Bertemu Moonrat di Malam Jum'at

www.mjumani.net- Pengalaman selama bertugas di Jantung Borneo pedalaman Kalimantan Tengah mencatatkan banyak cerita unik. Salah satu di antara cerita unik tersebut adalah ketika saya kedatangan tamu istimewa Tikus Bulan. Tikus Bulan atau dikenal juga dengan nama moonrat adalah hewan nokturnal menyerupai tikus (walaupun menurut wikipedia ia lebih dekat dengan landak karena masih satu famili). Meski terbilang bukan tipe hewan pemalu, aktivitasnya yang hanya pada malam hari di lantai-lantai hutan membuatnya cukup jarang ditemui. Siapa sangka, saya adalah salah satu orang beruntung yang bisa melihat dan berinteraksi dengan moonrat tanpa harus bersusah payah herping atau hunting.

Tikus Bulan atau Moonrat (kemungkinan sub spesies Echinosorex gymnura alba)

Momen langka itu terjadi Kamis malam (31/10/2019) sepulangnya mencari ikan di sungai.  Biasanya saya mengangkat jaring (rengge) pada sore hari sebelum mandi, namun pada hari itu saya terlambat karena ada aktivitas lain. Karena hari sudah terlanjur gelap saya memutuskan untuk membersihkan ikan hasil tangkapan di rumah, padahal biasanya ikan-ikan tersebut langsung dibersihkan di sungai, tepatnya di lanting tempat biasa kami mandi.

Pada awalnya tidak ada yang janggal pada kegiatan membersihkan ikan ini. Satu persatu ikan yang sehari-hari kami sebut seluang dan banta dibersihkan dengan membuang sisik dan mengeluarkan isi perutnya. Ikan-ikan tersebut dibersihkan di bilik belakang rumah yang mana  tak jauh dari sebuah lantai yang berlubang  karena telah lapuk dimakan usia.

Melalui lubang inilah, kemunculan sosok moncong putih mengagetkan saya. Mulanya saya kira hanyalah seekor tikus putih atau tikus albino, namun perbandingan ukurannya yang jauh melampaui ukuran tikus biasa saat ia menampakan seluruh tubuhnya membuat saya yakin, bahwa makhluk ini adalah Tikus Bulan. Rupanya aroma ikan segar yang saya bersihkan menarik perhatian hewan “pengendus” tersebut yang  secara kebetulan mungkin sedang berada tidak jauh.

Tentu saja, kejadian luar biasa ini tidak lupa untuk saya abadikan. Sebagai gantinya, saya harus rela kehilangan beberapa ekor ikan untuk memancing hewan ini tinggal lebih lama demi mengambil beberapa foto dan videonya.

Moonrat atau hewan dengan nama ilmiah Echinosorex gymnura adalah sejenis hewan pengerat berambut (bulu) putih-kekuningan. Terkadang terdapat sebaran rambut agak jarang yang berwarna abu-abu atau kecoklatan di sektiar punggung. Di bandingkan tikus rumah biasa, ukuran tubuh Tikus Bulan jauh lebih besar. Bahkan ukurannya nyaris sebesar  kelinci remaja. Ekornya panjang, dengan gigi-gigi tajam dan sifatnya yang rakus.

Sebagai hewan yang aktif di malam hari, moon rat memiliki mata yang kecil sehingga tidak terlalu menjadi andalannya dalam berburu makanan. Sebaliknya ia memiliki daun telinga relatif besar sehingga cukup baik dalam hal pendengaran. Namun rahasia sesungguhnya dari hewan ini ada pada indera penciumannya. Tikus bulan memiliki lubang hidung yang besar yang terletak pada moncongnya. Dengan gaya “endusan” yang khas dan cenderung berisik hewan ini dapat dengan mudah menemukan mangsa atau makanannya berkat penciumannya yang tajam saat menyusuri dasar hutan pada malam hari.

Menu favorit Tikus Bulan atau Moon Rat adalah serangga, katak, ikan, siput dan cacing. Namun ia sendiri justru jarang menjadi sasaran mangsa predator lantaran baunya yang kurang sedap. Tikus Bulan mengeluarkan aroma yang tajam dan khas dengan kandungan amonia yang tinggi. Ironisnya, meski cukup piawai mempertahankan diri dari predatornya, Ia tetap tidak luput dari ancaman. Salah satu ancaman terbesar bagi hewan ini justru manusia.

Manusia memang menjadi ancaman serius bagi hewan ini. Jerat  hanyalah salah satu dari banyak cara bagaimana manusia memburu Moonrat dan berbagai hewan lainnya untuk dikonsumsi. Selain itu aktivitas dan ulah oknum manusia yang tidak bertanggung jawab membabat dan merusak hutan juga menjadi ancaman serius khususnya Tikus Bulan Kalimantan (Echinosorex gymnura alba)

Semoga saja semakin banyak manusia yang sadar untuk lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap alam termasuk hutan dan semua makhluk di dalamnya. Karena pada hakikatnya kerusakan hutan seperti diakibatkan kebakaran yang begitu massive khususnya beberapa waktu lalu adalah bencana tidak hanya bagi flora dan fauna tetapi bagi umat manusia itu sendiri.


Manfaat Kelakai Bagi Kesehatan Tubuh

www.mjumani.net - Kelakai tanaman sejenis paku-pakuan dengan nama ilmiah Stenochlaena palustris sejatinya adalah tumbuhan liar yang banyak dijumpai terutama di daerah rawa. Masyarakat khususnya di Kalimantan sangat familiar dengan tanaman ini karena sejak dulu mereka sudah biasa memanfaatkan tanaman ini sebagai sayur. Bagi masyarakat pedasaan yang tinggal di sekitar hutan rawa atau aliran sungai Kelakai dapat diolah menjadi salah satu santapan yang nikmat. Kelakai paling sering disajikan dengan cara di tumis atau diolah menjadi sayur bening. 
Sayur Kelakai
Kelakai (Stenochlaena palustris)

Tanaman kelakai yang bisa dijadikan sayur adalah bentuk sporofit tanaman ini terutama bagian daun atau batang muda serta tanaman baru yang masih menggulung (circinate). Di beberapa daerah bagian ujung batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah juga dikonsumsi.

Kebiasaan masyarakat mengonsumsi Kelakai sebenarnya muncul secara turun temurun. Selain merupakan alternatif sayur yang bisa didapatkan secara gratis, beberapa kalangan masyarakat juga mempercayai mengkonsumsi kelakai khususnya yang berdaun merah dapat "menambah darah".

Barangkali masyarakat penikmat sayur kelakai belum banyak yang mengetahui bahwa sesungguhnya tanaman liar yang dapat dengan mudah diperoleh secara gratis di pedesaan ini ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.  

Kandungan Kelakai, dari hasil penelitian Wongso mendapatkan bahwa kandungan zat bioaktif kalakai di daun adalah flavonoid sebesar 1,750 persen, streroid sebesar 1,650 persen, dan alkaloid sebesar 1,085 persen. Sementara di batang, ternyata kalakai mengandung flavonoid sebesar 3,010 persen, steroid sebesar 2,583 persen dan alkaloid sebesar 3,817 persen.
Tumbuhan Kelakai  mengandung zat bioaktif yang bersifat seperti anti oksidan seperti vitamin C, vitamin A, dan flavonoid. Zat bioaktif tersebut bekerja secara sinergis dengan makanisme antara lain dengan mengikat ion logam, radikal hidroksin dan oksigen singlet sebagai penghambat penuaan.

SMS Banking Bank Kalteng Gangguan, Ini Tipsnya

Gangguan pada layanan SMS Banking Bank Kalteng baik melalui sms ataupun aplikasi khususnya layanan Transfer Antar Bank selama beberapa hari ini mungkin membuat beberapa penggunanya kebingungan. Pasalnya aplikasi SMS banking masih dapat melayani pengecekan saldo, data mutasi dan beberapa layanan lainnya namun saat digunakan untuk transfer antar bank, keduanya tidak memberikan respon.

transfer antar bank sms banking bank kalteng
Kode USSD sebagai alternatif Transfer Antar Bank 

Awalnya admin hanya mencoba mentransfer ke BRI namun setelah beberapa kali tidak ada respon, akhirnya di coba ke Mandiri, tetapi lagi-lagi hasilnya sama. Perintah yang dimasukan melalui ke 3125 ataupun melalui aplikasi tidak mendapatkan balasan apapun, akhirnya admin menghubungi Call Center. 

cara lain transfer antar bank menggunakan sms banking
Memilih Index rekening yang akan digunakan untuk melakukan transfer

Berdasarkan arahan operator, diminta untuk mencoba layanan menggunakan kode USSD yaitu dengan mengetikan *141*125# kemudian mengikuti instruksi selanjutnya.Setelah menekan panggil/call maka kita akan muncul halaman konfirmasi jenis layanan yang akan digunakan. Karena admin ingin melakukan layanan transfer antar bank, maka admin memasukan kode 4. Setelah terkirim maka akan muncul halaman pilih indekx rekening biasanya hanya ada dua pilihan yakni 1 (berisi nomor rekening kita), dan 9 untuk kembali (back), pilih angka 1 dan kirimkan. Balasan selanjutnya masukan kode bank tujuan transfer, setelah dikirimkan  maka langkah selanjutnya adalah masukan no rek tujuan, kemudian nominal transfer. Terakhir, masukan dua angka pin yang ditentukan secara acak. Perhatikan urutan angka pin yang diminta agar tidak salah. Misal Pin Anda adalah 142673 maka ketika diminta pin ke 2 dan ke 5 berarti yang harus dimasukan adalah 47. Jika salah memasukan angka pin ini tiga kali dapat menyebabkan layanan  diblokir. Jika sudah tepat, maka segera akan muncul notifikasi bahwa transfer berhasil/gagal.

gangguan sms banking
Pilih Kode Bank Tujuan Transfer Sebelum memasukan nomor rekening tujuan

Berikut ringkasan tahapan transfer antar bank pada Bank Kalteng menggunakan kode *141*125#


  1. Ketik *141*125# pada menu, lalu tekan panggil
  2. Konfirmasi layanan yang ingin digunakan (untuk transfer antar bank masukan angka 4)
  3. Pilih indeks rekening yang sesuai.
  4. Masukan kode bank tujuan transfer
  5. Masukan nomor rekening bank tujuan transfer
  6. Masukan Nominal transfer 
  7. Masukan dua digit pin yang diminta
  8. Tunggu balasan apakah transaksi anda sukses atau gagal

Demikian tips kali ini, semoga bermanfaat.

Treking Seru Ke Bukit Bengapan

Petak Malai - Nama Bukit Bengapan barang kali masih asing di telinga pegiat alam khususnya yang berasal dari luar Katingan. Hal tersebut tentunya cukup beralasan mengingat Bukit Bengapan untuk saat ini memang belum mendapat sentuhan dari pemerintah daerah ataupun instansti terkait untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam. Namun demikian, para wisatan tetap dapat menikmati keindahan sajian alam dan nuansa budaya  puncak Bukit Bengapan tentunya dengan perjalan ala Trekker atau Hiker. 
Bukit Bengapan Katingan
Pemandangan dari atas Puncak Bukit Bengapan
Bukit Bengapan, merupakan salah satu dari kawasan perbukitan sejenis Karst yang ada di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tidak jauh dari bukit ini juga terdapat Bukit Sesu yang konon masih menyimpan nuansa mistis. Jika mengikuti jalur sungai Baraoi, maka bukit ini terletak di antara dua desa yakni Desa Batu Tukan dan Desa Tumbang Tangoi.

Titik awal pendakian Bukit Bengapan berada ditepian sungai Baraoi, kurang lebih 15 menit perjalanan  dari desa terdekat yakni Batu Tukan menggunakan transportasi air berupa perahu motor yang oleh masyarakat setempat disebut alkon. Jalan setapak melewati hutan bambu masih terbilang nyaris tanpa tantangan, hanya saja perlu sedikit berhati-hati terhadap juluran batang rotan dengan duri-duri tajam yang terkadang juga dijumpai. 
Bukit Tandu
Bukit Tandu yang terlihat  dari Puncak Bukit Bengapan

Jalur hutan bambu juga terbilang pendek, yakni hanya sekitar lima menit perjalanan, akan tetapi  ada banyak "jalan palsu", yakni jalan-jalan setapak yang juga hampir sama persis dengan jalan menuju puncak bukit sehingga dapat mengecoh para trekker khususnya yang baru pertama kali kesini. Jalan-jalan palsu ini terbentuk akibat aktivitas masyarakat yang biasanya mencari rebung atau tunas bambu muda ataupun hasil hutan lainnya. Disinilah pentingnya peranan guide atau pemandu lokal, sehingga resiko tersesat dapat dihindari.

Melewati hutan bambu, jalur trekking dengan kemiringan 30 - 45 derajat mulai menguji ketahan fisik. Selain lumut, serasah atau dedaunan kering yang menutupi jalan juga membuat trek ini menjadi licin dan berisiko terpeleset jika tidak waspada. 
Puncak Bengapan
Beberapa "Keramat" Suku Dayak Setempat
Di pertengahan ketinggian bukit, tanjakan-tanjakan ekstrim semakin panjang dan sering dijumpai. Belum ada pegangan serupa tali atau rantai untuk membantu para pengunjung yang ingin menuju puncak bukit. Satu-satunya obyek yang dapat digunakan adalah batang pohon atau ranting-ranting yang memang cukup banyak di sisi kiri dan kanan trek.

Mendekati puncak, jalur trek akan terasa ringan karena selain lebih landai dan tanpa tanjakan, juga sudah banyak spot-spot untuk melihat pemandangan. Tipisnya lapisan tanah atau bahkan tidak ada membuat jenis pepohonan dan tumbuhan yang ada dibukit ini sangat khas.  

Di bagian puncak, masih terdapat beberapa jenis tumbuhan dengan batang yang tidak terlalu besar, dan berdaun kecil-kecil. Aroma daun ini diduga mengandung sejenis minyak atsiri kayu putih. Beberapa Nephentes juga dapat dijumpai, keberadaan tumbuhan insektivor ini juga menjadi indikasi minimnya nutrisi untuk tumbuh di wilayah ini.

Hanya ada sedikit ruang terbuka dibagian puncak, di ruang terbuka ini ada beberapa "keramat" milik Suku Dayak setempat. Keramat-keramat ini sudah ada sejak dulu, menurut cerita ia merupakan tempat untuk meletakan sesaji sebagai bentuk ungkapan syukur atau bayar hajat.

Selain pemandangan Bukit Sesu yang tepat bersebalahan dengan bukit ini, para pengunjung juga dapat menikmati view hamparan hutan, dan sungai serta beberapa bukit lain dari spot yang berada di sisi Selatan. Bukit Tandu, Bukit Porsane bahkan hamparan perbukitan yang diyakini Pegunungan Bukit Raya  juga dapat dilihat dari atas puncak Bukit Bengapan.

Para wisatawan atau trakker yang tertarik ingin mengunjungi Bukit Bengapan dapat menggunakan dua alternatifi pilihan transportasi yakni menaiki kendaraan pribadi ataupun menggunaan jasa travel (taksi plat hitam). 

Kendaraan Pribadi (roda 2 atau roda 4)

Berangkat dari Palangkaraya - Kasongan - Tumbang Samba (Optional) - Tumbang Kaman - Tumbang Manggu - Tumbang Baraoi dengan jarak kurang lebih 216 km (sekitar 5 jam 30 menit). Namun yan perlu menjadi catatan adalah, jalan setelah desa Tumbang Manggu masih menggunakan akses jalan milih HPH sehingga memiliki rule atau aturan khusus. Setiap kendaraan wajib mengikuti rambu-rambu lajur  mana yang harus digunakan sebelah kanan atau kiri (mengikuti arah panah). Aturan tersebut erat kaitannya dengan aktivitas truck logging milik perusahaan HPH yang aktif beroperasi. Sehingga sangat dianjurkan ditemani atau dikemudikan oleh orang yang telah memiliki pengalaman dan memahami aturan tersebut. 

Setibanya di Tumbang Baraoi, di anjurkan menginap semalam untuk memulihkan stamina. Saat ini memang belum terdapat penginapan atau home stay, namun biasanya dengan berkordinasi dengan pihak desa, ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk bermalam tamu. Keesokan harinya, melanjutkan perjalanan menggunakan perahu motor (alkon) yang di sewa/carter dari warga setempat, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 -1,5 jam. 

Sebelum menuju titik pendakian, pengunjung atau wisatawan di wajibkan lapor kepada Kepala Desa setempat, yakni Desa Batu Tukan. Selain untuk keperluan pendataan,  juga untuk mengikuti prosesi "tapung tawar" dengan harapan pengunjung diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Travel (roda 4)
Start dari Palangkaraya menuju Tumbang Samba menggunakan travel (taksi plat hitam). Biasanya biaya perorang berkisar Rp 200 ribu. Loket-loket travel dapat dengan mudah ditemukan di Palangkaraya terutama disekitar ruas jalan Cilik Riwut dan R.T. Amilono. Untuk menuju desa Tumbang Baraoi belum ada loket taksi (travel) khusus. Biasanya masyarakat atau tamu dari luar ikut menumpang mobil warga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar Samba. Mobil-mobil ini biasa sudah tiba di Tumbang Samba, sekitar pukul 10.30 Wib, dan akan kembali ke Tumbang Baraoi sekitar pukul 14.00 Wib atau lewat jika ada janji dengan penumpang atau keperluan lain. 

Karena tidak ada loket khusus, wisatawan atau masyarakat luar dapat bertanya kepada penjaga loket travel yang ada disekitar pasar Tumbang Samba. Namun ada baiknya, mendapatkan kontak sopir terlebih dahulu sebelum berencana Treking Ke Bukit Bengapan (untuk sementara karena alasan privasi, nomor beberapa sopir taksi tujuan Tumbang Samba -Tumbang Baraoi yang dimaksud tidak admin cantumkan di sini, silahkan kontak admin jika membutuhkan). Biaya jasa per penumpang sebesar Rp 100 ribu untuk sekali keberangkatan.

Seperti halnya menggunakan kendaraan pribadi, setibanya di Tumbang Baraoi, di anjurkan menginap semalam untuk memulihkan stamina. Saat ini memang belum terdapat penginapan atau home stay, namun biasanya dengan berkordinasi dengan pihak desa, ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk bermalam tamu. Salah satu keuntungan menggunakan jasa taksi masyarakat kita sudah bisa mendapatkan banyak informasi, termasuk tempat bermalam. Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya, menggunakan perahu motor (alkon) yang di sewa/carter dari warga setempat, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 -1,5 jam. 

Sebelum menuju titik pendakian, pengunjung atau wisatawan di wajibkan lapor kepada Kepala Desa setempat, yakni Desa Batu Tukan. Selain untuk keperluan pendataan,  juga untuk mengikuti prosesi "tapung tawar" dengan harapan pengunjung diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Beberapa hal yang perlu menjadi catatan jika anda berencana Hiking, Trekking atau Camping ke Bukit Bengapan.
  1. Belum ada penginapan khusus
  2. Belum ada rumah makan, atau warung makan 
  3. waktu tempuh perjalanan cukup lama sehingga perlu menyediakan waktu lebih dari sehari
  4. Biaya (taransportasi, makan, menginap, dan lain-lain)
Tonton Video Perjalanan Menuju Bukit Bengapan di Chanel Youtube Berikut :


Video Bukit Bengapan Youtube

Bagaimana, tertarik untuk Menjajal Bukit Bengapan?