salah satu orang beruntung yang bisa melihat dan berinteraksi dengan moonrat tanpa harus bersusah payah herping atau hunting.

Tikus Bulan atau Moonrat (kemungkinan sub spesies Echinosorex gymnura alba)

Momen langka itu terjadi Kamis malam (31/10/2019) sepulangnya mencari ikan di sungai.  Biasanya saya mengangkat jaring (rengge) pada sore hari sebelum mandi, namun pada hari itu saya terlambat karena ada aktivitas lain. Karena hari sudah terlanjur gelap saya memutuskan untuk membersihkan ikan hasil tangkapan di rumah, padahal biasanya ikan-ikan tersebut langsung dibersihkan di sungai, tepatnya di lanting tempat biasa kami mandi.

Pada awalnya tidak ada yang janggal pada kegiatan membersihkan ikan ini. Satu persatu ikan yang sehari-hari kami sebut seluang dan banta dibersihkan dengan membuang sisik dan mengeluarkan isi perutnya. Ikan-ikan tersebut dibersihkan di bilik belakang rumah yang mana  tak jauh dari sebuah lantai yang berlubang  karena telah lapuk dimakan usia.

Melalui lubang inilah, kemunculan sosok moncong putih mengagetkan saya. Mulanya saya kira hanyalah seekor tikus putih atau tikus albino, namun perbandingan ukurannya yang jauh melampaui ukuran tikus biasa saat ia menampakan seluruh tubuhnya membuat saya yakin, bahwa makhluk ini adalah Tikus Bulan. Rupanya aroma ikan segar yang saya bersihkan menarik perhatian hewan “pengendus” tersebut yang  secara kebetulan mungkin sedang berada tidak jauh.

Tentu saja, kejadian luar biasa ini tidak lupa untuk saya abadikan. Sebagai gantinya, saya harus rela kehilangan beberapa ekor ikan untuk memancing hewan ini tinggal lebih lama demi mengambil beberapa foto dan videonya.

Moonrat atau hewan dengan nama ilmiah Echinosorex gymnura adalah sejenis hewan pengerat berambut (bulu) putih-kekuningan. Terkadang terdapat sebaran rambut agak jarang yang berwarna abu-abu atau kecoklatan di sektiar punggung. Di bandingkan tikus rumah biasa, ukuran tubuh Tikus Bulan jauh lebih besar. Bahkan ukurannya nyaris sebesar  kelinci remaja. Ekornya panjang, dengan gigi-gigi tajam dan sifatnya yang rakus.

Sebagai hewan yang aktif di malam hari, moon rat memiliki mata yang kecil sehingga tidak terlalu menjadi andalannya dalam berburu makanan. Sebaliknya ia memiliki daun telinga relatif besar sehingga cukup baik dalam hal pendengaran. Namun rahasia sesungguhnya dari hewan ini ada pada indera penciumannya. Tikus bulan memiliki lubang hidung yang besar yang terletak pada moncongnya. Dengan gaya “endusan” yang khas dan cenderung berisik hewan ini dapat dengan mudah menemukan mangsa atau makanannya berkat penciumannya yang tajam saat menyusuri dasar hutan pada malam hari.

Menu favorit Tikus Bulan atau Moon Rat adalah serangga, katak, ikan, siput dan cacing. Namun ia sendiri justru jarang menjadi sasaran mangsa predator lantaran baunya yang kurang sedap. Tikus Bulan mengeluarkan aroma yang tajam dan khas dengan kandungan amonia yang tinggi. Ironisnya, meski cukup piawai mempertahankan diri dari predatornya, Ia tetap tidak luput dari ancaman. Salah satu ancaman terbesar bagi hewan ini justru manusia.

Manusia memang menjadi ancaman serius bagi hewan ini. Jerat  hanyalah salah satu dari banyak cara bagaimana manusia memburu Moonrat dan berbagai hewan lainnya untuk dikonsumsi. Selain itu aktivitas dan ulah oknum manusia yang tidak bertanggung jawab membabat dan merusak hutan juga menjadi ancaman serius khususnya Tikus Bulan Kalimantan (Echinosorex gymnura alba)

Semoga saja semakin banyak manusia yang sadar untuk lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap alam termasuk hutan dan semua makhluk di dalamnya. Karena pada hakikatnya kerusakan hutan seperti diakibatkan kebakaran yang begitu massive khususnya beberapa waktu lalu adalah bencana tidak hanya bagi flora dan fauna tetapi bagi umat manusia itu sendiri.


Manfaat Kelakai Bagi Kesehatan Tubuh

www.mjumani.net - Kelakai tanaman sejenis paku-pakuan dengan nama ilmiah Stenochlaena palustris sejatinya adalah tumbuhan liar yang banyak dijumpai terutama di daerah rawa. Masyarakat khususnya di Kalimantan sangat familiar dengan tanaman ini karena sejak dulu mereka sudah biasa memanfaatkan tanaman ini sebagai sayur. Bagi masyarakat pedasaan yang tinggal di sekitar hutan rawa atau aliran sungai Kelakai dapat diolah menjadi salah satu santapan yang nikmat. Kelakai paling sering disajikan dengan cara di tumis atau diolah menjadi sayur bening. 
Sayur Kelakai
Kelakai (Stenochlaena palustris)

Tanaman kelakai yang bisa dijadikan sayur adalah bentuk sporofit tanaman ini terutama bagian daun atau batang muda serta tanaman baru yang masih menggulung (circinate). Di beberapa daerah bagian ujung batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah juga dikonsumsi.

Kebiasaan masyarakat mengonsumsi Kelakai sebenarnya muncul secara turun temurun. Selain merupakan alternatif sayur yang bisa didapatkan secara gratis, beberapa kalangan masyarakat juga mempercayai mengkonsumsi kelakai khususnya yang berdaun merah dapat "menambah darah".

Barangkali masyarakat penikmat sayur kelakai belum banyak yang mengetahui bahwa sesungguhnya tanaman liar yang dapat dengan mudah diperoleh secara gratis di pedesaan ini ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.  

Kandungan Kelakai, dari hasil penelitian Wongso mendapatkan bahwa kandungan zat bioaktif kalakai di daun adalah flavonoid sebesar 1,750 persen, streroid sebesar 1,650 persen, dan alkaloid sebesar 1,085 persen. Sementara di batang, ternyata kalakai mengandung flavonoid sebesar 3,010 persen, steroid sebesar 2,583 persen dan alkaloid sebesar 3,817 persen.
Tumbuhan Kelakai  mengandung zat bioaktif yang bersifat seperti anti oksidan seperti vitamin C, vitamin A, dan flavonoid. Zat bioaktif tersebut bekerja secara sinergis dengan makanisme antara lain dengan mengikat ion logam, radikal hidroksin dan oksigen singlet sebagai penghambat penuaan.

SMS Banking Bank Kalteng Gangguan, Ini Tipsnya

Gangguan pada layanan SMS Banking Bank Kalteng baik melalui sms ataupun aplikasi khususnya layanan Transfer Antar Bank selama beberapa hari ini mungkin membuat beberapa penggunanya kebingungan. Pasalnya aplikasi SMS banking masih dapat melayani pengecekan saldo, data mutasi dan beberapa layanan lainnya namun saat digunakan untuk transfer antar bank, keduanya tidak memberikan respon.

transfer antar bank sms banking bank kalteng
Kode USSD sebagai alternatif Transfer Antar Bank 

Awalnya admin hanya mencoba mentransfer ke BRI namun setelah beberapa kali tidak ada respon, akhirnya di coba ke Mandiri, tetapi lagi-lagi hasilnya sama. Perintah yang dimasukan melalui ke 3125 ataupun melalui aplikasi tidak mendapatkan balasan apapun, akhirnya admin menghubungi Call Center. 

cara lain transfer antar bank menggunakan sms banking
Memilih Index rekening yang akan digunakan untuk melakukan transfer

Berdasarkan arahan operator, diminta untuk mencoba layanan menggunakan kode USSD yaitu dengan mengetikan *141*125# kemudian mengikuti instruksi selanjutnya.Setelah menekan panggil/call maka kita akan muncul halaman konfirmasi jenis layanan yang akan digunakan. Karena admin ingin melakukan layanan transfer antar bank, maka admin memasukan kode 4. Setelah terkirim maka akan muncul halaman pilih indekx rekening biasanya hanya ada dua pilihan yakni 1 (berisi nomor rekening kita), dan 9 untuk kembali (back), pilih angka 1 dan kirimkan. Balasan selanjutnya masukan kode bank tujuan transfer, setelah dikirimkan  maka langkah selanjutnya adalah masukan no rek tujuan, kemudian nominal transfer. Terakhir, masukan dua angka pin yang ditentukan secara acak. Perhatikan urutan angka pin yang diminta agar tidak salah. Misal Pin Anda adalah 142673 maka ketika diminta pin ke 2 dan ke 5 berarti yang harus dimasukan adalah 47. Jika salah memasukan angka pin ini tiga kali dapat menyebabkan layanan  diblokir. Jika sudah tepat, maka segera akan muncul notifikasi bahwa transfer berhasil/gagal.

gangguan sms banking
Pilih Kode Bank Tujuan Transfer Sebelum memasukan nomor rekening tujuan

Berikut ringkasan tahapan transfer antar bank pada Bank Kalteng menggunakan kode *141*125#


  1. Ketik *141*125# pada menu, lalu tekan panggil
  2. Konfirmasi layanan yang ingin digunakan (untuk transfer antar bank masukan angka 4)
  3. Pilih indeks rekening yang sesuai.
  4. Masukan kode bank tujuan transfer
  5. Masukan nomor rekening bank tujuan transfer
  6. Masukan Nominal transfer 
  7. Masukan dua digit pin yang diminta
  8. Tunggu balasan apakah transaksi anda sukses atau gagal

Demikian tips kali ini, semoga bermanfaat.

Treking Seru Ke Bukit Bengapan

Petak Malai - Nama Bukit Bengapan barang kali masih asing di telinga pegiat alam khususnya yang berasal dari luar Katingan. Hal tersebut tentunya cukup beralasan mengingat Bukit Bengapan untuk saat ini memang belum mendapat sentuhan dari pemerintah daerah ataupun instansti terkait untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam. Namun demikian, para wisatan tetap dapat menikmati keindahan sajian alam dan nuansa budaya  puncak Bukit Bengapan tentunya dengan perjalan ala Trekker atau Hiker. 
Bukit Bengapan Katingan
Pemandangan dari atas Puncak Bukit Bengapan
Bukit Bengapan, merupakan salah satu dari kawasan perbukitan sejenis Karst yang ada di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tidak jauh dari bukit ini juga terdapat Bukit Sesu yang konon masih menyimpan nuansa mistis. Jika mengikuti jalur sungai Baraoi, maka bukit ini terletak di antara dua desa yakni Desa Batu Tukan dan Desa Tumbang Tangoi.

Titik awal pendakian Bukit Bengapan berada ditepian sungai Baraoi, kurang lebih 15 menit perjalanan  dari desa terdekat yakni Batu Tukan menggunakan transportasi air berupa perahu motor yang oleh masyarakat setempat disebut alkon. Jalan setapak melewati hutan bambu masih terbilang nyaris tanpa tantangan, hanya saja perlu sedikit berhati-hati terhadap juluran batang rotan dengan duri-duri tajam yang terkadang juga dijumpai. 
Bukit Tandu
Bukit Tandu yang terlihat  dari Puncak Bukit Bengapan

Jalur hutan bambu juga terbilang pendek, yakni hanya sekitar lima menit perjalanan, akan tetapi  ada banyak "jalan palsu", yakni jalan-jalan setapak yang juga hampir sama persis dengan jalan menuju puncak bukit sehingga dapat mengecoh para trekker khususnya yang baru pertama kali kesini. Jalan-jalan palsu ini terbentuk akibat aktivitas masyarakat yang biasanya mencari rebung atau tunas bambu muda ataupun hasil hutan lainnya. Disinilah pentingnya peranan guide atau pemandu lokal, sehingga resiko tersesat dapat dihindari.

Melewati hutan bambu, jalur trekking dengan kemiringan 30 - 45 derajat mulai menguji ketahan fisik. Selain lumut, serasah atau dedaunan kering yang menutupi jalan juga membuat trek ini menjadi licin dan berisiko terpeleset jika tidak waspada. 
Puncak Bengapan
Beberapa "Keramat" Suku Dayak Setempat
Di pertengahan ketinggian bukit, tanjakan-tanjakan ekstrim semakin panjang dan sering dijumpai. Belum ada pegangan serupa tali atau rantai untuk membantu para pengunjung yang ingin menuju puncak bukit. Satu-satunya obyek yang dapat digunakan adalah batang pohon atau ranting-ranting yang memang cukup banyak di sisi kiri dan kanan trek.

Mendekati puncak, jalur trek akan terasa ringan karena selain lebih landai dan tanpa tanjakan, juga sudah banyak spot-spot untuk melihat pemandangan. Tipisnya lapisan tanah atau bahkan tidak ada membuat jenis pepohonan dan tumbuhan yang ada dibukit ini sangat khas.  

Di bagian puncak, masih terdapat beberapa jenis tumbuhan dengan batang yang tidak terlalu besar, dan berdaun kecil-kecil. Aroma daun ini diduga mengandung sejenis minyak atsiri kayu putih. Beberapa Nephentes juga dapat dijumpai, keberadaan tumbuhan insektivor ini juga menjadi indikasi minimnya nutrisi untuk tumbuh di wilayah ini.

Hanya ada sedikit ruang terbuka dibagian puncak, di ruang terbuka ini ada beberapa "keramat" milik Suku Dayak setempat. Keramat-keramat ini sudah ada sejak dulu, menurut cerita ia merupakan tempat untuk meletakan sesaji sebagai bentuk ungkapan syukur atau bayar hajat.

Selain pemandangan Bukit Sesu yang tepat bersebalahan dengan bukit ini, para pengunjung juga dapat menikmati view hamparan hutan, dan sungai serta beberapa bukit lain dari spot yang berada di sisi Selatan. Bukit Tandu, Bukit Porsane bahkan hamparan perbukitan yang diyakini Pegunungan Bukit Raya  juga dapat dilihat dari atas puncak Bukit Bengapan.

Para wisatawan atau trakker yang tertarik ingin mengunjungi Bukit Bengapan dapat menggunakan dua alternatifi pilihan transportasi yakni menaiki kendaraan pribadi ataupun menggunaan jasa travel (taksi plat hitam). 

Kendaraan Pribadi (roda 2 atau roda 4)

Berangkat dari Palangkaraya - Kasongan - Tumbang Samba (Optional) - Tumbang Kaman - Tumbang Manggu - Tumbang Baraoi dengan jarak kurang lebih 216 km (sekitar 5 jam 30 menit). Namun yan perlu menjadi catatan adalah, jalan setelah desa Tumbang Manggu masih menggunakan akses jalan milih HPH sehingga memiliki rule atau aturan khusus. Setiap kendaraan wajib mengikuti rambu-rambu lajur  mana yang harus digunakan sebelah kanan atau kiri (mengikuti arah panah). Aturan tersebut erat kaitannya dengan aktivitas truck logging milik perusahaan HPH yang aktif beroperasi. Sehingga sangat dianjurkan ditemani atau dikemudikan oleh orang yang telah memiliki pengalaman dan memahami aturan tersebut. 

Setibanya di Tumbang Baraoi, di anjurkan menginap semalam untuk memulihkan stamina. Saat ini memang belum terdapat penginapan atau home stay, namun biasanya dengan berkordinasi dengan pihak desa, ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk bermalam tamu. Keesokan harinya, melanjutkan perjalanan menggunakan perahu motor (alkon) yang di sewa/carter dari warga setempat, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 -1,5 jam. 

Sebelum menuju titik pendakian, pengunjung atau wisatawan di wajibkan lapor kepada Kepala Desa setempat, yakni Desa Batu Tukan. Selain untuk keperluan pendataan,  juga untuk mengikuti prosesi "tapung tawar" dengan harapan pengunjung diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Travel (roda 4)
Start dari Palangkaraya menuju Tumbang Samba menggunakan travel (taksi plat hitam). Biasanya biaya perorang berkisar Rp 200 ribu. Loket-loket travel dapat dengan mudah ditemukan di Palangkaraya terutama disekitar ruas jalan Cilik Riwut dan R.T. Amilono. Untuk menuju desa Tumbang Baraoi belum ada loket taksi (travel) khusus. Biasanya masyarakat atau tamu dari luar ikut menumpang mobil warga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar Samba. Mobil-mobil ini biasa sudah tiba di Tumbang Samba, sekitar pukul 10.30 Wib, dan akan kembali ke Tumbang Baraoi sekitar pukul 14.00 Wib atau lewat jika ada janji dengan penumpang atau keperluan lain. 

Karena tidak ada loket khusus, wisatawan atau masyarakat luar dapat bertanya kepada penjaga loket travel yang ada disekitar pasar Tumbang Samba. Namun ada baiknya, mendapatkan kontak sopir terlebih dahulu sebelum berencana Treking Ke Bukit Bengapan (untuk sementara karena alasan privasi, nomor beberapa sopir taksi tujuan Tumbang Samba -Tumbang Baraoi yang dimaksud tidak admin cantumkan di sini, silahkan kontak admin jika membutuhkan). Biaya jasa per penumpang sebesar Rp 100 ribu untuk sekali keberangkatan.

Seperti halnya menggunakan kendaraan pribadi, setibanya di Tumbang Baraoi, di anjurkan menginap semalam untuk memulihkan stamina. Saat ini memang belum terdapat penginapan atau home stay, namun biasanya dengan berkordinasi dengan pihak desa, ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk bermalam tamu. Salah satu keuntungan menggunakan jasa taksi masyarakat kita sudah bisa mendapatkan banyak informasi, termasuk tempat bermalam. Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya, menggunakan perahu motor (alkon) yang di sewa/carter dari warga setempat, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 -1,5 jam. 

Sebelum menuju titik pendakian, pengunjung atau wisatawan di wajibkan lapor kepada Kepala Desa setempat, yakni Desa Batu Tukan. Selain untuk keperluan pendataan,  juga untuk mengikuti prosesi "tapung tawar" dengan harapan pengunjung diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Beberapa hal yang perlu menjadi catatan jika anda berencana Hiking, Trekking atau Camping ke Bukit Bengapan.
  1. Belum ada penginapan khusus
  2. Belum ada rumah makan, atau warung makan 
  3. waktu tempuh perjalanan cukup lama sehingga perlu menyediakan waktu lebih dari sehari
  4. Biaya (taransportasi, makan, menginap, dan lain-lain)
Tonton Video Perjalanan Menuju Bukit Bengapan di Chanel Youtube Berikut :


Video Bukit Bengapan Youtube

Bagaimana, tertarik untuk Menjajal Bukit Bengapan?

Klasifikasi Ordo Serangga dan Contohnya

Klasifikasi Ordo Serangga dan beberapa contoh hewannya 
gambar belalang sembah
Belalang Sembah

a. Ordo Orthoptera (bangsa belalang)
Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.
Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan.
Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).

Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa —> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.
Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah :
- Kecoa (Periplaneta sp.)
- Belalang sembah/mantis (Otomantis sp.)
- Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.)

b. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding
Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain.

Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli.

Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Bnetuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya.
Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah :
- Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb.)
- Kepik hijau (Nezara viridula L)
- Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F)

c. Ordo Homoptera (wereng, kutu dan sebagainya)
Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.
Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus.
Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera.
Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.

Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti :
- Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.)
- Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.)
- Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.).

d. Ordo Coleoptera (bangsa kumbang)
Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain.
Sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.
Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan.
Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya mandibula berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala.
Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.
Beberapa contoh anggotanya adalah :
- Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L)
- Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr)
- Kumbang buas (predator) Coccinella sp.

e. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat)
Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta.
Beberapa jenisnya antara lain :
- Penggerek batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk)
- Kupu gajah (Attacus atlas L)
- Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura)

f. Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk)
Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet.
Tipe alat mulut bervariasi, tergantung sub ordonya, tetapi umumnya memiliki tipe penjilat-pengisap, pengisap, atau pencucuk pengisap.
Pada tipe penjilat pengisap alat mulutnya terdiri dari tiga bagian yaitu :
- bagian pangkal yang berbentuk kerucut disebut rostum
- bagian tengah yang berbentuk silindris disebut haustellum
- bagian ujung yang berupa spon disebut labellum atau oral disc.
Metamorfosenya sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva tidak berkaki (apoda_ biasanya hidup di sampah atau sebagai pemakan daging, namun ada pula yang bertindak sebagai hama, parasitoid dan predator. Pupa bertipe coartacta.
Beberapa contoh anggotanya adalah :
- lalat buah (Dacus spp.)
- lalat predator pada Aphis (Asarcina aegrota F)
- lalat rumah (Musca domesticaLinn.)
- lalat parasitoid (Diatraeophaga striatalis).

g. Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut)

Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk.
Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli.
Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya.
Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur-> larva–> kepompong —> dewasa. Anggota famili Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae, Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman.
Beberapa contoh anggotanya antara lain adalah :
- Trichogramma sp. (parasit telur penggerek tebu/padi).
- Apanteles artonae Rohw. (tabuhan parasit ulat Artona).
- Tetratichus brontispae Ferr. (parasit kumbang Brontispa).

h. Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng)
Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.
Jenis jenis capung
Capung

Metamorfose tidak sempurna (Hemimetabola), pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air.
Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga keecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi.


Nge Trip Menuju Bukit Pahiyangan dan Air Terjun Minanga

Mjumani.net – Udara segar berbalut sinar hangat mentari menemani perjalanan Kami menuju Bukit Pahiyangan dan Air Terjun Minanga. Meski jam sudah menunjukan pukul 07.00, hamparan persawahan yang berada di sisi kiri dan kanan jalan masih memberikan terapi yang menyejukan. Apalagi, hari Minggu adalah hari libur dimana arus lalu lintas sepanjang jalan Gubernur Syarkawi yang juga dikenal dengan jalan lingkar utara ini relatif lebih lenggang dari biasanya. Awal yang sangat baik memulai perjalanan yang tidak hanya akan menyita waktu seharian tetapi juga menguras tenaga dan menguji ketahanan.

Jalan Rantau Balai
Akses Jalan Dari Desa Awang Bangkal Menuju Rantau Balai

Sebenarnya Saya, Andi, sepakat untuk berangkat lebih pagi Start dari Handil Bakti,  namun namun, karena harus menunggu dua rekan lagi yakni Ari dan Isak kami akhirnya berangkat satu jam kemudian.   Rute yang dipilih adalah Jalan lingkar atau Jl. Gubernur Syarkawi – Jl. A. Yani, Jl. Ir. PM Noor, desa Awang Bangkal dan berlanjut hingga jalan yang masih dalam proses pengerasan menuju Desa Rantau Balai, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Meski terbilang lancar, perjalanan menuju Desa Rantau Balai bukan berarti tanpa hambatan. Hanya kurang lebih 15 menit berselang dari titik keberangkatan, motor saya mengalami kebocoran ban. Dalam situasi  ini, berangkat pagi-pagi terlebih di hari libur justru  kurang menguntungkan. Beberapa bengkel dan tambal ban yang saya jumpai ternyata masih tutup. Beruntung bengkel ke empat yang saya singgahi sudah menampakan tanda-tanda kehidupan. Meski belum membuka layanan bengkel, namun sang pemilik ternyata sudah bangun dan bersedia menjadikan saya sebagai customer pertamanya.

Perjalanan yang cukup panjang tentu tidak akan afdhol jika belum sarapan, untuk mengganjal perut yang belum sempat terisi karena harus berangkat pagi-pagi, kami singgah di perempatan Jl. Gubernur Syarkawi – Jl. Martapura Lama atau simpang empat Sungai Tabuk. Di sini ada beberapa warung tradisional yang menyediakan jajanan kue dan nasi bungkus. Ada beberapa variasi lauk yang disediakan,mulai dari telur hingga ikan air air tawar lokal. Saya memilih menu nasi kuning dengan lauk Burung Puyuh goreng. Sedangkan ketiga teman memilih lauk yang variatif, hati, ikan gabus atau haruan dan ayam. Selain rasanya lumayan, harga di sini juga bersahabat, jadi cukup recommended buat sahabat yang juga ngetrip dengan low budget.
Air terjun minanga
Rantau Balai
Rute menuju Bukit Pahiyangan
Desa Rantau Balai, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, Kalsel
Dengan kecepatan relatif sedang, kami tiba di Desa Awang Bangkal sekitar pukul 09.20 atau sekitar dua jam dua puluh menit perjalanan dari titik keberangkatan. Tentu saja waktu tempuh ini membengkak karena harus mengganti ban dalam motor yang bocor dan sarapan. Di Awang Bangkal, kami tidak langsung menuju Awang Bangkal Barat, tetapi terlebih dahulu mengisi bahan bakar di SPBU mini atau APMS (Agen Premium & Minyak Solar) yang terletak di sebelah kiri jalan Jl. Ir. PM Noor , desa Awang Bangkal, beberapa ratus meter setelah simpang menuju Desa Rantau Balai.

Jika dari arah Banjarmasin atau Banjarbaru, letak simpangan menuju Rantau Balai terletak di sebelah kiri tak jauh sebelum SPBU Mini atau APMS, namun karena kami mengisi bbm, maka  setelah selesai harus memutar balik dan mengambil belokan ke kanan. Terakhir kami membeli air mineral sebagai persediaan selama menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam menuju Desa Rantau Balai sebelum melewati jembatan permanen yang melintasi sungai Awang Bangkal yang menghubungkan Awang Bangkal Timur dan Awang Bangkal Barat. Setelah mengikuti  jalan aspal utama, kami sampai di Jalan lebar yang masih dalam tahap penimbunan dan pengerasan. Oh ya, ada beberapa persimpangan jalan beraspal sebelum tiba di jalan yang masih berupa pengerasan ini jadi jika merasa tidak yakin atau bingung, dapat bertanya pada masyarakat sekitar.
Jalan Menuju Bukit Pahiyangan
Peristirahatan pertama
Jalan yang kami lewati ini adalah bagian dari jalan tol Banjarbaru – Tanah Bumbu. Meski masih dalam tahap pengerasan dan penimbunan, ruas jalan ini sejak sekitar tahun 2017 lalu telah membuka akses  transportasi darat bagi beberapa desa yang terletak di sekitar Waduk Riam Kanan, di antaranya Desa Bunglai, Desa Sungai Luar, Desa Apuai, Desa Rantau Bujur dan Desa Rantau Balai.
foto-foto air terjun minanga
Trek terakhir menuju Puncak Bukit Pahiyangan
Perlu kehati-hatian saat melewati jalan ini, terutama untuk ruas jalan hingga desa persimpangan Desa Bunglai, karena selain banyak bukit dengan tanjakan dan turunan yang curam, batu split atau pecahan batu gunung yang masih berupa bongkahan dapat membahayakan terutama bagi pengendara kendaraan roda dua. Motorpun dituntut bekerja lebih keras, rem dan gear sebaiknya di cek terlebih dahulu sebelum melintasi jalan ini. Jika tidak, rantai yang kendor dapat menjadi masalah seperti yang di alami motor rekan saya. Akibat beban tanjakan dan jalan yang tidak rata, rantai motornya menjadi kendor dan sempat dua kali lepas. Beruntung di Desa Apuai, kami sempat bertemu warung sekaligus “bengkel”.  Sehingga walaupun agak kesiangan kami masih dapat melanjutkan perjalanan. Jalan dari Desa Apuai relatif lebih mulus hingga sampai di Desa Rantau Balai.
Air Terjun Mihak
Warung di Desa Apuai

Tiba di desa, kami menyampaikan perihal tujuan dan menanyakan guide yang bersedia mengantar kami ke Puncak Pahiyangan dan Air Terjun Minanga kepada warga di sana. Nampaknya, warga Rantau Balai sudah cukup terbiasa dengan kedatangan pelancong seperti kami, sehingga tak berselang lama, kami diperkenalkan dengan seorang pemandu bernama Masdari.   Setelah berbincang-bincang termasuk menanyakan perihal biaya jasa guide akhirnya kami berangkat. Sebagai catatan, tarif guide ke Puncak atau Gunung Pahiyangan sekali naik adalah Rp. 100.000 rupiah, jika ingin ke Air Terjun Minanga maka tarif tambahan juga sebesar Rp. 100.000 rupiah. Namun, biaya ini tidak selalu baku artinya pada kondisi tertentu dan keahlian nego anda, tarif bisa saja lebih murah. So, buat kalian yang low budget dan berangkat dalam tim kecil silahkan coba di nego, siapa tau anda juga beruntung seperti kami.
gunung pahiyangan aranio, kabupaten banjar
Peristirahatan Kedua, sebelum menjajal trek terakhir menuju puncak bukit Pahiyangan
Trek menuju Bukit atau Gunung Pahiyangan berada diseberang sungai, untuk menyeberanginya biasa menggunakan perahu motor atau kelotok kecil. Sebaiknya jangan coba-coba menyeberang dengan berenang ya, karena menurut guide kami di sungai ini ada buayanya, terutama saat air dalam. Setelah menyeberangi sungai, kita akan memasuki areal landai dengan pepohonan yang cukup teduh, diikuti jalan setapak yang cukup terbuka mulai menanjak. Meski kemiringannya tidak seberapa, namun berjalan ditengah terik matahari cukup menguras fisik. Di sini ada batu besar yang menjadi chek point pertama sebagai tempat beristirahat. 
Objek wisata gunung pahiyangan
View dari Puncak Bukit Pahiyangan
Jalur berikutnya semakin menguras stamina, dimana kemiringan trek sudah hampir mencapai 45 derajat. Kanopi pepohonan yang cukup rapat dan meneduhkan tak mampu membendung tubuh untuk tetap berkeringat. Saya dan Ari beberapa kali harus berhenti sejenak mengambil nafas sebelum kembali melanjutkan langkah. Tempat peristirahatan kedua kami adalah sebuah pohon dengan tajuk yang cukup lebat. Jika di titik perhentian pertama kami hanya beristirahat sekitar lima menit, di sini kami masih perlu tambahan beberapa menit lagi untuk menghimpun tenaga melanjutkan trek terakhir. 
Meski dari segi jarak, trek terakhir tidaklah terlampau jauh namun tingkat kesulitannya  terbilang lumayan terutama untuk pemula. Selain kemiringannya rata-rata di atas 45 derajat, pagar pengamannya pun masih sangat minim padahal di beberapa titik, sisi kanan jalur hanya beberapa puluh centimeter dari jurang. Walaupun tertatih-tatih, tim kami berhasil tiba di puncak dengan torehan waktu satu jam. Waktu tempuh ini adalah waktu  rata-rata, jadi ibarat lomba meski pemula kami masih berada diperingkat tengah.
objek wisata air terjun minanga
Spot Foto Gunung Pahiyangan, Desa Rantau Balai Kecamatan Aranio
Puncak bukit atau gunung Pahiyangan adalah spot wisata alam yang menyuguhkan view atau pemandangan alam. Melalui puncak bukit atau gunung ini, kita bisa menikmati pemandangan Waduk Riam Kanan, sungai serta hutan yang berada di sekitar. Jika beruntung kita juga dapat melihat burung Enggang atau Rangkong melalui atas puncak bukit ini. Sayangnya saat kedatangan kami, kawasan ini sedikit berkabut/asap. Sehingga keindahan pemandangan alam sedikit berkurang.
taksi menuju rantau balai
Rumah Pohon di Puncak Bukit Pahiyangan

BUkit Pahiyangan
Spot Foto di Puncak Gunung Pahiyangan
Berkaca dari kondisi ketika mendaki bukit Pahiyangan, sesungguhnya saya pesimis bisa melanjutkan ke Air Terjun Minanga, tetapi entah bagaimana setelah beristirahat di rumah pohon di puncak bukit ini, dan menyantap bekal yang kami bawa stamina saya rasanya pulih seperti sedia kala. Akhirnya keputusan kami bulat untuk tetap menuju Air Terjun Minanga.
rute menuju air terjun minanga
Lokasi air terjun Minanga, Aranio, Kab. Banjar
Rute menuju air terjun tersebut ternyata relatif lebih ringan dibandingkan menuju puncak bukit. Setelah menuruni bukit kembali melalui jalur yang sama kira-kira setengah jalan kami tiba dipersimpangan dan mengambil jalur ke kanan. Treknya relatif landai dan teduh. Setelah melewati beberapa aliran mata air serta satu turunan dan trek menanjak, kami tiba di Air Terjun Minanga. Sebenarnya, saat di desa kami sudah di ingatkan bahwa saat ini debit Air Terjun Minanga sedang kecil karena tidak ada hujan dalam beberapa waktu terakhir. Jadi, kami tidak terlalu kecewa saat berada tepat di bawah air terjun yang hanya mengalirkan sedikit air ini. Adapun kenapa kami tetap melanjutkan hanya karena ingin menjawab rasa penasaran dan melihat langsung.
objek wisata air terjun di aranio
Lokasi Air Terjun Minanga
Tiga teman saya langsung mandi di bawah guyuran air terjun, sedangkan saya memilih menjadi fotografer saja. Di lihat dari penampilannya, Air Terjun Minanga memang cukup wow jika debit airnya cukup deras. Jika datang di musim penghujan tentunya dapat melihat keindahan penuh dari air terjun ini, tetapi barangkali trek yang mungkin licin juga akan menjadi lebih berat dari sekarang.

Tips bagi anda yang ingin Ngetrip ke Bukit Pahiyangan dan Air Terjun Minanga
  1. Buat rencana yang matang, apakah ingin Pulang Pergi atau menginap.
  2. Jika menginap, sebaiknya siapkan tenda meskipun melalui guide bisa meminjam terpal sebagai tenda darurat.
  3. Cek dan periksa kondisi kendaraan anda baik menggunakan motor atau mobil
  4. Jika ingin menikmati air terjun Minanga sebaiknya pada bulan-bulan yang curah hujannya sedang, karena di musim kemarau, debit airnya  kurang.
  5. Persiapkan fisik, terutama bagi anda pendaki pemula
  6. Bawa bekal dan barang secukupnya saja saat ke puncak Pahiyangan.
  7. Jangan lupa untuk tetap menjaga lingkungan