Selasa, 11 Desember 2018

Tips Olahraga Ringan Di Kantor Untuk Mengurangi Stres

Stres dengan pekerjaan tak pelak membuat Anda hilang mood atau bahkan malas untuk melakukan rutinitas pekerjaan. Nah, untuk menghindari itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan olahraga ringan di kantor.

Seperti apa jenis olahraga yang bisa dilakukan dan bagaimana itu bisa dilakukan, berikut adalah jenis
olahraga yang bisa Anda lakukan tanpa harus membutuhkan ruang yang besar atau peralatan yang lengkap seperti di gym.

Perlu Anda ketahui bahwa olahraga ringan di kantor tak ubahnya seperti peregangan dalam olahraga,
jika Anda akan melakukan olahraga berat, maka untuk mencegah terjadinya cedera maka Anda biasanya melakukan pemanasan, nah, dari situ adaptasi olahraga ringan tersebut. Berikut adalah beberapa olahraga ringan di kantor untuk mengurangi stress mengutip berita olahraga terlengkap di Indonesia;

Melakukan Peregangan Leher
Otot yang berada di leher tentu kerap membuat kita kurang memberikan rasa nyaman, penyebabnya
tentu karena aktifitas keseharian yang tanpa sadar membuat otot leher menjadi tegang. Angkat tangan
kanan ke atas kepala dan luruskan. Kemudian dengan tangan kanan tarik lembut kepala ke arah bahu
sampai terasa ada sedikit peregangan pada otot leher. Tahan pose selama 10-15 detik. Bergantian sekalidi setiap sisi sambil duduk.

Melakukan Peregangan Badan Atas
Olahraga ringan di kantor jenis ini sangat mungkin dilakukan, selain mudah, tak perlu ruang lebih, Anda tinggal duduk tegap di kursi, angkat kedua tangan ke atas kepala dan luruskan. Miringkan hanya tubuh bagian atas ke kiri dan dengan tangan kanan raih sisi tubuh kiri, tahan posisi selama 10-30 detik. Ulangi untuk sisi lainnya, lakukan bergantian.

Push up di Meja

Tumpu berat badan Anda dengan menempatkan kedua tangan lurus sejajar bahu sambil menggenggam pinggiran meja. Jajakkan kaki di lantai, tarik napas saat Anda menekuk siku ke sudut 90 derajat, memeluk siku ke arah tulang rusuk layaknya push up. Ulangi 4 sampai 8 kali.

Peregangan Kaki
Olahraga ringan di kantor ini bisa dilakukan langsung, cukup tekuk kaki saat Anda berada di kursi, lalu tahan sekitar 15 detik saat menyentuh dada, kemudian turunkan. Lakukan beberapa kali dan bergantian.

Lakukan Peregangan Punggung
Selonjorkan kedua kaki ke depan Anda. Turunkan badan untuk meraih jari-jari kaki kiri, tahan 10-30
detik. Perlahan kembali ke atas, turun lagi untuk meraih jari-jari kaki kanan. Lakukan bergantian sisi.

Peregangan Bahu dan Badan
Olahraga ringan di kantor ini juga tak perlu banyak ruang, untuk peregangan bahu; lakukan duduk dalam posisi tegap, tarik napas dalam-dalam dan angkat kedua bahu setinggi telinga Anda.
Tahan sebentar. Lepaskan dan jatuhkan bahu ke posisi semula. Ulangi 3 kali. Lanjutkan dengan anggukan dan gelengkan kepala Anda dengan perlahan, seperti mengatakan “ya” dan “tidak”. Ulangi beberapakali. 

Untuk peregangan badan, Anda juga bisa melakukan gerakan seperti peregangan bahu, lakukan dalam posisi duduk tegap, pelintir badan bagian atas perlahan ke kanan. Gunakan bantuan pegangan di kursi untuk memutar tubuh ke arah belakang kursi. Tahan beberapa detik, lalu perlahan kembali menghadapke depan. Ulangi untuk sisi lainnya.

Itulah beberapa gerakan sebagai tips olahraga ringan di kantor yang bisa dilakukan dengan segera dan
tak memerlukan waktu lama. Anda juga bisa melakukan gerakan-gerakan tersebut tidak dengan
berurutan, atau di waktu yang sama, lakukan dengan rentang waktu 1-2 jam juga memungkinkan agar
tubuh Anda terjaga dari stres yang kerap melanda di aktifitas keseharian kantor.

artikel kiriman : Wiro
Baca SelengkapnyaTips Olahraga Ringan Di Kantor Untuk Mengurangi Stres
mjumani, Updated at: Selasa, Desember 11, 2018

Rabu, 11 Juli 2018

Ngetrip Ke Bukit Pahiyangan dan Air Terjun Minanga

Mjumani.net – Udara segar berbalut sinar hangat mentari menemani perjalanan Saya, Andi, Isak dan Ari. Maklum, meski jam sudah menunjukan pukul 07.00, hamparan persawahan yang berada di sisikkiri dan kanan jalan masih memberikan terapi yang menyejukan. Apalagi, hari Minggu adalah hari libur dimana arus lalu lintas sepanjang jalan Gubernur Syarkawi yang juga dikenal dengan jalan lingkar utara ini relatif lebih lenggang dari biasanya. Awal yang sangat baik memulai perjalanan yang tidak hanya akan menyita waktu seharian tetapi juga menguras tenaga dan menguji ketahanan.

Jalan Rantau Balai
Akses Jalan Dari Desa Awang Bangkal Menuju Rantau Balai

Berangkat dari kediaman saya, di bilangan Handil Bakti, sebenarnya kami sepakat untuk berangkat lebih pagi namun. Namun, karena harus menunggu dua rekan lagi, kami akhirnya berangkat satu jam kemudian.   Rute yang dipilih adalah Jalan lingkar atau Jl. Gubernur Syarkawi – Jl. A. Yani, Jl. Ir. PM Noor, desa Awang Bangkal dan berlanjut hingga jalan yang masih dalam proses pengerasan menuju Desa Rantau Balai, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Meski terbilang lancar, perjalanan menuju Desa Rantau Balai bukan berarti tanpa hambatan. Hanya kurang lebih 15 menit berselang dari titik keberangkatan, motor saya mengalami kebocoran ban. Dalam situasi  ini, berangkat pagi-pagi terlebih di hari libur justru  kurang menguntungkan. Beberapa bengkel dan tambal ban yang saya jumpai ternyata masih tutup. Beruntung bengkel ke empat yang saya singgahi sudah menampakan tanda-tanda kehidupan. Meski belum membuka layanan bengkel, namun sang pemilik ternyata sudah bangun dan bersedia menjadikan saya sebagai customer pertamanya.

Perjalanan yang cukup panjang tentu tidak akan afdhol jika belum sarapan, untuk mengganjal perut yang belum sempat terisi karena harus berangkat pagi-pagi, kami singgah di perempatan Jl. Gubernur Syarkawi – Jl. Martapura Lama atau simpang empat Sungai Tabuk. Di sini ada beberapa warung tradisional yang menyediakan jajanan kue dan nasi bungkus. Ada beberapa variasi lauk yang disediakan,mulai dari telur hingga ikan air air tawar lokal. Saya memilih menu nasi kuning dengan lauk Burung Puyuh goreng. Sedangkan ketiga teman memilih lauk yang variatif, hati, ikan gabus atau haruan dan ayam. Selain rasanya lumayan, harga di sini juga bersahabat, jadi cukup recommended buat sahabat yang juga ngetrip dengan low budget.
Air terjun minanga
Rantau Balai
Rute menuju Bukit Pahiyangan
Desa Rantau Balai, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, Kalsel
Dengan kecepatan relatif sedang, kami tiba di Desa Awang Bangkal sekitar pukul 09.20 atau sekitar dua jam dua puluh menit perjalanan dari titik keberangkatan. Tentu saja waktu tempuh ini membengkak karena harus mengganti ban dalam motor yang bocor dan sarapan. Di Awang Bangkal, kami tidak langsung menuju Awang Bangkal Barat, tetapi terlebih dahulu mengisi bahan bakar di SPBU mini atau APMS (Agen Premium & Minyak Solar) yang terletak di sebelah kiri jalan Jl. Ir. PM Noor , desa Awang Bangkal, beberapa ratus meter setelah simpang menuju Desa Rantau Balai.

Jika dari arah Banjarmasin atau Banjarbaru, letak simpangan menuju Rantau Balai terletak di sebelah kiri tak jauh sebelum SPBU Mini atau APMS, namun karena kami mengisi bbm, maka  setelah selesai harus memutar balik dan mengambil belokan ke kanan. Terakhir kami membeli air mineral sebagai persediaan selama menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam menuju Desa Rantau Balai sebelum melewati jembatan permanen yang melintasi sungai Awang Bangkal yang menghubungkan Awang Bangkal Timur dan Awang Bangkal Barat. Setelah mengikuti  jalan aspal utama, kami sampai di Jalan lebar yang masih dalam tahap penimbunan dan pengerasan. Oh ya, ada beberapa persimpangan jalan beraspal sebelum tiba di jalan yang masih berupa pengerasan ini jadi jika merasa tidak yakin atau bingung, dapat bertanya pada masyarakat sekitar.
Jalan Menuju Bukit Pahiyangan
Peristirahatan pertama
Jalan yang kami lewati ini adalah bagian dari jalan tol Banjarbaru – Tanah Bumbu. Meski masih dalam tahap pengerasan dan penimbunan, ruas jalan ini sejak sekitar tahun 2017 lalu telah membuka akses  transportasi darat bagi beberapa desa yang terletak di sekitar Waduk Riam Kanan, di antaranya Desa Bunglai, Desa Sungai Luar, Desa Apuai, Desa Rantau Bujur dan Desa Rantau Balai.
foto-foto air terjun minanga
Trek terakhir menuju Puncak Bukit Pahiyangan
Perlu kehati-hatian saat melewati jalan ini, terutama untuk ruas jalan hingga desa persimpangan Desa Bunglai, karena selain banyak bukit dengan tanjakan dan turunan yang curam, batu split atau pecahan batu gunung yang masih berupa bongkahan dapat membahayakan terutama bagi pengendara kendaraan roda dua. Motorpun dituntut bekerja lebih keras, rem dan gear sebaiknya di cek terlebih dahulu sebelum melintasi jalan ini. Jika tidak, rantai yang kendor dapat menjadi masalah seperti yang di alami motor rekan saya. Akibat beban tanjakan dan jalan yang tidak rata, rantai motornya menjadi kendor dan sempat dua kali lepas. Beruntung di Desa Apuai, kami sempat bertemu warung sekaligus “bengkel”.  Sehingga walaupun agak kesiangan kami masih dapat melanjutkan perjalanan. Jalan dari Desa Apuai relatif lebih mulus hingga sampai di Desa Rantau Balai.
Air Terjun Mihak
Warung di Desa Apuai

Tiba di desa, kami menyampaikan perihal tujuan dan menanyakan guide yang bersedia mengantar kami ke Puncak Pahiyangan dan Air Terjun Minanga kepada warga di sana. Nampaknya, warga Rantau Balai sudah cukup terbiasa dengan kedatangan pelancong seperti kami, sehingga tak berselang lama, kami diperkenalkan dengan seorang pemandu bernama Masdari.   Setelah berbincang-bincang termasuk menanyakan perihal biaya jasa guide akhirnya kami berangkat. Sebagai catatan, tarif guide ke Puncak atau Gunung Pahiyangan sekali naik adalah Rp. 100.000 rupiah, jika ingin ke Air Terjun Minanga maka tarif tambahan juga sebesar Rp. 100.000 rupiah. Namun, biaya ini tidak selalu baku artinya pada kondisi tertentu dan keahlian nego anda, tarif bisa saja lebih murah. So, buat kalian yang low budget dan berangkat dalam tim kecil silahkan coba di nego, siapa tau anda juga beruntung seperti kami.
gunung pahiyangan aranio, kabupaten banjar
Peristirahatan Kedua, sebelum menjajal trek terakhir menuju puncak bukit Pahiyangan
Trek menuju Bukit atau Gunung Pahiyangan berada diseberang sungai, untuk menyeberanginya biasa menggunakan perahu motor atau kelotok kecil. Sebaiknya jangan coba-coba menyeberang dengan berenang ya, karena menurut guide kami di sungai ini ada buayanya, terutama saat air dalam. Setelah menyeberangi sungai, kita akan memasuki areal landai dengan pepohonan yang cukup teduh, diikuti jalan setapak yang cukup terbuka mulai menanjak. Meski kemiringannya tidak seberapa, namun berjalan ditengah terik matahari cukup menguras fisik. Di sini ada batu besar yang menjadi chek point pertama sebagai tempat beristirahat. 
Objek wisata gunung pahiyangan
View dari Puncak Bukit Pahiyangan
Jalur berikutnya semakin menguras stamina, dimana kemiringan trek sudah hampir mencapai 45 derajat. Kanopi pepohonan yang cukup rapat dan meneduhkan tak mampu membendung tubuh untuk tetap berkeringat. Saya dan Ari beberapa kali harus berhenti sejenak mengambil nafas sebelum kembali melanjutkan langkah. Tempat peristirahatan kedua kami adalah sebuah pohon dengan tajuk yang cukup lebat. Jika di titik perhentian pertama kami hanya beristirahat sekitar lima menit, di sini kami masih perlu tambahan beberapa menit lagi untuk menghimpun tenaga melanjutkan trek terakhir.
Meski dari segi jarak, trek terakhir tidaklah terlampau jauh namun tingkat kesulitannya  terbilang lumayan terutama untuk pemula. Selain kemiringannya rata-rata di atas 45 derajat, pagar pengamannya pun masih sangat minim padahal di beberapa titik, sisi kanan jalur hanya beberapa puluh centimeter dari jurang. Walaupun tertatih-tatih, tim kami berhasil tiba di puncak dengan torehan waktu satu jam. Waktu tempuh ini adalah waktu  rata-rata, jadi ibarat lomba meski pemula kami masih berada diperingkat tengah.
objek wisata air terjun minanga
Spot Foto Gunung Pahiyangan, Desa Rantau Balai Kecamatan Aranio
Puncak bukit atau gunung Pahiyangan adalah spot wisata alam yang menyuguhkan view atau pemandangan alam. Melalui puncak bukit atau gunung ini, kita bisa menikmati pemandangan Waduk Riam Kanan, sungai serta hutan yang berada di sekitar. Jika beruntung kita juga dapat melihat burung Enggang atau Rangkong melalui atas puncak bukit ini. Sayangnya saat kedatangan kami, kawasan ini sedikit berkabut/asap. Sehingga keindahan pemandangan alam sedikit berkurang.
taksi menuju rantau balai
Rumah Pohon di Puncak Bukit Pahiyangan

BUkit Pahiyangan
Spot Foto di Puncak Gunung Pahiyangan
Berkaca dari kondisi ketika mendaki bukit Pahiyangan, sesungguhnya saya pesimis bisa melanjutkan ke Air Terjun Minanga, tetapi entah bagaimana setelah beristirahat di rumah pohon di puncak bukit ini, dan menyantap bekal yang kami bawa stamina saya rasanya pulih seperti sedia kala. Akhirnya keputusan kami bulat untuk tetap menuju Air Terjun Minanga.
rute menuju air terjun minanga
Lokasi air terjun Minanga, Aranio, Kab. Banjar
Rute menuju air terjun tersebut ternyata relatif lebih ringan dibandingkan menuju puncak bukit. Setelah menuruni bukit kembali melalui jalur yang sama kira-kira setengah jalan kami tiba dipersimpangan dan mengambil jalur ke kanan. Treknya relatif landai dan teduh. Setelah melewati beberapa aliran mata air serta satu turunan dan trek menanjak, kami tiba di Air Terjun Minanga. Sebenarnya, saat di desa kami sudah di ingatkan bahwa saat ini debit Air Terjun Minanga sedang kecil karena tidak ada hujan dalam beberapa waktu terakhir. Jadi, kami tidak terlalu kecewa saat berada tepat di bawah air terjun yang hanya mengalirkan sedikit air ini. Adapun kenapa kami tetap melanjutkan hanya karena ingin menjawab rasa penasaran dan melihat langsung.
objek wisata air terjun di aranio
Lokasi Air Terjun Minanga
Tiga teman saya langsung mandi di bawah guyuran air terjun, sedangkan saya memilih menjadi fotografer saja. Di lihat dari penampilannya, Air Terjun Minanga memang cukup wow jika debit airnya cukup deras. Jika datang di musim penghujan tentunya dapat melihat keindahan penuh dari air terjun ini, tetapi barangkali trek yang mungkin licin juga akan menjadi lebih berat dari sekarang.

Tips bagi anda yang ingin Ngetrip ke Bukit Pahiyangan dan Air Terjun Minanga

      1. Buat rencana yang matang, apakah ingin Pulang Pergi atau menginap.
2. Jika menginap, sebaiknya siapkan tenda meskipun melalui guide bisa meminjam terpal sebagai tenda darurat.
 3. Cek dan periksa kondisi kendaraan anda baik menggunakan motor atau mobil
4. Jika ingin menikmati air terjun Minanga sebaiknya pada bulan-bulan yang curah hujannya sedang, tidak sedang musim kemarau
5. Persiapkan fisik, terutama bagi anda pendaki pemula
6. Bawa bekal dan barang secukupnya saja saat ke puncak Pahiyangan.
Baca SelengkapnyaNgetrip Ke Bukit Pahiyangan dan Air Terjun Minanga
mjumani, Updated at: Rabu, Juli 11, 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Pengumuman Hasil UTN Sertifikasi PLPG 2017 (catatan kecil)

Mjumani.net - Pagi ini hujan dari subuh masih menyisakan rintik-rintik, ingin rasanya menambah beberapa menit lagi tempat tidur. Tapi, sedari tadi handphone ku berulang kali bergetar, isyarat ada beberapa notifikasi WA yang menunggu untuk dibaca. Aku memang terbiasa menyeting ponsel hanya getar, menjadi orang pelupa adalah salah satu sebabnya. Masih lekat rasanya di ingatan ketika aku dipermalukan yang namanya nada dering. Kala itu aku menonton acara syuting live acara talkshow interaktif. Ruang pengambilan "gambar" itu sangat sempit, rasanya  tak jauh lebih luas dari ruang tengah rumahku. Penanggung jawab acara telah memperingatkan sebelum masuk untuk menonaktifkan nada dering, sebelum acara live di mulai. Aku mengambil gawaiku, lalu menyentuh menu pengaturan nada dering dan menyetingya off. Namun apa hendak dikata, hari itu entah kesialan dari mana yang menghinggapi, sehingga aku ibarat mencoreng arang dimuka sendiri. Ya. Sejak itulah HP ku lebih banyak silent. Bukankah juga ada pepatah mengatakan bahwa "Diam itu emas",?.
Link Pengumuman tes UTN 2017
PLPG Biologi 2017 UPR

Aku membuka kunci lalu menggeser-geser "layar", membaca beberapa notifikasi. Umumnya adalah notifikasi grup. Ada beberapa grup yang aku ikuti, mulai dari grup alumni sekolah dan teman semasa kuliah, grup para penulis (walaupun rasanya malu, karena belum ada satu buku pun yang di tulis), bahkan grup-grup yang mungkin bagi sebagian orang tidak terlalu penting, misalnya grup teman satu aliansi game online atau grup sehobi. Di antara grup tersebut salah satunya adalah grup alumni PLPG 2017. Grup yang anggotanya memang tidak banyak, tetapi mereka adalah orang-orang istimewa. Orang-orang cerdas dengan pengetahuan yang luar biasa. Ketika pertama kali bertemu, aku minder luar biasa. Beruntung, tidak hanya memiliki intelektualitas, mereka juga memiliki pribadi yang rendah hati dan bersahabat. 

Meski tidak menampakan, sesungguhnya aku juga merasakan sedikit kegelisahan. Kegelisahan tentang apa yang ramai mereka perbincangkan di grup, "Kelulusan UTN". Aku memahami betul, tidak hanya semata karena perjuangannya untuk melewatinya, tetapi ada banyak hal yang membuat banyak guru rela mengorbankan banyak hal untuk meraihnya. Aku tidak ingin mengesampingkan perjuangan angkatan lain dalam menyelesaikan "misi" ini, tetapi cerita menyayat hati (maaf di lebaykan sedikit) juga pasti ada di angkatan kami. Mulai dari serangan monster tikus, antrian air mandi, hingga kehilangan gadget kesayangan. Memang terdengar seperti sebuah keranjang penderitaan, tetapi seorang teman pernah berkata, tanpa penderitaan semua akan mudah terlupakan. Dia percaya jika sesuatu itu di gapai dengan mudah, maka ia akan hilang dengan mudah pula.  Sesuatu yang di lalui dengan pahit akan melahirkan cerita yang sengit. Entah mengapa aku merasa ada benarnya, hanya saja cerita sengit itu baru akan terasa setelah semua di lalui.

Sejauh yang ku tahu, sejak diberlakukan program sertifikasi pada tahun 2005. Para pendidik seperti mendapat angin segar, mereka mulai memiliki harapan bahwa pekerjaan yang kini disebut-sebut sebagai salah satu profesi yang mulia ini mulai dihargai. Walaupun pada kenyataannya, harapan itu tidak sepenuhnya nyata. Hanya ada sebagian kecil, dan itupun penuh lika-liku. Namun demikian, kita tentu percaya. Bahwa pemerintah, kementrian-kementriannya tidaklah tutup mata. Kita juga hendaknya percaya bahwa, mereka telah memikirkan banyak cara agar semua guru sejahtera. Semoga!.

Sebuah link yang dishare  pak Arief, menjadi fokus perhatian ku. Pa Arief adalah salah satu orang hebat yang aku temui selama di pelatihan. Tidak hanya berwawasan luas, Ia juga tangkas dan peduli. "Ketua kelas" kami itu sangat ringan tangan. Kawan-kawan pun mengenalnya sebagai pribadi yang menghargai waktu, ia selalu datang lebih awal. Sungguh pribadi yang sangat pantas menjadi seorang leader

Saat pulang kampung seperti sekarang, aku seperti bermanja pada dunia gadget dan internet. Aku menganggapnya sebuah anugerah, yang hanya bisa ku nikmati beberapa kali dalam setahun. Setidaknya sejak empat tahun terakhir, ketika aku memasuki babak "Jumanji" dalam kehidupanku. Jauh dan terasing, tidak hanya menciptakan jarak tetapi juga menjadi pemisah ruang dan waktu bagi kehidupanku sebelumnya. Namun selalu mengatakan, bahwa aku menikmatinya. 

Dari link yang dibagikan kawan luar biasaku itu, aku menuju sebuah laman web. Laman itu sangat sederhana, latarnya hanya putih, hanya ada dua kolom input, yang pertama untuk memasukan nomor NUPT dan yang kedua untuk memasukan data nomor peserta. Di bagian atas kolom input tersebut terdapat tulisan besar "Hasil UTN Kemendikbud dan Kemenag Tahun 2017 (peserta PLPG tahun 2017 atau tahun 2016 yang mengulang) Informasi Kelulusan Universitas Negeri Malang, Universitas Palangkaraya, dan Universitas Borneo Tarakan Hanya Melalui Website Ini (http://psg15.um.ac.id/pengumuman)."
Website pengumuman hasil UTN 2017
Alamat Penguman hasil tes UTN 2017

Aku meraih tas berkas yang berada tak jauh, merogoh selembar kertas kecil bertuliskan "kartu perserta Ujian Tulis Nasional 2017". Jari-jemariku mulai lincah menyentuh angka demi angka, memasukan data yang diperlukan, NUPT dan Nomor Peserta. lalu mengklik "lanjutkan". Aku merasakan waktu terasa melambat, membiarkan mata mengeja huruf demi huruf, menelaah kata demi kata. Pandanganku terhenti pada dua kata di baris delapan, "Hasil Sertifikasi", ku amati lekat-lekat tulisan di sebelah kanannya. Dua kata yang aku yakin telah di tunggu ribuan kawan senasib, bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun lamanya. Kata sakti "LULUS UTN".

Alhamdulillah, Puji Syukur Kehadirat Allah, karena aku yakin "keberhasilan" ini adalah atas kehendak dan seijin-Nya. Maka aku juga yakin dan percaya, kepada kawan-kawan yang belum berhasil kali ini, Dia telah menyiapkan jalan lain untuk keberhasilan kalian. Jangan pernah menyerah, dan yakinlah seperti yang telah di sampaikan oleh salah satu mentor kita, bahwa hidup ini sesungguhnya terlalu sempit jika hanya di nilai dengan selembar kertas. Hidup adalah perjuangan yang membutuhkan keberanian, keyakinan dan harapan. Berhasil itu adalah kata yang relatif, tergantung dari sudut pandang dan ada banyak ketidaksamaan antar setiap orang. 

Terimakasih kepada mentor  Bu Titin Purnaningsih dan Bapak Yohanes Edi Gunawan yang telah memberikan ilmu dan membuka wawasan, serta  sahabat-sahabat seperjuangan, atas kerjasama dan pengalamannya. Kalian adalah pribadi hebat. 


Baca SelengkapnyaPengumuman Hasil UTN Sertifikasi PLPG 2017 (catatan kecil)
mjumani, Updated at: Sabtu, Desember 30, 2017

Selasa, 26 Desember 2017

KONTROL DEMOKRASI PERWAKILAN DAN HILANGNYA REVOLUSI

Setiap manusia didunia menginginkan terpenuhinya kebutuhan yang adil dan makmur serta memperoleh hak hidup yang layak sesuai jenis kebutuhan dan kemampuanya, dengan kata lain manusia memperoleh kebutuhan itu dari kemampuan diri dan orang lain sebagai bentuk kerjasama dan saling membantu dalam wilayah sosial, kebutuhan yang adil dan makmur ini adalah tujuan utama setiap mahluk hidup didunia.

Perkembangan kebutuhan manusia tidak terlepas dari hasil produksi dan perjuangan klas tertindas dalam hal inimassa rakyat sebagai pelaku utama perubahan(Revolusi), massa rakyak melakukan perjuangan atas ketidak adilan dalam suatu wilayah dengan bersuara dan melawan sebuah sistem perbudakan. Sistem perbudakan disuatu wilayah seiring mengalirnya historis akan berubah dan berkembang dengan sendirinya. Model perbudakan dewasa ini lebih saya katakan sebagai kematian demokrasisehingga menghilangkanRevolusi, demokrasi yang dibanggakan oleh mereka hanyalah sistem semu yang nampak namun tidak bergerak dan berkembang, seperti halnya sebuah judul karangan yang tidak sesuai dengan isi daripada karangan tersebut, saya ibaratkan judul karanganya “Hak Rakyat” namun isi karanganya mengenai “Hak Negara”, dalam hal ini, negara menjanjikan hak kepada massa rakyat hanya sebagai angan-angan abstraksi semata, sedangkan untuk pemberian haknya lebih kepada orang – orang tertentu dalam sebuah negara, bahkan hak rakyat lebih diberikan kepada negara lain. Kondisi perbudakan ini juga lebih pada menanam paradikma tunduk kepada negara dengan cara manipulasi public bahwa “negara selalu benar” sehingga yang muncul adalah kematian demokrasi dan kematian ini akan berdampak pada acuh tak acuhnya dan atau apatisnya massa rakyat dalam mengawal kebijakan negara, sehingga puncaknya adalah Revolusi telah hilang.

Dalam praktek demokrasinya Indonesia sendiri menggunakan teori demokrasi perwakilan, dimana lebih kepada menggunakan kaum elit dalam menjalankan roda demokrasinya, seperti yang diungkapkan oleh Max Weber, ia mengemukakan demokrasi sebagai sebuah sistem kompetisi kelompok elite dalam masyarakat, sesuai dengan proses perubahan masyarakat modern yang semakin terpisah menurut fungsi dan peran. Dengan makin berkembangnya birokrasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sistem pembagian kerja modern, maka tidak mungkin lagi membuat suatu sistem pemerintahan yang betul-betul mampu secara langsung mengakomodasi kepentingan massa rakyat keseluruhan. Menurut Weber, Demokrasi yang efektif adalah melalui perwakilan dan dijalankan oleh mereka yang memiliki kemampuan, oleh karenanya pada hakekatnya demokrasi modern adalah kompetisi kaum elit.Weber mengungkapkan demokrasi adalah upaya penciptaan kepemimpinan politik efektif dalam masyarakat birokratis modern. Kondisi itu baru tercipta jika rakyat hanya memiliki sedikit pengaruh dalam pengambilan kebijakan. “Keengganan rakyat” dibutuhkan dalam pengertian bahwa kontrol terhadap demokrasi serta partisipasi dianggap tidak bisa tercapai dan tidak realistis. Karena itu, teori ini mengakui bahwa demokrasi akan bekerja dengan sempurna apabila di dalamnya masyarakat secara umum tidak berpartisipasi secara aktif dalam setiap pengambilan kebijakan. Selain itu, keengganan rakyat tidak dilihat sebagai hal buruk, malahan justru menjadi petunjuk bagi tingginya tingkat derajat kepercayaan terhadap pemimpin politik dan merupakan tanda kepuasan dasar dari pemilih dan pewakil.

Demokrasi Perwakilan Max Weber tidak lebih baik jika kontrol massa rakyatdi minimalisir dan memiliki sedikit pengaruh terhadap jalanya demokrasi dibenarkan. Seharusnya yang perlu di pertegas adalah kontrol rakyat terhadap perwakilan yang mereka utus untuk membawa kepentingan massa rakyat, kepentingan massa rakyat harus diutamakan dalam perjalanan demokrasi yang diharapkan, supaya tidak adanya diskriminasi dan pembohongan kekuasaan. Dikarenakan kondisi di Indonesia saat ini adalah manipulasi kaum elit terutama perwakilan massa rakyatdengan selalu menipu lewat korupsi dan kolusi yang mereka lakukan, sehingga rakyat merasa tidak dilibatkan dalam hal berpolitik dan bernegara. Memang dalam kenyataanya kebijakan itu harus atas dasar keputusan perwakilan, namun setidaknya rakyat harus bisa mengontrol kembali siapa dan bagaimana orang yang mereka pilih, sehingga perlu adanya keterbukaan public dalam segala ketentuan dan kebijakan yang telah diputuskan oleh sang pewakil.

Di Indonesia sendiri memiliki perwakilan dari massa rakyat atau biasa disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai manisfestasi dari suara-suara perjuangan massa rakyat, kepercayaan massa rakyat terhadap DPR sudah tidak ada lagi, karna kebanyakan dari kasus – kasus korupsi selalu menjerat DPR yang memang notabenenya diutus oleh massa rakyat melalui pemilihan umum, kondisi ini seharusnya menjadi contoh bagimassa rakyat sebagai upaya memperjuangkan dan merubah tata aturan demokrasi, dengan cara pengontrolan dan evaluasi perwakilan.Namun, kenyataan yang terjadi lebih memilukan hati,dikarenakan sebagian besar massa rakyat menganggap kebiasaan yang salah ini sebagai bentuk kekuasaan mutlak dari mereka (DPR), padahal kenyataanya merekalah yang memilih seorang perwakilan ini untuk dijadikan kaum elit dalam hal ini DPR. Bahasa yang sering didengar ketika korupsi itu terjadi adalah ”biarkan tuhan yang menghukum mereka.” Ungkapnya. Suara – suara sebagian besarmassa rakyatini lebih kepada membebankan hukuman itu kepada tuhan, tanpa ada sedikitpun perjuangan dengan perlawanan dan kontrol perwakilan, dan lagi – lagi revolusi yang diharapkanpun telah hilang.

Sudah saatnya massa rakyat sadar dengan perbudakan modern ini, supaya membentuk dan atau mengubah masa depan yang lebih bercahaya dengan membangkitkan gairah perlawanan dengan cara lebih mengontrol dan mengevaluasi para pewakil yang telah mereka pilih, dan sudah saatnya massa rakyat sadar akan pentingnya penyatuan gerakan perubahan untuk menciptakan tatanan massa rakyat yang baru tanpa perbudakan,elienasi, eksploitasi, bahkan kebohongan para elit ini.

Artikel kiriman dari Ilmidin Majid
Isi menjadi tanggung jawab pengirim.


Baca SelengkapnyaKONTROL DEMOKRASI PERWAKILAN DAN HILANGNYA REVOLUSI
mjumani, Updated at: Selasa, Desember 26, 2017
 

mjumanion