Kegiatan Porseni HUT PGRI 2022

www.mjumani.net - Mengikuti kegiatan di ibukota kabupaten adalah momen yang akan selalu melahirkan cerita unik dan berkesan bagi kami-kami yang bertugas di pelosok, tak terkecuali saat berpartisipasi pada kegiatan Porseni Guru dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu. 

Porseni HUT PGRI ke 77 Kasongan

Setelah melakukan beberapa diskusi, menimbang ketersediaan kas dan keperluan lainnya dalam rapat sederhana pengurus PGRI Kecamatan Petak Malai akhirnya diputuskan bahwa PGRI Petak Malai hanya mengirim delapan perwakilan dari total 15 peserta yang diminta. Hal ini selain karena minimnya dana, juga terkait sulitnya koordinasi dengan anggota PGRI dari desa lain karena terkendala akses sinyal dan jalan. Apalagi setelah diputuskan biaya akomodasi secara garis besar akan ditanggung peserta masing-masing. 

Mengabaikan berbagai faktor lain seperti biaya akomadasi, waktu tempuh dan tenaga yang harus dikeluarkan, dengan kondisi cuaca yang masih berada pada puncak musim hujan saja sudah berhasil menggoreskan kesan tersendiri. Untuk dapat mencapai Kasongan tempat kegiatan diselenggarakan kami harus menempuh jarak tidak kurang dari 150 km. Selama proses ini yang paling menantang adalah jalan sepanjang kurang lebih 60 km dari titik start hingga desa Tumbang Manggu yang masih berupa jalan perusahaan HPH. 

Sejatinya jalan tersebut tidak diperuntukan untuk umum, jalan ini masih berupa tanah merah dan pada musim hujan ada cukup banyak titik ruas jalan yang rusak parah. Alhasil untuk dapat lolos rombongan harus berjibaku beberapa kali mendorong mobil yang amblas, bahkan kemungkinan terburuk tidak jarang untuk sampai Tumbang Manggu rombongan harus menginap ditengah jalan. Belum lagi, karena jalan ini milik perusahaan HPH yang memiliki aturan khusus maka resiko karena berbagi jalan dengan truk-truk besar pengangkut kayu log tak mungkin terhindarkan.

Kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Guru kali ini diselenggarakan oleh Panitia PGRI Kabupaten Katingan. Mengambil tempat di Gedung Kwarcab Pramuka Kab. Katingan  yang terletak di kawasan komplek perkantoran Kereng Humbang, Kasongan, even kali ini mempertandingkan empat cabang lomba yaitu Bulu Tangkis, Tenis Meja, Vocal Solo dan Melukis. 

Karena keterbatasan peserta yang berangkat, kami hanya mengikuti beberapa cabang lomba yang mungkin diikuti seperti tenis meja tunggal putra, bulu tangkis tunggal putra, bulu tangkis ganda putra dan melukis. Adapun untuk cabang vocal tunggal, karena minimnya talent dan tidak adanya persiapan maka diputuskan untuk abstain. 

Kegiatan olah raga baik Bulu Tangkis dan Tenis Meja di fokuskan di area gedung olah raga Katingan Jaya, sedangkan untuk dua lomba lainnya mengambil tempat dilokasi base camp kegiatan yakni Gedung Kwarcab Pramuka Katingan. Walaupun rencananya seluruh lomba dijadwalkan berlangsung satu hari penuh pada Kamis, 24 November 2022, semua agenda sudah selesai digelar pada pukul 03. 00 waktu setempat. 

Upacara Bendera Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke 77 menjadi aktivitas puncak sekaligus menutup rangkaian acara kali ini. 




Festival Kreativitas Budaya Anak Tabela 2022

www.mjumani.net - Tahun ini untuk pertama kalinya Festival Kreativitas Budaya Anak Tabela (FKBAT) diselenggarakan di Kota Kasongan, Kalimantan Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 4-6 Oktober 2022 ini berpusat di area sport center Katingan yang berada di seputaran komplek perkantoran Kereng Humbang. Festival ini menggelar empat cabang lomba berbasis kearifan lokal seperti Mangaruhi (menangkap ikan dengan tangan kosong), Egrang, Mandare/ manjawet tikar dari bahan purun, dan melukis ornamen.
Festival Kreativitas Budaya Anak Tabela

Ada banyak momen yang akan memberikan kesan mendalam bagi peserta yang berasal dari 13 Kecamatan di Kabupaten Katingan. Kendati lomba-lomba ini pernah digelar pada festival-festival budaya lainnya baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, namun tetap saja masih ada banyak peserta yang merupakan siswa-siswi setingkat SLTA/ SMK ini yang sama sekali belum pernah mengikuti lomba serupa atau bahkan meski sebatas hanya melihat atau menonton secara langsung, sehingga kegiatan seperti ini pastinya memang cukup efektif untuk memperkenalkan tradisi-tradisi dan budaya daerah.

Sebagai salah satu dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Katingan, Petak Malai juga mendapatkan undangan untuk mengirimkan kontingennya. Oleh karena itu walaupun dengan persiapan sangat minim, 11 peserta FKBAT hasil seleksi satu-satunya SMA di kecamatan ini yaitu SMAN 1 Petak Malai berhasil ditetapan untuk menjadi perwakilan daerah dalam bersaing dimasing-masing cabang lomba. Setiap cabang lomba wajib didampingi satu pendamping, oleh karena itu jumlah kontingen dari perwakilan sekolah berjumlah 15 orang ditambah beberapa orang dari pihak kecamatan. 

Setelah kurang lebih tiga hari jeda waktu untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi peserta dan lain-lain, tim kontingen Petak Malai berangkat pada hari Senin, 3 Oktober 2022. Momen ini juga sangat mendebarkan, karena dalam beberapa pekan terakhir intensitas hujan di wilayah ini cenderung tinggi yang berarti akan ada banyak rintangan yang siap membayangi perjalanan kali ini. 

tim kontingen petak malai
Kontingen Petak Malai FKBAT 2022
Benar saja tepat malam sebelum keberangkatan, hujan lebat mengguyur Tumbang Baraoi, titik awal keberangkatan kami. Hujan dengan cakupan area yang relatif luas secara signifikan membuat debit dua sungai yang mengapit desa ini yaitu Sungai Samba dan Sungai Baraoi melonjak dengan cepat. Kondisi ini membuat kami seolah berpacu dengan waktu, karena setiap menit yang berlalu dapat membuat nasib perjalanan semakin tidak menentu.

Setelah memastikan semua berkumpul ditempat yang disepakati yaitu di depan kantor kecamatan dan memastikan semua perbekalan lengkap termasuk konsumsi diperjalanan untuk antisipasi jika terjadi hambatan di perjalanan, rombongan akhirnya mulai bergerak sekitar pukul 09.40 menit waktu setempat. 

Benar saja, belum sampai 10 menit meninggalkan titik keberangkatan, kami sudah harus melewati rintangan pertama. Jalan desa dan jalan perusahaan HPH yang menjadi akses utama warga dengan dominasi tanah merah dan terkadang laterit akan sangat mudah menjadi becek dan berlumpur saat musim hujan apalagi jika dillintasi sejumlah kendaraan bermuatan berat.  Sebuah mobil Inova yang juga mencoba peruntungannya untuk meninggakan desa sebelum kami terperangkap di titik ruas jalan yang mengalami kerusakan. Alhasil ibarat etika yang telah menjadi tradisi, kami harus mengeluarkan mereka terlebih dahulu. Selain itu tentu saja sulit dan sangat berisiko bagi mobil kami jika tetap memaksa menerobos dengan adanya mobil lain yang menghalangi jalan. 

Lomba Mangaruhi

Lomba Mangaruhi
Lomba Mangaruhi

Ironisnya, justru setelah menarik mundur dan membebaskan  mobil yang terperangkap sebelumnya, kini malah giliran  kami yang terjebak. Sebetulnya mobil rombongan kami adalah tipe 4x4 WD, hanya saja kebetulan yang kurang tepat fungsi dobelnya sedang mengalami kendala sehingga rintangan yang sebenarnya masih tidak seberapa ini harus ditaklukan secara manual yakni dengan bantuan tenaga manusia. 


Lomba Manjawet
Lomba Mandare atau manjawet amak purun
Setelah beberapa kali upaya dan usaha gigih akhirnya perjalanan bisa kembai dilanjutkan. Selama perjalanan sesuai dugaan titik-titik yang biasa menjadi langganan banjir telah mulai tergenang. Di beberapa ruas jalan seperti yang diberi nama daerah Sungai Pilang, ketinggian air sudah selutut dan diperkirakan bahkan tidak akan dapat dilalui oleh mobil dobel sepreti Ranger atau Triton dalam hitungan waktu satu atau dua jam kedepan. 
Lomba Lukis Ornamen FKBAT
Lomba Lukis Ornamen Dayak

Meski masih ada beberapa halangan berupa ruas-ruas jalan rusak yang biasa disebut dengan "patakan', aral berikutnya yang akhirnya mampu menahan kami ada di sekitar km 25. Sebuah sungai yang melintasi ruas jalan meluap dan mencapai ketinggian sekitar sepinggang orang dewasa. Saat kami tiba, beberapa mobil sudah parkir sejak pagi atau mungkin malam hari. Kendaraan roda 4 biasa termasuk mobil pick up tidak berani mengambil resiko dan memillih untuk bertahan menunggu luapan air menyurut. Hanya beberapa mobil dobel dan truk besar yang berani dan yakin untuk melintas. 

Lomba Egrang

Juara Lomba egrang 2022
Lomba Egrang FKBAT 2022

Memastikan ketinggian air belum cukup aman, sopir rombongan memutuskan untuk bertahan setidaknya satu jam sebelum mengecek ulang ketinggian air untuk melintas. Pertimbangan ini dipilih mengingat fungsi dobel mobil yang tidak bisa digunakan. Beruntung, rombongan telah mempersiapkan diri dengan kondisi seperti ini dengan membawa bekal makanan. Tidak perlu banyak pikir, masing-masing kontingen segera mencari posisi masing-masing dan mulai mengeksekusi bekal yang disediakan karena waktu memang sudah mendekati jam makan siang.

Tidak lama berselang, seolah tuhan memahami kesulitan kami sebuah truk yang juga sedang menuju ke hilir meintas. Ide untuk meminta bantuan pun langsung muncul, dan setelah mendiskusikan beberapa teknis, mobil rombongan akhirnya memberanikan diri melintasi banjir dengan bantuan truk. Truk besar bertindak sebagai pembuka jalan sekaligus menarik dan memastikan mobil rombongan tidak akan macet ditengah banjir sebagaimana dikhawatirkan jika menerobos paksa sendirian. Dengan adanya bantuan ini, kami hanya tertahan sekitar 30 menit sebelum akhirnya bisa melanjutkan tujuan yakni kota Kasongan tempat Festival Kreativitas Budaya Anak Tabela.

Perjalanan yang biasa ditempuh kurang lebih 4-5 jam ini memakan waktu  lebih lama dari biasanya tidak hanya akibat  kendala-kendala jalan seperti banjir dan ruas jalan yang rusak, tetapi juga kendala mobil yang mengeluarkan suara berdecit nyaring. Suara tidak wajar ini diketahui berasal dari bagian yang disebut "kokel" yang berhubungan dengan fungsi dobel.

Seluruh kontingen akhirnya tiba saat sore hari di Kasongan dan langsung menuju kediaman Camat Petak Malai yang akan difungsikan sebagai "markas" kotingen selama kegiatan festival yang berlangsung hingga hari Kamis tanggal 6 Oktober 2022.

Sesuai jadwal kegiatan Teknikal Meeting (TM) dan pembukaan FKBAT  akan dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Oktober 2022.  Awalnya kami sedikit kebingungan karena tidak adanya surat edaran atau informasi papan pengumuman yang menerangkan tentang tempat pelaksanaannya. Akhirnya setelah bertanya kepada beberapa panitia barulah mendapat sedikit pencerahan bahwa tempat TM berbeda-beda untuk setiap katagori lomba namun masih di satu komplek sport center kereng humbang. Setelah berdiskusi santai mengenai aturan dan teknis lomba masing-masing, serta pencabutan nomor peserta kami kembali ke Base Camp untuk makan siang dan kembali lagi ke lokasi pembukaan tepat setelah siang hari. 

Pembukaan acara kegiatan Festival Kreativitas Budaya Anak Tabela 2022 berlangsung relatif sederhana. Setelah laporan ketua panitia, kegiatan dibuka oleh Plt Asisten I Setda Katingan Dedy Feras yang mewakili Bupati yang saat itu tidak dapat hadir, dilanjutkan dengan penyerahan piagam pemuda pelopor sebelum akhirnya acara berakhir.

Hari kedua kegiatan adalah yang paling mendebarkan bagi peserta. Ke empat cabang lomba digelar serentak dalam waktu yang bersamaan yakni tepat pukul 08.00 WIB. Lomba Egrang dan Ngaruhi adalah dua lomba yang berlangsung relatif singkat, namun untuk lomba melukis dan menjawet (mendare) masih terus berlangsung hingga pukul 14.00 WIB. Semua peserta lomba berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dan kali ini Petak Malai hanya mampu mencatatkan namanya di katagori Egrang dengan meraih predikat juara 3. Walaupun demikian, semua tetap semangat karena telah mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman seru selama berkompetisi.Tentunya dengan harapan dapat kembali dan memberikan penampilan yang lebih maksimal dengan persiapan yang lebih matang di Festival Kreativitas Budaya Anak Tabela 2023.

Acara puncak kegiatan akhirnya dilangsungkan pada pagi Kamis, 6 Oktober 2022. Penutupan menjadi lebih khidmat karena langsung di hadiri oleh Bupati Katingan. Dalam sambutan dan arahannya orang no 1 di Bumi Penyang Hinje Simpei ini meminta pemuda pemudi untuk lebih aktif dan giat berinovasi. Ia juga menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki kemauan yang kuat untuk maju karena suatu saat merekalah yang akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten tercinta ini. Sebelum kembali Bupati juga menyerahkan langsung hadiah kepada perwakilan peserta yang berhasil meraih predikat juara 1 dari katagori lomba yang diselenggarakan.  

Begitulah perjalanan kontingen Kecamatan Petak Malai mengikuti Festival Kreatifitas Budaya Anak Tabela, selamat kepada pemenang lomba jangan mudah berpuas diri dan terus asah dan kembangkan bakat dan keterampilanmu.

Serangga "Mematikan" dari Hutan Kalimantan

www.mjumani.net – Berbicara serangga mematikan di Kalimantan mungkin tak se ekstrim dan se populer seperti di hutan Amazon. Namun demikian bukan berarti hutan-hutan di Kalimantan selalu adem ayem dan ramah terhadap “tamu-tamu” nya. Bagaimanapun Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga di dunia dengan keanekaragaman serangga yang tak kalah melimpah.

Serangga berbahaya di Kalimantan
Serangga (Insecta) mencakup banyak jenis dan ragam serta menempati habitat baik air maupun darat. Salah satu ciri utama kelompok ini adalah kakinya yang berjumlah enam atau tiga pasang.  Bagian-bagian tubuh insekta terdiri atas kepala yang dilengkapi dengan antenna dan sepasang mata majemuk, dada (3 ruas) dan perut (6-12 ruas), serta sayap yang memungkinkan serangga untuk terbang.

Penting untuk diketahui adalah beberapa serangga mengalami metamorfosis yakni tahapan perubahan bentuk beberapa kali selama masa hidupnya. Dengan adanya metamorfosis, fase hidup serangga bisa sangat jauh berbeda antara satu dengan yang lain, sebagai contoh sederhana adalah kupu-kupu di mana fase larva (ulat) sangat jauh berbeda dengan fase dewasa yakni saat menjadi kupu-kupu.

Beberapa serangga juga dapat berkembang biak secara parthenogenesis artinya perkembangan embrionya dapat berlangsung tanpa dibuahi sepermatozoid misalnya pada lebah. Partenogenesis dapat berlangsung di dalam tubuh larva misalnya pada kelompok Diptera, peristiwa ini disebut dengan Paedogenesis.

Serangga seperti nyamuk Anopheles dan Aedes mungkin yang paling umum dan dikenal luas menjadi dalang yang harus bartanggung jawab atas banyaknya nyawa melayang. Sisanya hanya ada sedikit jenis serangga yang dilaporkan menjadi penyebab  kematian manusia di Kalimantan.

Beberapa tahun terakhir, kasus kematian lainnya yang diakibatkan serangga tercatat disebabkan oleh koloni tawon. Seperti halnya lebah, serangga ini memiliki alat pertahanan diri berupa sengat. Walaupun tidak semua kelompok ini  memiliki tingkat ancaman  yang dapat membahayakan nyawa, sekolompok  Tawon Vespa dengan jumlah yang cukup dengan sengat beracun yang mereka miliki mampu membunuh orang dewasa.

Serangga lain yang juga dapat memberikan ancaman bagi manusia adalah kelompok semut. Ada banyak jenis semut di hutan Kalimantan yang memiliki efek gigitan yang sangat menyakitkan namun sejauh ini belum ada laporan dan kasus yang berarti. Pada umumnya semut-semut ini bersifat defensive dan hanya menyerang jika merasa terganggu. Namun sekelompok semut yang dikenal dengan sebutan semut api, adalah serangga penjarah dan sangat agresif. Dengan jumlah mencapai ribuan, mereka akan meninggalkan sarang pada malam hari dan berburu dengan menjelajahi dan menyapu lantai hutan, menyapu dan menyergap semua jenis mangsa yang dapat mereka taklukan dan membawanya kembali ke sarang sebelum siang. Koloni ini bahkan berani menginvasi rumah-rumah penduduk yang berada dalam jangkauannya untuk menemukan “protein” yang merupakan sumber makanan mereka.

Walaupun dengan kemampuan penyergapan kelompok yang sangat luar biasa, menghadapi manusia, serangga ini tidak pernah dilaporkan menyebabkan cidera yang serius. Walaupun rumornya pada jaman dahulu ada beberapa kasus yang menyebabkan kematian pada manusia namun hingga saat ini cerita ini tidak dapat dibuktikan secara konkrit. Akan tetapi sekelompok besar hewan ini barangkali akan dapat dengan mudah membunuh hewan ternak dan peliharaan seperti ayam, burung  dan kucing yang tidak mampu bergerak bebas seperti  saat berada di dalam sangkar.

Fase larva beberapa serangga seperti moth (ngengat) juga dapat menyebabkan cidera yang perlu diwaspadai. Beberapa larva yang dikenal dengan sebutan ulat api dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat dan ruam yang parah ketika “bulu” nya tersentuh kulit. Nyerinya mungkin hanya berlangsung beberapa menit namun ruamnya mungkin dapat bertahan beberapa jam.

Selain serangga yang disebutkan sebelumnya, Hutan Kalimantan masih memiliki sederet serangga “mematikan” lainnya. Hanya saja, selain jarang terekspos serangga-serangga ini juga belum terlalu familiar sehingga sulit dideskripsikan baik morfologi maupun cara hidup dan kebiasaanya.

Mengobati Kapidaraan (Bapidara)

www.mjumani.net - Kapidaraan adalah sebuah gejala atau tanda-tanda gangguan kesehatan (sakit) yang umumnya terjadi pada anak-anak atau balita. Dalam kepercayaan masyarakat khususnya Suku Banjar, seringkali penyebabnya dihubungkan dengan hal-hal gaib semisal roh halus atau arwah orang yang telah meninggal. 

Kapidaraan adalah

Gejala Kapidaraan pada anak-anak umumnya ditandai dengan sakit berupa panas atau demam pada tubuh bagian atas (kepala/ dahi) namun sebaliknya pada bagian anggota tubuh seperti tangan dan telapak kaki suhunya normal atau malah lebih dingin/ rendah. Entah karena gejala panas ini atau karena disangkut pautkan akibat teguran makhluk halus tadi, anak-anak yang mengalami kapidaraan biasanya cenderung rewel dan mudah menangis. 
Doa menyembuhkan kapidaraan

Kendati seiring waktu orang-orang yang memercayai hal-hal seperti ini semakin berkurang namun faktanya kejadian-kejadian di luar nalar ini masih relatif sering dijumpai terutama di daerah pedesaan. Karena alasan ini pula, orang yang memiliki pengalaman atau keahlian menyembuhkan anak-anak yang kapidaraan juga semakin langka. Biasanya, kemampuan semacam ini adalah warisan turun temurun dari orang tua terdahulu. 

Cara mengobati Kapidaraan cukup sederhana namun kendati demikian juga tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang atau sembarang waktu. Cara pengobatan atau yang biasa disebut bapidara (mamidarai) ini mungkin sedikit berbeda antara satu daerah dengan yang lain. Akan tetapi jika dicermati sepertinya tetap memiliki persamaan misalnya dari segi bahan yang digunakan, waktu dan doa-doa yang dirapalkan.

Doa menyembuhkan kapidaraan ini mungkin menjadi sedikit rahasia yang biasanya hanya dibagikan kepada calon penerus, namun secara umum disebutkan bahwa doa atau sebagian lagi menyebutnya dengan mantra ini adalah ayat-ayat pendek dalam Al-Quran. Bisa jadi ini adalah ayat yang berhubungan dengan pengusiran roh halus atau yang lainnya. 

Cara Bapidara sebagaimana yang pernah admin lihat di Kabupaten Barito Kuala secara garis besar adalah sebagai berikut :

Bahan yang digunakan adalah Kunyit (janar) dan Kapur. Kapur yang dipakai adalah kapur sirih atau kapur untuk campuran pembuatan kue. Selain itu digunakan juga Nyiru yaitu sejenis alat untuk menampi beras. Kapur yang berbentuk seperti pasta dioles atau dicoletkan ke bagian luar Nyiru.  Kunyit yang sudah dikupas dengan cara dikikis kulitnya menggunakan pisau atau sejenisnya kemudian digoreskan atau dituliskan diatas Nyiru yang terdapat lapisan kapur. Selama proses ini ada beberapa doa atau bacaan yang dirapalkan. 

Bekas kapur dan kunyit yang digoreskan dan telah tercampur tadi diambil menggunakan ujung jari dan di "tuliskan" ke dahi, tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta punggung anak yang dipidarai. Adapun campuran kunyit dan pasta yang "dituliskan" ke beberapa bagian tubuh anak tadi tampak membentuk seperti simbol tambah/ plus (+).  Terakhir, kembali sembari melafadzkan doa, Nyiru dikibaskan sebanyak tiga kali ke arah anak yang terkena kapidaraan.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian sebelum mengobati kapidaraan di antaranya:
  1. Proses Bapidara tidak boleh pagi, melainkan setelah matahari tergelincir biasanya sehabis Ashar atau sebelum Maghrib.
  2. Jika ada dua anak balita dalam satu rumah, sebaiknya yang dipidarai tidak hanya salah satu melainkan keduanya. 
Mengapa anak bisa Kapidaraan ?
Ada banyak kasus mengapa anak kapidaraan, diceritakan dari orang-orang tua di kampung misalnya karena ada yang meninggal dunia. Anak-anak kecil yang melihat prosesi pemakaman atau melihat iring-iringan orang membawa jenazah dapat terkena kapidaraan. Kasus lainnya misalnya karena ada orang tua, nenek atau datu yang ingin bertemu cucunya namun sebelum sempat terkabul hajatnya sudah lebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa juga dikatakan bisa menjadi sebab anak-anak Kapidaraan. 





Cagar Alam Pulau Kaget Kalimantan Selatan

www.mjumani.net - Cagar alam adalah tempat yang memiliki fungsi sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, juga berfungsi sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan. Salah satu cagar alam yang ada di Kalimantan adalah Pulau Kaget.

Cagar Alam Pulau Kaget

Tahukah kamu, hewan yang dilindungi Cagar Alam Pulau Kaget ?

Cagar alam merupakan kawasan konservasi untuk melestarian keanekaragaman hayati yang dimiliki negera kita. Menurut data dalam ksdae.menlhkgo.id, pada tahun 2018 Indonesia memiliki cagar alam sebanyak 212 yang tersebar di berbagai wilayah. Cagar Alam atau Suaka Marga Satwa Pulau Kaget  merupakan habitat bagi satwa dilindungi terutama Bekantan (Nasalis larvatus).

Pulau Kaget sangat penting tidak hanya ditinjau dari segi upaya pelestarian dan pariwisata, tetapi juga identitas daerah karena merupakan tempat fauna endemik yang berharga dimata dunia. Di cagar alam ini terdapat satwa maskot kalimantan selatan yang pada tahun 1990, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkannya sebagai satwa identitas provinsi berdasarkan SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan No. 29, tanggal 16 Januari 1990 dan mendapat persetujuan dari DPRD Tingkat I Kalimantan Selatan yang dituangkan dalam persetujuan DPRD No. 162/112/DPRD, tanggal 28 Maret 1990.

Cagar alam yang terletak di Kabupaten Barito Kuala, Kalsel ini tidak hanya menarik bagi wisatawan tetapi juga para peneliti dari seluruh dunia terutama yang tertarik pada dunia hewan. Sebab Bekantan adalah salah satu satwa endemik dan hanya terdapat di Pulau Kalimantan. Dalam acara National Geographic pernah beberapa kali didokumentasikan perjalanan kepulau kaget untuk mempelajari tingkah laku bekantan. Hanya saja di dalam film dokumenter tersebut yang disebutkan bukanlah pulau kaget ataupun Kalimantan Selatan melainkan Borneo.

Oleh karena itu sangat disayangkan jika pulau (delta) ini rusak misalnya akibat penebangan liar dan pencemaran lingkungan yang menyebabkan kondisinya kritis. Karena kawasan ini juga merupakan habitat Rambai Padi (Sonneratia caseolaris) yang merupakan sumber pakan penting bagi Bekantan, oleh karena itu berkurang atau rusaknya tanaman ini akan berdampak pada menurunnya populasi satwa ini.

Panen Paku Sayur (Bajei) di Habitat Aslinya

www.mjumani.net - Beberapa waktu lalu, admin mendatangi sebuah lahan hijau di tepian sungai Baraoi. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya padang rumput biasa yang tidak berarti. Tetapi bagi, kami di pedalaman Kalimantan Tengah, hamparan hijau ini adalah "harta karun" yang sangat berarti. Maklum saja, ditengah-tengah hutan nyaris di Jantung Borneo ini sangat sulit menemukan sayur-sayuran yang berasal dari kota untuk melengkapi kebutuhan empat sehat lima sempurna. Namun sebagai gantinya, kami punya "kebun" yang dihadiahkan Sang Pencipta dan boleh dipetik suka-suka. Salah satunya adalah sayur paku atau Paku Sayur ini. 

Manfaat Paku Sayur (Bajei) bagi kesehatan
Habitat Bajei/ Paku Sayur (Diplazium esculentum)

Paku Sayur (Diplazium esculentum) di kalangan masyarakat Dayak lebih populer dengan nama Bajei. Walaupun pakis ini lebih sering dijumpai hidup disekitar aliran air seperti tepian sungai atau danau, serta daerah lembab di tempat asal admin yang merupakan daerah rawa gambut rasanya sangat jarang menjumpai tumbuhan ini. Berbeda dengan Kelakai yang memang sangat melimpah di kawasan rawa. Oleh karena itu, mengonsumsi Paku Sayur atau Bajei ini baru pertama kali saat bertugas di Tumbang Baraoi.

Bagian tanaman yang sering diambil untuk sayur adalah tanaman muda atau tunas muda yang bagian ujungnya masih menggulung. Batang tanaman muda ini biasanya hanya terdapat sedikit daun dan lebih bertekstur atau berair sehingga mudah dipatahkan. Bahkan anak-anak kecil yang belum duduk di Sekolah Dasar dapat dengan terampil mengumpulkan sayur ini hanya berbekal tangan kosong.

Tidak banyak jenis paku-pakuan (Pteridophyta) yang populer dikonsumsi. Sepengetahuan admin selain Bajei atau Paku Sayur ini hanya ada Stenochlaena palustris atau yang dikenal dengan Lemidi (Kelakai) yang juga sering dimanfaatkan sebagai sayur. Faktanya walaupun sudah dikenal luas sebagai sayuran "gratis" di daerah pelosok seperti di Tumbang Baraoi, hanya sedikit yang mengetahui bahwa tanaman ini memiliki manfaat yang tidak bisa dipandang remeh dalam hal kesehatan. 

Beberapa kandungan zat nutrisi yang terkandung antara lain lipida, protein, karbohidrat, vitamin, serat, dan mineral seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), zat besi (Fe), tembaga (Cu) dan mineral lainnya. Potensi yang dianggap sangat penting yang terkandung pada tumbuhan ini adalah kemampuannya sebagai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan imunomodulator.

Sebagaimana dilansir dari web Kanal Pengetahuan Farmasi Universitas Gadjah Mada, Pakis sayur bahkan telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional berbagai negara di Asia dan Afrika untuk penyakit seperti penyakit gula darah, asma, diare, rematik, cacar,  disentri, sakit kepala, demam, luka, nyeri, campak, darah tinggi, sembelit, oligospermia, patah tulang, pembengkakan kelenjar, dan penyakit terkait kulit. Selain itu tumbuhan ini dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dibuat sup untuk menjaga kesehatan tubuh . Bagian tumbuhan yang digunakan pada pengobatan maupun pemeliharaan kesehatan yaitu bagian daun, bagian aerial, daun muda (kuncup), rhizoma maupun keseluruhan tumbuhan. 

Tentunya kita patut bangga dan bersyukur bahwa Tuhan telah menganugerahkan Indonesia alam yang subur dan titipan kekayaan Keanekaragaman Hayati yang melimpah termasuk Paku Sayur ini. Di salah satu pelosok negeri yakni Desa Tumbang Baraoi, yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota sayur "gratis" ini dapat dipanen sesuka hati di habitat aslinya tanpa harus membeli. Sayur yang sangat organik ini tidak pernah ditanam sama halnya dengan bambu yang juga menyediakan rebung gratis bagi siapa saja yang mau sedikit berusaha memanennya. Bahkan karena familiarnya dua sayur ini, ada guyonan agar jangan pernah sekali-sekali makan sayur paku dan rebung bersamaan karena bisa-bisa nanti yang keluar malah pagar.  



Selangkah Lagi, Petak Malai Merdeka Sinyal

www.mjumani.net - Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan gawai dan internet, salah satu momok bertugas di pelosok adalah harus "say goodbye" dari sinyal. Padahal kebutuhan yang satu ini sebelumnya telah menjadi hal yang "wajib" hadir dalam keseharian. Selain sebagai sarana untuk membuat jalinan pertemanan tetap terjaga, kehadiran sarana telekomunikasi juga tidak kalah pentingnya dalam mendukung pekerjaan. Terkadang, gawai dan sarana internet juga sangat dibutuhkan untuk hiburan. Sayangnya ketika berada di wilayah blankspot, kemudahan dan segala fasilitas yang ditawarkan sinyal hanya menjadi sebuah mimpi. 

Akses sinyal di Kecamatan Petak Malai
Perjalanan Mencari Titik Sinyal

Daerah Blank Spot di Katingan
Mencari Titik Sinyal Untuk Telpon dan SMS di Bukit Belakang Sekolah

Faktanya selain daerah yang disebut dengan 3T ( Tertinggal, Terdepan dan Terluar), masih banyak daerah yang merupakan zona blankspot. Alih-alih akses internet, sekedar sinyal untuk telepon dan berkirim sms pun harus didapatkan dengan bersusah payah atau malah tidak tersedia sama sekali. Kondisi ini tidak hanya membuat roda perekonomian terhambat tetapi juga akses komunikasi dengan dunia luar nyaris terputus. Dampak lainnya tentu lebih banyak lagi, salah satunya ialah banyaknya tenaga kerja baik berstatus pegawai pemerintah maupun swasta tidak betah.

Titik sinyal di Kecamatan Petak Malai
Mencari Titik Sinyal 

Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan adalah salah satu daerah yang merasakan kondisi ini selama belasan tahun. Sejak mekar dari Kecamatan Senaman Mantikei, Kecamatan Petak Malai belum merasakan akses sinyal dan internet yang layak. Hingga saat ini, wilayah yang terdiri dari 7 desa dan 1 dusun ini harus masih bersabar untuk menikmati fasilitas yang diyakini sebagai salah satu dari tiga poin penting yang mendorong terbukanya akses dan kemajuan desa, selain listrik dan jalan.

Sebagai ibu kota kecamatan, Desa Tumbang Baraoi tempat admin bertugas sedikit lebih beruntung karena dengan beberapa usaha dan perjuangan pada waktu-waktu tertentu masih bisa mendapatkan akses sinyal untuk keperluan telpon atau sms. Dua titik akses sinyal darurat yang jaraknya relatif dekat  terletak di sekitar depan Puskesmas dan Bukit Belakang Sekolah. Dengan cara inilah admin berkomunikasi dengan keluarga dan dunia luar selama lebih dari se windu. 

Upaya untuk menghadirkan sinyal di wilayah ini bukan tidak ada, selain usulan yang setiap kali disampaikan pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), aspirasi juga disampaikan setiap kali ada kegiatan reses anggota dewan dan kesempatan lainnya. Pada tahun 2019, sebuah tower mini untuk mendukung kelancaran sinyal akhirnya berdiri di depan Kantor Kecamatan Petak Malai, hanya saja selain jangkauannya yang sangat terbatas yakni hanya sekitar maksimal 200 meter, ketersediaan sumber daya listriknya yang masih mengandalkan tenaga matahari juga kurang berjalan baik lantaran kapasitas penyimpanannya mengalami kendala. Alhasil, tower ini hanya beroperasi efektif selama beberapa bulan, sebelum akhirnya dunia persinyalan kembali kekisah lama. 

Pengadaan Tower Sinyal Mini
Tower Mini Penguaat Sinyal

Pada akhir tahun 2020, akses komunikasi menjadi sedikit lebih terbuka dengan hadirnya internet setelit yang mulai terpasang dibeberapa titik kantor, instansi maupun secara pribadi di rumah warga yang membuka warung internet. Hanya saja meski komunikasi via WA dan browsing sudah bisa dilakukan, biaya paket untuk menikmati fasilitas ini masih terbilang selangit. Untuk perbandingan, jika salah satu provider dengan paket combonya menyediakan kuota 35GB  seharga 88 ribu, maka untuk menikmati paket internet satelit  v-sat dengan kuota 1 GB setidaknya harus mengeluarkan biaya sekitar 120 ribu rupiah.

Internet Satelit
Internet Satelit V-Sat cukup handal bahkan saat banjir
Kekurangannya adalah biaya yang mahal, dan kecepatan akses relatif lambat

Setelah penantian panjang belasan tahun, tahun 2022 sepertinya akan menjadi angin segar bagi persinyalan di Kecamatan Petak Malai. Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang salah satu tugasnya penyediaan infrastruktur  dan layanan telekomunikasi dan informatika mulai bergerak membangun BTS (Base Transceiver Station) di desa-desa Kecamatan Petak Malai termasuk Tumbang Baraoi. 

BTS Tumbang Baraoi
Lokasi Pembangunan BTS Tumbang Baraoi

Diprediksi tower-tower yang diklaim mampu mendukung dan menyediakan sinyal 4G ini akan mulai beroperasi serentak pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 nanti. Dengan demikian saat ini masyarakat  Petak Malai saat ini telah berada di depan gerbang kemerdekaan akses telekomunikasi yang siap atau tidak akan memberikan  perubahan besar dalam kehidupan. 

Mari gunakan dan manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan memajukan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.