Minggu, 21 Desember 2014

Negara Dengan Keanekaragaman Hayati Tertinggi di Dunia

Sebagai negera kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki sekitar 18.110 pulau yang membentang dari barat ke timur  sepanjang kurang lebih 5.100km.  Dengan kekayaan alam yang luar biasa, setidaknya ada sekitar 90 jenis ekosistem alami  dari ekosistem puncak bersalju di Jayawijaya hingga ekosistem laut dalam terdapat di Indonesia.  Beberapa contoh ekosistem yang terdapat di Indonesia antara lain :
Kekayaan Alam Indonesia

  • Ekosistem Rawa Bakau, terdapat di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua
  • Ekosistem hutan rawa air tawar dan danau, terdapat di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi
  • Ekosistem hutan basah dataran rendah ditemukan di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan
  • Ekosistem hutan meranggas kering dataran rendah, misalnya di Pulau Jawa, Bali dan Sulawesi
  • Ekosistem hutan basah pegunungan, terdapat di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua
  • Ekosistem padang rumput savanna dan padang rumput terbuka contohnya ada di Pulau Jawa, dan Nusa Tenggara
  • Ekosistem pesisir pantai dan hutan pesisir dapat ditemukan di Pulau Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara dan Sulawesi
  • Eksosistem gunung api dan kaldera dapat ditemukan di Pulau Jawa dan Sulawesi.

Selain kaya akan jenis ekosistem, Indonesia juga dikenal sebagai wilayah yang memiliki keunikan keanekaragaman hayati karena terletak diantara dua zona biogeografi yaitu zona Oriental dan zona Australia.  Dengan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa tersebut, Indonesia tercatat sebagai negarai yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia setelah Brazil.

Daftar Negara dengan Keanekaragaman hayati dan endemisme tertinggi di dunia
Negara
Nilai Keanekaragaman
hayati
Nilai Endemis
Nilai Total
Brasil
30
18
48
Indonesia
18
22
40
Kolombia
26
10
36
Australia
5
16
21
Meksiko
8
7
15
Madagaskar
2
12
14
Peru
9
3
12
Cina
7
2
9
Filipina
0
8
8
India
4
4
8
Ekuador
5
0
5
Venezuela
3
0
3


Meski hanya memiliki luas daratan sekitar 1,3% dari total jumlah daratan di dunia ;
-Indonesia memiliki sekitar 12 persen (515 jenis, 39 persen endemis) dari total jumlah jenis Mammalia di dunia (peringkat kedua di dunia)
  • Sekitar 7,3 persen (511 jenis, 150 jenis endemis) dari  total jumlah reptil di dunia (peringkat ke empat dunia)
  • menduduki peringkat kelima dengan 17 persen (1.531 jenis, 397 endemis) dari total jumlah jenis burung di dunia.
  • memiliki  270 jenis amfibi (peringkat ke enam dunia), dengan 100 diantaranya bersifat endemis.
  • Merupakan Negara peringkat ke empat dalam hal keragaman jenis primata. (ada 35 jenis),  kurang lebih 6 diantaranya adalah endemis.
  • Peringkat ke tiga dalam hal keanekaragaman jenis ikan air tawar (1400 jenis) setelah Brazil dan Kolombia.


Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia juga dikenal sebagai Negara dengan keanekaragaman tumbuhan tertinggi nomor  5 di dunia.

  • peringkat pertama keanekaragaman jenis palem (477 jenis, 255 jenis diantaranya adalah endemis)
  • memiliki lebih dari setengah total jenis pohon penghasil kayu (dipterocarpaceae) yaitu sekitar 350 jenis dan 155 jenis diantaranya merupakan endemis Kalimantan.

Baca SelengkapnyaNegara Dengan Keanekaragaman Hayati Tertinggi di Dunia
mjumani, Updated at: Minggu, Desember 21, 2014

Rabu, 17 Desember 2014

Contoh Bakteri Yang Merugikan Manusia

Antraks (Bacillus anthracis)
Antraks adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit tersebut umumnya menyerang hewan ternak herbivor, sapi, domba, kambing, unta, dsb. Infeksi antraks terjadi melalui luka pada kulit, pernapasan, dan pencernaan. Manusia dapat tertular antraks, antara lain melalui daging yang dikonsumsi dari hewan yang sakit, melalui spora yang terhirup atau melalui luka. Bakteri penyebab antraks mampu membentuk spora sehingga ia dapat bertahan hidup dalam tanah sampai 70 tahun dan dapat menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. Spora akan tumbuh menjadi sel vegetatif jika menemukan kondisi yang cocok. Spora-spora tersebut dapat diterbangkan oleh angin atau dihanyutkan oleh aliran air yang kemudian mencemari apa saja (air, pakan, rumput, atau peralatan). Kasus di Bogor (2003), terjadi karena spora terbawa banjir. Hewan ternak tertular bakteri antraks karena menelan spora yang menempel pada tanaman yang dimakan. 
Penyakit antraks memang layak dikhawatirkan karena sangat mematikan. Sapi, domba, atau kambing yang terserang akan mati dalam hitungan jam. Hewan yang mati akibat antraks harus langsung dikubur atau dibakar dan tidak boleh dilukai agarbakteri tidak menyebar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dilaporkan tingkat kematian manusia akibat antraks mencapai 18% (dari 100 kasus, 18 penderita meninggal).
Bakteri pada makanan kaleng
Bakteri Clostridium

Botulisme (Clostridium botulinum)
Botulisme adalah suatu penyakit kelumpuhan serius yang jarang terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh racun atau toksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum). Bakteri gram positif ini dapat membentuk spora sehingga tahan terhadap panas. Clostridium botulinum bersifat motil, memiliki flagella peritrik, dan merupakan bakteri anaerob obligat. Kemampuannya membentuk spora (endospora) membuatnya mampu bertahan hidup dalam fase dorman  sampai menemukan kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Ia dapat ditemukan pada makanan kaleng yang sudah kadaluarsa, dengan cirri-ciri kalengnya sudah menggembung dan rusak.
Racun botulinum merupakan racun kuat, daya racunnya bahkan termasuk yang paling kuat yang pernah diketahui.  Racun seberat kurang dari 2mg dapat membunuh orang seberat 98 kg. Dengan kata lain, 1 gram racun  dapat membunuh kurang lebih 7,5 juta orang dewasa. Racun botulinum bersifat neurotoksik (menyerang saraf). Jika seseorang keracunan maka ia akan menunjukan gejala muntah-muntah, sulit menelan, mulut kering, kesukaran gerak mata, diplopia (pandangan ganda), kelumpuhan faring, disfonia (sulit bicara), pernapasan terganggu,  dan lama-kelamaan denyut jantung berhenti sehingga menimbulkan kematian. 

Jenis-jenis bakteri yang merugikan manusia
Berikut contoh jenis  bakteri dan penyakit yang di timbulkan

  1. Corynebacterium diphtheriaae (penyebab penyakit dipteri)
  2. Virbrio cholerae (penyebab penyakit kolera)
  3. Staphylococcus aureus (pathogen pada kulit dan jaringan lunak)
  4. Streptococcus pyogenes (penyebab penyakit faringistis)
  5. Streptococcus pneumonia, (penyebab penyakit paru-paru)
  6. Streptococcus agalactiae (penyebab penyakit meningitis)
  7. Salmonella typhi (penyebab penyakti tifus)
  8. Haemophillus influenza (penyebab penyakit bronkitis)
  9. Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit gonorea)
  10. Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC)
  11. Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis)


Baca SelengkapnyaContoh Bakteri Yang Merugikan Manusia
mjumani, Updated at: Rabu, Desember 17, 2014

Batu Akik, Jenis, Khasiat dan Tokoh Yang Pernah Memakainya

Jenis, khasiat dan popularitas batu akik (batu mulia) sebagai salah satu perhiasan belakangan semakin ramai diperbincangkan. Bahkan meski admin sendiri pernah memiliki salah satu jenisnya, jujur saja wawasan dan sedikit pengetahuan mengenai potensi dan kekayaan ragam jenis batu akik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia baru terbuka setelah menonton tayangan ILK (16/12/2014). 
nama-nama batu akik indonesia
Nama/jenis batu mulia (batu akik)

Jenis-jenis Batu Akik (batu mulia)
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jenis batu permata (batu akik) terbesar di dunia. Sayangnya potensi tersebut masih belum dioptimalkan. Berikut beberapa jenis batu akik (perhiasan) yang sudah sangat populer.
  1. Batu Bacan, 
  2. Batu cincin Safir
  3. Zamrud (Emerald)
  4. Ruby
  5. Batu Opal (Kalimaya)
  6. Batu Sungai Dareh
  7. Batu Kecubung (Amethyst)
  8. Batu Lavender
  9. Batu Mirah Delima

Khasiat/Manfaat Batu Akik
Bagi sebagian penggemar batu akik, memiliki batu tersebut tidak semata-mata hanya karena keindahan atau nilai jualnya saja tetapi juga untuk tujuan tertentu. Mereka percaya kebanyakan  jenis batu akik memiliki khasiat atau manfaat bagi pemakainya misalnya untuk kesehatan, kelancaran karir, memancarkan aura positif , hoki atau keberuntungan dan sebagainya.

Beberapa tokoh yang memakai cincin batu akik
Ketenaran batu akik memang tidak hanya populer di Indonesia tetapi juga di manca negara. Bahkan beberapa tokoh ternama mengenakan batu cincin akik ini, beberapa tokoh tersebut antara lain ;
  1. Susilo Bambang Yudhoyono (mantan presiden Indonesia), diduga menggunakan cincin jenis batu akik Sungai Dareh (Sumatra Selatan), namun ada pula yang menduga yang dikenakan adalah cincin batu akik Bacan sama halnya dengan yang di pakai Barack Obama
  2. Barack Obama (Presiden Amerika Serikat), di duga cincin yang dipakainya adalah batu akik Bacan (dari Halmahera Selatan)
  3. Pangeran Charles, mengenakan batu cincin panca warna
  4. Presiden Soekarno dan Soeharto, pemakai cincin batu Mirah Delima
  5. Gus Dur, batu jamrud hijau
  6. Megawati memakai black safir
  7. B.J Habibie pemakai batu berlian
Tips Untuk Penggemar/pehobi Batu Mulia pemula

Bagi pemula yang ingin terjun menjadi penggemar atau pehobi batu mulia/batu akik tidakl cukup hanya dengan belajar autodidak. Pelatihan atau workshop, atau membaca dari buku/literatur mutlak diperlukan. Mengingat saat ini banyak beredar batu mulia imitasi dan sintetis yang jika tidak dicermati secara detail tampak sama dengan yang murni atau asli dari alam. Sebagai bahan acuan, sebuah batu mulia akan memiliki nilai atau harga tinggi jika memenuhi satu atau beberapa katagori antara lain sebagai berikut ;
  • Warna, eye catching
  • Kemilau, laster
  • Clarity, kebersih
  • Dimensi, besar, bentukan,  tidak ada retakan
Semoga bermanfaat untuk anda !

Baca SelengkapnyaBatu Akik, Jenis, Khasiat dan Tokoh Yang Pernah Memakainya
mjumani, Updated at: Rabu, Desember 17, 2014

Archaebacteria, Klasifikasi dan Contohnya

Metanogen
Merupakan kelompok Archaebacteria yang mampu menghasilkan metan (CH4) dari karbon dioksida (CO2) atau hydrogen (H2). Metanogen menggunakan hydrogen sebagai sumber energy dan karbon dioksida sebagai sumber karbon pertumbuhannya. Dalam proses pembentukan gas metan itu, dihasilkan energi (ATP). Reaksinya sebagai berikut :

4H2 --> CH4 + 2H2O + ATP
Metanogen merupakan organism anaerob obligat. Secara alami, mereka hidup di kubangan, rawa, tempat pembuangan limbah, dan saluran pencernaan hewan termasuk manusia, disebut gas intestinal. Karena menghasilkan gas metan, metanogen digunakan dalam bidang industry untuk mengolah limbah dan memurnikan air. Metanogen dapat dieksploitasi untuk menghasilkan energi dari bahan-bahan limbah. Gas metan banyak dihasilkan selama proses pengolahan limbah industri, tetapi gas tersebut lebih banyak terbuang dari di manfaatkan. Beberapa contoh metanogen, antara lain Methanobacterium, Methanosarcina, Methanococcus, Methanopyrus, dan Methanospirilium.
Methanosarcina mazei  contoh Kelompok Erchaebacteria Metanogen
(mampu menghasilkan Gas Metan)

Ekstrem halofil
Jenis ini meliputi Archaebacteria yang hidup di lingkungan alami berkadar garam tinggi (mengandung 25 % NaCl), misalnya Laut Mati, dan Danau Great Salt, atau di ladang-ladang pembuatan garam. Mereka tidak dapat hidup di lingkungan yang berkadar garam rendah karena garam diperlukan guna membangkitkan energi (ATP) untuk pertumbuhannya. Ion-ion Na +  dalam garam (NaCl) menstabilkan dinding sel, ribosom, dan enzimnya.

Halobacterium halobium, yaitu suatu jenis Archaebacteria ekstrem halofil yang hidup di Danau Great Salt, beradaptasi dengan lingkungan berkadar garam tinggi dengan cara membentuk “membrane ungu”, yaitu pigmen penangkap cahaya yang terdapat di membrane plasmanya. Pigmen itu sejenis rodopsin dan disebut bakteriorodopsin. Organisme ini merupakan heterotrof yang melakukan respirasi aerob. Konsentrasi NaCl yang tinggi membatasi ketersediaan oksigen untuk respirasi guna menghasilkan ATP. Karenanya, mereka mampu menambah kapasitas produksi ATP dengan cara mengubah energy cahaya menjadi ATP dengan menggunakan bakteriorodopsin. Contoh ekstrem halofil lainnya adalah Natronobacterium, Halococus, Haloferax, Halobacterium salinarum, dan Haloarcula.

Termoasidofil
Termoasidofil adalah kelompok Archaebacteria yang hidup dilingkungan bersuhu sangat tinggi (80-110 derajat Celcius), ber-pH rendah (kurang dari 2) atau asam, dan mengandung belerang (sulfur). Beberapa anggotanya hidup di kawah gunung berapa atau mata air panas yang bersuhu di atas 100 derajat celcius. Contohnya Sulfulobus, Thermoproteus, dan Pyrobaculum. Sementara itu, jenis Pyrodictium, Pyrococus, dan Archaeoglobus hidup di sumur hidrotermal di dasar laut yang juga bersuhu diatas 100 derajat celcius. Organisme-organisme tersebut memerlukan suhu tinggi untuk pertumbuhannya. Membran dan enzim-enzimnya stabil pada suhu tinggi. Sebagian besar Archaebacteria golongan ini juga memerlukan sulfur untuk pertumbuhannya. Beberapa jenis merupakan organisme anaerob. Beberapa jenis lainnya mengoksidasi sulfur sebagai sumber energinya. Jenis Sulfolobus merupakan Archaebacteria termoasidofil pertama yang ditemukan oleh Thomas D. Brock dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat pada tahun 1970. Sulfolobus ditemukan di mata air panas di Taman Nasional Yellow stone, Amerika Serikat.

Baca SelengkapnyaArchaebacteria, Klasifikasi dan Contohnya
mjumani, Updated at: Rabu, Desember 17, 2014

Selasa, 16 Desember 2014

Jamur, Senjata Baru Untuk Melawan Malaria

Sejenis jamur asal Afrika Timur dapat digunakan sebagai senjata baru dalam perang melawan malaria. Begitu menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Belanda, Tanzania, dan Inggris. Dalam presentasinya pada konferensi Malaria pan-Afrika di Yaounde, Kamerun, Afrika, tim tersebut mengatakan teknik mereka ini dapat mengurang kasus malaria secara signifikan. Alasannya, jamur menginfeksi serangga, termasuk nyamuk pembawa malaria, akan secara cepat membunuh serangga itu.  Penelitian menunjukan bahwa sejenis jamur asli Afrika Timur dapat menginfeksi nyamuk dan mengurangi dua pertiga usianya sehingga nyamuk hanya hidup selama tujuh hari. 
Nyamuk perantara penyebar malaria

Profesor Willem Takken dari Universitas Wagening, Belanda mengatakan jamur itu juga mencegah nyamuk menyebarkan parasit malaria pada manusia “Begitu nyamuk terinfeksi, ia akan menghentikan kebiasaannya mengisap air atau cairan lain, tetapi tidak lagi menginginkan darah. Nyamuk yang terinfeksi jamur ini tidak lagi dapat mengembangkan parasit malaria dalam tubuhnya” papar  Takken.

Penelitian tersebut dilakukan di Tanzania. Di sana para peneliti menutup 20% permukaan yang sering di hinggapi nyamuk dengan kain berjamur. Hasilnya, penyebaran malaria turun hingga 76%. Mereka yakin cara tersebut dapat dijadikan senjata ampuh melawan malaria karena spora jamur dapat dijadikan senjata ampuh melawan malaria karena spora jamur dapat di tumbuhkan pada tepung beras. Dalam waktu empat tahun ke depan, metode ini dapat menggantikan insektisida untuk membasmi nyamuk. Jika saat ini 80% nyamuk tidak lagi mati karena senyawa yang ada di dalam pestisida, pada penggunaan jamur hal itu tidak akan terjadi. “ Jamur ini tidak akan menjadi nyamuk kebal karena mampu menyerang beberapa gen berbeda dalam tubuh serangga itu, “ ujar Takken.

Di kutip dari www.bbc.co.uk

Baca SelengkapnyaJamur, Senjata Baru Untuk Melawan Malaria
mjumani, Updated at: Selasa, Desember 16, 2014

Senin, 15 Desember 2014

Penemuan 361 spesies baru di Kalimantan

Dalam kurun waktu 10 tahun (1994-2004) ilmuwan menemukan sedikitnya 361 spesies baru di Kalimantan (Borneo), pulau terbesar ketiga di dunia yang merupakan bagian dari wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Penemuan yang dimuat dalam laporan WWF (World Wide Found) berjudul Borneo’s Lost World : Newly Discovered Species on Borneo,  yang diluncurkan pada saat Heart of Borneo Scientific Conference di Leiden, Belanda, 25 April 2005.
penemuan flora dan fauna di kalimantan
Orangutan Kalimantan

Laporan setebal 27 halaman yang menerangkan sejumlah hasil penelitian oleh berbagai pihak itu menyebutkan, spesies baru yang telah diidentifikasi  itu terdiri atas 260 jenis  serangga, 50 jenis tumbuhan, 30 jenis ikan air tawar, 7 jenis katak, 6 jenis kepiting, 2 jenis ular dan satu jenis kodok. Menurut laporan tersebut, diperkirakan masih ribuan spesies yang belum teridentifikasi, terutama di kawasan yang mereka sebut Heart of Borneo,  yang mencakup areal dataran tinggi seluas 22 juta hectare.

Di antara spesies-spesies baru yang disebut dalam laporan itu  ada beberapa jenis anggrek yang ditemukan di Sabah dan Serawak pada ketinggian 130-1.700 meter diatas permukaan laut. Tiga diantaranya adalah Mitrephora vittata, Phodochilus marsupialis, dan Trichoglottis tinakeae. Sementara dari sungai-sungai berlumpur di Kalimantan, ilmuan menemukan berbagai jenis ikan lele, semacam Clarias microstomus, Acrochordonichystis mahakamensis, Parakysis notialis, dan Mystus impluviatus.

Salah satu temuan penting yang diungkap dalam laporan Borneo’s Lost  World terkait dengan mamalia langka orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Hasil analisis genetik menunjukan bahwa orang utan Kalimantan dan orang utan sumatera (Pongo abelli) terpisah secara geografis paling tidak 1,1 juta tahun lalu, dan sejak itu mereka masing-masing menempuh jalur evolusi yang berbeda. Penemuan itu mengukuhkan orang utan Kalimantan sebagai hewan endemis terbesar di pulau itu.

Artikel ini Disadur dari www.Kompas.com

Baca SelengkapnyaPenemuan 361 spesies baru di Kalimantan
mjumani, Updated at: Senin, Desember 15, 2014
 

mjumanion