Serangga "Mematikan" dari Hutan Kalimantan

www.mjumani.net – Berbicara serangga mematikan di Kalimantan mungkin tak se ekstrim dan se populer seperti di hutan Amazon. Namun demikian bukan berarti hutan-hutan di Kalimantan selalu adem ayem dan ramah terhadap “tamu-tamu” nya. Bagaimanapun Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga di dunia dengan keanekaragaman serangga yang tak kalah melimpah.

Serangga berbahaya di Kalimantan
Serangga (Insecta) mencakup banyak jenis dan ragam serta menempati habitat baik air maupun darat. Salah satu ciri utama kelompok ini adalah kakinya yang berjumlah enam atau tiga pasang.  Bagian-bagian tubuh insekta terdiri atas kepala yang dilengkapi dengan antenna dan sepasang mata majemuk, dada (3 ruas) dan perut (6-12 ruas), serta sayap yang memungkinkan serangga untuk terbang.

Penting untuk diketahui adalah beberapa serangga mengalami metamorfosis yakni tahapan perubahan bentuk beberapa kali selama masa hidupnya. Dengan adanya metamorfosis, fase hidup serangga bisa sangat jauh berbeda antara satu dengan yang lain, sebagai contoh sederhana adalah kupu-kupu di mana fase larva (ulat) sangat jauh berbeda dengan fase dewasa yakni saat menjadi kupu-kupu.

Beberapa serangga juga dapat berkembang biak secara parthenogenesis artinya perkembangan embrionya dapat berlangsung tanpa dibuahi sepermatozoid misalnya pada lebah. Partenogenesis dapat berlangsung di dalam tubuh larva misalnya pada kelompok Diptera, peristiwa ini disebut dengan Paedogenesis.

Serangga seperti nyamuk Anopheles dan Aedes mungkin yang paling umum dan dikenal luas menjadi dalang yang harus bartanggung jawab atas banyaknya nyawa melayang. Sisanya hanya ada sedikit jenis serangga yang dilaporkan menjadi penyebab  kematian manusia di Kalimantan.

Beberapa tahun terakhir, kasus kematian lainnya yang diakibatkan serangga tercatat disebabkan oleh koloni tawon. Seperti halnya lebah, serangga ini memiliki alat pertahanan diri berupa sengat. Walaupun tidak semua kelompok ini  memiliki tingkat ancaman  yang dapat membahayakan nyawa, sekolompok  Tawon Vespa dengan jumlah yang cukup dengan sengat beracun yang mereka miliki mampu membunuh orang dewasa.

Serangga lain yang juga dapat memberikan ancaman bagi manusia adalah kelompok semut. Ada banyak jenis semut di hutan Kalimantan yang memiliki efek gigitan yang sangat menyakitkan namun sejauh ini belum ada laporan dan kasus yang berarti. Pada umumnya semut-semut ini bersifat defensive dan hanya menyerang jika merasa terganggu. Namun sekelompok semut yang dikenal dengan sebutan semut api, adalah serangga penjarah dan sangat agresif. Dengan jumlah mencapai ribuan, mereka akan meninggalkan sarang pada malam hari dan berburu dengan menjelajahi dan menyapu lantai hutan, menyapu dan menyergap semua jenis mangsa yang dapat mereka taklukan dan membawanya kembali ke sarang sebelum siang. Koloni ini bahkan berani menginvasi rumah-rumah penduduk yang berada dalam jangkauannya untuk menemukan “protein” yang merupakan sumber makanan mereka.

Walaupun dengan kemampuan penyergapan kelompok yang sangat luar biasa, menghadapi manusia, serangga ini tidak pernah dilaporkan menyebabkan cidera yang serius. Walaupun rumornya pada jaman dahulu ada beberapa kasus yang menyebabkan kematian pada manusia namun hingga saat ini cerita ini tidak dapat dibuktikan secara konkrit. Akan tetapi sekelompok besar hewan ini barangkali akan dapat dengan mudah membunuh hewan ternak dan peliharaan seperti ayam, burung  dan kucing yang tidak mampu bergerak bebas seperti  saat berada di dalam sangkar.

Fase larva beberapa serangga seperti moth (ngengat) juga dapat menyebabkan cidera yang perlu diwaspadai. Beberapa larva yang dikenal dengan sebutan ulat api dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat dan ruam yang parah ketika “bulu” nya tersentuh kulit. Nyerinya mungkin hanya berlangsung beberapa menit namun ruamnya mungkin dapat bertahan beberapa jam.

Selain serangga yang disebutkan sebelumnya, Hutan Kalimantan masih memiliki sederet serangga “mematikan” lainnya. Hanya saja, selain jarang terekspos serangga-serangga ini juga belum terlalu familiar sehingga sulit dideskripsikan baik morfologi maupun cara hidup dan kebiasaanya.

Mengobati Kapidaraan (Bapidara)

www.mjumani.net - Kapidaraan adalah sebuah gejala atau tanda-tanda gangguan kesehatan (sakit) yang umumnya terjadi pada anak-anak atau balita. Dalam kepercayaan masyarakat khususnya Suku Banjar, seringkali penyebabnya dihubungkan dengan hal-hal gaib semisal roh halus atau arwah orang yang telah meninggal. 

Kapidaraan adalah

Gejala Kapidaraan pada anak-anak umumnya ditandai dengan sakit berupa panas atau demam pada tubuh bagian atas (kepala/ dahi) namun sebaliknya pada bagian anggota tubuh seperti tangan dan telapak kaki suhunya normal atau malah lebih dingin/ rendah. Entah karena gejala panas ini atau karena disangkut pautkan akibat teguran makhluk halus tadi, anak-anak yang mengalami kapidaraan biasanya cenderung rewel dan mudah menangis. 
Doa menyembuhkan kapidaraan

Kendati seiring waktu orang-orang yang memercayai hal-hal seperti ini semakin berkurang namun faktanya kejadian-kejadian di luar nalar ini masih relatif sering dijumpai terutama di daerah pedesaan. Karena alasan ini pula, orang yang memiliki pengalaman atau keahlian menyembuhkan anak-anak yang kapidaraan juga semakin langka. Biasanya, kemampuan semacam ini adalah warisan turun temurun dari orang tua terdahulu. 

Cara mengobati Kapidaraan cukup sederhana namun kendati demikian juga tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang atau sembarang waktu. Cara pengobatan atau yang biasa disebut bapidara (mamidarai) ini mungkin sedikit berbeda antara satu daerah dengan yang lain. Akan tetapi jika dicermati sepertinya tetap memiliki persamaan misalnya dari segi bahan yang digunakan, waktu dan doa-doa yang dirapalkan.

Doa menyembuhkan kapidaraan ini mungkin menjadi sedikit rahasia yang biasanya hanya dibagikan kepada calon penerus, namun secara umum disebutkan bahwa doa atau sebagian lagi menyebutnya dengan mantra ini adalah ayat-ayat pendek dalam Al-Quran. Bisa jadi ini adalah ayat yang berhubungan dengan pengusiran roh halus atau yang lainnya. 

Cara Bapidara sebagaimana yang pernah admin lihat di Kabupaten Barito Kuala secara garis besar adalah sebagai berikut :

Bahan yang digunakan adalah Kunyit (janar) dan Kapur. Kapur yang dipakai adalah kapur sirih atau kapur untuk campuran pembuatan kue. Selain itu digunakan juga Nyiru yaitu sejenis alat untuk menampi beras. Kapur yang berbentuk seperti pasta dioles atau dicoletkan ke bagian luar Nyiru.  Kunyit yang sudah dikupas dengan cara dikikis kulitnya menggunakan pisau atau sejenisnya kemudian digoreskan atau dituliskan diatas Nyiru yang terdapat lapisan kapur. Selama proses ini ada beberapa doa atau bacaan yang dirapalkan. 

Bekas kapur dan kunyit yang digoreskan dan telah tercampur tadi diambil menggunakan ujung jari dan di "tuliskan" ke dahi, tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta punggung anak yang dipidarai. Adapun campuran kunyit dan pasta yang "dituliskan" ke beberapa bagian tubuh anak tadi tampak membentuk seperti simbol tambah/ plus (+).  Terakhir, kembali sembari melafadzkan doa, Nyiru dikibaskan sebanyak tiga kali ke arah anak yang terkena kapidaraan.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian sebelum mengobati kapidaraan di antaranya:
  1. Proses Bapidara tidak boleh pagi, melainkan setelah matahari tergelincir biasanya sehabis Ashar atau sebelum Maghrib.
  2. Jika ada dua anak balita dalam satu rumah, sebaiknya yang dipidarai tidak hanya salah satu melainkan keduanya. 
Mengapa anak bisa Kapidaraan ?
Ada banyak kasus mengapa anak kapidaraan, diceritakan dari orang-orang tua di kampung misalnya karena ada yang meninggal dunia. Anak-anak kecil yang melihat prosesi pemakaman atau melihat iring-iringan orang membawa jenazah dapat terkena kapidaraan. Kasus lainnya misalnya karena ada orang tua, nenek atau datu yang ingin bertemu cucunya namun sebelum sempat terkabul hajatnya sudah lebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa juga dikatakan bisa menjadi sebab anak-anak Kapidaraan. 





Cagar Alam Pulau Kaget Kalimantan Selatan

www.mjumani.net - Cagar alam adalah tempat yang memiliki fungsi sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, juga berfungsi sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan. Salah satu cagar alam yang ada di Kalimantan adalah Pulau Kaget.

Cagar Alam Pulau Kaget

Tahukah kamu, hewan yang dilindungi Cagar Alam Pulau Kaget ?

Cagar alam merupakan kawasan konservasi untuk melestarian keanekaragaman hayati yang dimiliki negera kita. Menurut data dalam ksdae.menlhkgo.id, pada tahun 2018 Indonesia memiliki cagar alam sebanyak 212 yang tersebar di berbagai wilayah. Cagar Alam atau Suaka Marga Satwa Pulau Kaget  merupakan habitat bagi satwa dilindungi terutama Bekantan (Nasalis larvatus).

Pulau Kaget sangat penting tidak hanya ditinjau dari segi upaya pelestarian dan pariwisata, tetapi juga identitas daerah karena merupakan tempat fauna endemik yang berharga dimata dunia. Di cagar alam ini terdapat satwa maskot kalimantan selatan yang pada tahun 1990, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkannya sebagai satwa identitas provinsi berdasarkan SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan No. 29, tanggal 16 Januari 1990 dan mendapat persetujuan dari DPRD Tingkat I Kalimantan Selatan yang dituangkan dalam persetujuan DPRD No. 162/112/DPRD, tanggal 28 Maret 1990.

Cagar alam yang terletak di Kabupaten Barito Kuala, Kalsel ini tidak hanya menarik bagi wisatawan tetapi juga para peneliti dari seluruh dunia terutama yang tertarik pada dunia hewan. Sebab Bekantan adalah salah satu satwa endemik dan hanya terdapat di Pulau Kalimantan. Dalam acara National Geographic pernah beberapa kali didokumentasikan perjalanan kepulau kaget untuk mempelajari tingkah laku bekantan. Hanya saja di dalam film dokumenter tersebut yang disebutkan bukanlah pulau kaget ataupun Kalimantan Selatan melainkan Borneo.

Oleh karena itu sangat disayangkan jika pulau (delta) ini rusak misalnya akibat penebangan liar dan pencemaran lingkungan yang menyebabkan kondisinya kritis. Karena kawasan ini juga merupakan habitat Rambai Padi (Sonneratia caseolaris) yang merupakan sumber pakan penting bagi Bekantan, oleh karena itu berkurang atau rusaknya tanaman ini akan berdampak pada menurunnya populasi satwa ini.

Panen Paku Sayur (Bajei) di Habitat Aslinya

www.mjumani.net - Beberapa waktu lalu, admin mendatangi sebuah lahan hijau di tepian sungai Baraoi. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya padang rumput biasa yang tidak berarti. Tetapi bagi, kami di pedalaman Kalimantan Tengah, hamparan hijau ini adalah "harta karun" yang sangat berarti. Maklum saja, ditengah-tengah hutan nyaris di Jantung Borneo ini sangat sulit menemukan sayur-sayuran yang berasal dari kota untuk melengkapi kebutuhan empat sehat lima sempurna. Namun sebagai gantinya, kami punya "kebun" yang dihadiahkan Sang Pencipta dan boleh dipetik suka-suka. Salah satunya adalah sayur paku atau Paku Sayur ini. 

Manfaat Paku Sayur (Bajei) bagi kesehatan
Habitat Bajei/ Paku Sayur (Diplazium esculentum)

Paku Sayur (Diplazium esculentum) di kalangan masyarakat Dayak lebih populer dengan nama Bajei. Walaupun pakis ini lebih sering dijumpai hidup disekitar aliran air seperti tepian sungai atau danau, serta daerah lembab di tempat asal admin yang merupakan daerah rawa gambut rasanya sangat jarang menjumpai tumbuhan ini. Berbeda dengan Kelakai yang memang sangat melimpah di kawasan rawa. Oleh karena itu, mengonsumsi Paku Sayur atau Bajei ini baru pertama kali saat bertugas di Tumbang Baraoi.

Bagian tanaman yang sering diambil untuk sayur adalah tanaman muda atau tunas muda yang bagian ujungnya masih menggulung. Batang tanaman muda ini biasanya hanya terdapat sedikit daun dan lebih bertekstur atau berair sehingga mudah dipatahkan. Bahkan anak-anak kecil yang belum duduk di Sekolah Dasar dapat dengan terampil mengumpulkan sayur ini hanya berbekal tangan kosong.

Tidak banyak jenis paku-pakuan (Pteridophyta) yang populer dikonsumsi. Sepengetahuan admin selain Bajei atau Paku Sayur ini hanya ada Stenochlaena palustris atau yang dikenal dengan Lemidi (Kelakai) yang juga sering dimanfaatkan sebagai sayur. Faktanya walaupun sudah dikenal luas sebagai sayuran "gratis" di daerah pelosok seperti di Tumbang Baraoi, hanya sedikit yang mengetahui bahwa tanaman ini memiliki manfaat yang tidak bisa dipandang remeh dalam hal kesehatan. 

Beberapa kandungan zat nutrisi yang terkandung antara lain lipida, protein, karbohidrat, vitamin, serat, dan mineral seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), zat besi (Fe), tembaga (Cu) dan mineral lainnya. Potensi yang dianggap sangat penting yang terkandung pada tumbuhan ini adalah kemampuannya sebagai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan imunomodulator.

Sebagaimana dilansir dari web Kanal Pengetahuan Farmasi Universitas Gadjah Mada, Pakis sayur bahkan telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional berbagai negara di Asia dan Afrika untuk penyakit seperti penyakit gula darah, asma, diare, rematik, cacar,  disentri, sakit kepala, demam, luka, nyeri, campak, darah tinggi, sembelit, oligospermia, patah tulang, pembengkakan kelenjar, dan penyakit terkait kulit. Selain itu tumbuhan ini dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dibuat sup untuk menjaga kesehatan tubuh . Bagian tumbuhan yang digunakan pada pengobatan maupun pemeliharaan kesehatan yaitu bagian daun, bagian aerial, daun muda (kuncup), rhizoma maupun keseluruhan tumbuhan. 

Tentunya kita patut bangga dan bersyukur bahwa Tuhan telah menganugerahkan Indonesia alam yang subur dan titipan kekayaan Keanekaragaman Hayati yang melimpah termasuk Paku Sayur ini. Di salah satu pelosok negeri yakni Desa Tumbang Baraoi, yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota sayur "gratis" ini dapat dipanen sesuka hati di habitat aslinya tanpa harus membeli. Sayur yang sangat organik ini tidak pernah ditanam sama halnya dengan bambu yang juga menyediakan rebung gratis bagi siapa saja yang mau sedikit berusaha memanennya. Bahkan karena familiarnya dua sayur ini, ada guyonan agar jangan pernah sekali-sekali makan sayur paku dan rebung bersamaan karena bisa-bisa nanti yang keluar malah pagar.  



Selangkah Lagi, Petak Malai Merdeka Sinyal

www.mjumani.net - Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan gawai dan internet, salah satu momok bertugas di pelosok adalah harus "say goodbye" dari sinyal. Padahal kebutuhan yang satu ini sebelumnya telah menjadi hal yang "wajib" hadir dalam keseharian. Selain sebagai sarana untuk membuat jalinan pertemanan tetap terjaga, kehadiran sarana telekomunikasi juga tidak kalah pentingnya dalam mendukung pekerjaan. Terkadang, gawai dan sarana internet juga sangat dibutuhkan untuk hiburan. Sayangnya ketika berada di wilayah blankspot, kemudahan dan segala fasilitas yang ditawarkan sinyal hanya menjadi sebuah mimpi. 

Akses sinyal di Kecamatan Petak Malai
Perjalanan Mencari Titik Sinyal

Daerah Blank Spot di Katingan
Mencari Titik Sinyal Untuk Telpon dan SMS di Bukit Belakang Sekolah

Faktanya selain daerah yang disebut dengan 3T ( Tertinggal, Terdepan dan Terluar), masih banyak daerah yang merupakan zona blankspot. Alih-alih akses internet, sekedar sinyal untuk telepon dan berkirim sms pun harus didapatkan dengan bersusah payah atau malah tidak tersedia sama sekali. Kondisi ini tidak hanya membuat roda perekonomian terhambat tetapi juga akses komunikasi dengan dunia luar nyaris terputus. Dampak lainnya tentu lebih banyak lagi, salah satunya ialah banyaknya tenaga kerja baik berstatus pegawai pemerintah maupun swasta tidak betah.

Titik sinyal di Kecamatan Petak Malai
Mencari Titik Sinyal 

Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan adalah salah satu daerah yang merasakan kondisi ini selama belasan tahun. Sejak mekar dari Kecamatan Senaman Mantikei, Kecamatan Petak Malai belum merasakan akses sinyal dan internet yang layak. Hingga saat ini, wilayah yang terdiri dari 7 desa dan 1 dusun ini harus masih bersabar untuk menikmati fasilitas yang diyakini sebagai salah satu dari tiga poin penting yang mendorong terbukanya akses dan kemajuan desa, selain listrik dan jalan.

Sebagai ibu kota kecamatan, Desa Tumbang Baraoi tempat admin bertugas sedikit lebih beruntung karena dengan beberapa usaha dan perjuangan pada waktu-waktu tertentu masih bisa mendapatkan akses sinyal untuk keperluan telpon atau sms. Dua titik akses sinyal darurat yang jaraknya relatif dekat  terletak di sekitar depan Puskesmas dan Bukit Belakang Sekolah. Dengan cara inilah admin berkomunikasi dengan keluarga dan dunia luar selama lebih dari se windu. 

Upaya untuk menghadirkan sinyal di wilayah ini bukan tidak ada, selain usulan yang setiap kali disampaikan pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), aspirasi juga disampaikan setiap kali ada kegiatan reses anggota dewan dan kesempatan lainnya. Pada tahun 2019, sebuah tower mini untuk mendukung kelancaran sinyal akhirnya berdiri di depan Kantor Kecamatan Petak Malai, hanya saja selain jangkauannya yang sangat terbatas yakni hanya sekitar maksimal 200 meter, ketersediaan sumber daya listriknya yang masih mengandalkan tenaga matahari juga kurang berjalan baik lantaran kapasitas penyimpanannya mengalami kendala. Alhasil, tower ini hanya beroperasi efektif selama beberapa bulan, sebelum akhirnya dunia persinyalan kembali kekisah lama. 

Pengadaan Tower Sinyal Mini
Tower Mini Penguaat Sinyal

Pada akhir tahun 2020, akses komunikasi menjadi sedikit lebih terbuka dengan hadirnya internet setelit yang mulai terpasang dibeberapa titik kantor, instansi maupun secara pribadi di rumah warga yang membuka warung internet. Hanya saja meski komunikasi via WA dan browsing sudah bisa dilakukan, biaya paket untuk menikmati fasilitas ini masih terbilang selangit. Untuk perbandingan, jika salah satu provider dengan paket combonya menyediakan kuota 35GB  seharga 88 ribu, maka untuk menikmati paket internet satelit  v-sat dengan kuota 1 GB setidaknya harus mengeluarkan biaya sekitar 120 ribu rupiah.

Internet Satelit
Internet Satelit V-Sat cukup handal bahkan saat banjir
Kekurangannya adalah biaya yang mahal, dan kecepatan akses relatif lambat

Setelah penantian panjang belasan tahun, tahun 2022 sepertinya akan menjadi angin segar bagi persinyalan di Kecamatan Petak Malai. Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang salah satu tugasnya penyediaan infrastruktur  dan layanan telekomunikasi dan informatika mulai bergerak membangun BTS (Base Transceiver Station) di desa-desa Kecamatan Petak Malai termasuk Tumbang Baraoi. 

BTS Tumbang Baraoi
Lokasi Pembangunan BTS Tumbang Baraoi

Diprediksi tower-tower yang diklaim mampu mendukung dan menyediakan sinyal 4G ini akan mulai beroperasi serentak pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 nanti. Dengan demikian saat ini masyarakat  Petak Malai saat ini telah berada di depan gerbang kemerdekaan akses telekomunikasi yang siap atau tidak akan memberikan  perubahan besar dalam kehidupan. 

Mari gunakan dan manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan memajukan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. 

Kompetisi Mini soccer Porseni Petak Malai 2022

www.mjumani.net - Kompetisi mini soccer Pekan Olah Raga dan Seni (porseni) Se Kecamatan Petak Malai yang bertepatan peringatan HUT RI ke 77 Agustus 2022 lalu mempertemukan 5 tim yang mewakili instansi dan desa yang ada di kecamatan ini. Pada awalnya pertandingan akan mengggunakan aturan setengah kompetisi karena pendaftar ada 6 tim, namun karena satu tim mengundurkan diri dan hanya tersisa lima, maka sistem akhirnya mengadopsi sistem poin di mana setiap tim akan bertemu dan berusaha memperebutkan poin maksimal. Kemenangan akan dihargai dengan 3 poin, sedangkan jika hasil seri setiap tim akan berbagi poin satu sama, dan jika kalah terpaksa tidak mendapatkan poin atau nol. 

Kompetisi Mini Soccer Porseni Petak Malai

Sepak Bola Mini bisa dikatakan sebagai adaptasi dari Sepak Bola dan Futsal. Tentunya baik mini soccer maupun fustal memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kendati belum memiliki lapangan yang "mewah"  DesaTumbang Baraoi sebagai ibu kota kecamatan beruntung memiliki lapangan Buluh Merindu tempat para pecinta si kulit bundar biasanya berkumpul. Hanya saja kondisi lapangan yang sebenarnya relatif luas ini tidak dapat digunakan seluruhnya karena beberapa sisinya tidak cocok untuk digunakan bermain sepak bola. Oleh karena itu, agar tetap dapat bermain dengan aman dan nyaman, lapangan ini hanya digunakan sebagian sehingga lapangan yang "tidak standar" ini akhirnya dimanfaatkan menjadi lapangan sepak bola mini atau mini soccer. 

Turnamen sepak bola atau ajang kompetisi seperti mini soccer ini sebenarnya bukanlah kompetisi ideal untuk pemain "legend" seperti admin. Karena selain olah raga ini menuntut kekuatan fisik dan kelincahan, kontak fisik juga sangat rawan memunculkan cidera, apalagi pada kompetisi ini peserta dominan diisi oleh anak-anak muda yang jelas masih fress dan segar bugar. Namun demikian selain karena hobi, tujuan mengikuti pertandingan ini lebih kepada untuk meramaikan dan memeriahkan porseni sekaligus peringatan HUT RI ke 77 di Kecamatan Petak Malai.

Benar saja, bahkan setelah sekarang sudah hampir satu bulan, "oleh-oleh" dari even ini masih membekas di lutut admin. Pastinya tidak admin sendiri, beberapa pemain lain juga harus mengakui bahwa lapangan kebanggaan Petak Malai yang didominasi pasir dan sedikit kerikil ini memang menjadi momok para pemain. Beruntung tim admin masih bisa mengamankan posisi juara II sehingga, cidera-cidera ringan ini rasanya sedikit terobati. 

Semoga kedepan kondisi lapangan bisa dibenahi menjadi lebih baik, sehingga kompetisi seperti ini bisa menjadi ajang poitif guna menambah rasa kekeluargaan dan menjaga kebugaran. Sampai bertemu kembali di tulisan admin berikutnya ~

Galeri Guru Pedalaman

www.mjumani.net - Setiap orang tentunya memiliki banyak momen dan hal yang berkesan dalam hidupnya. Sayangnya kemampuan otak manusia menyimpan kenangan tersebut terbatas. Seiring waktu sebagian besar hal yang pernah dialami seseorang akan terlupakan dan menghilang berganti dengan ingatan yang lain yang lebih baru atau yang lebih tertanam. 

Namun perlu diketahui, kemampuan manusia untuk lupa bukanlah sebuah cela. Karena bagaimanapun dalam menjalani kehidupan tidak semuanya hanya diisi dengan momen bahagia, terkadang justru sebaliknya sedih, mencekam dan menyayat hati. Tuhan Yang Maha Esa pastinya maha adil, dengan adanya sifat lupa kejadian-kejadian yang memilukan itu akhirnya tidak akan terus membayangi seseorang seumur hidupnya sehingga dapat "move on" dan menjalani hari-hari berikutnya. 

Sebagai gantinya dengan anugerah akal budi dan kemampuan berpikirnya yang terus berkembang akhirnya dapat menemukan cara untuk merekam kejadian-kejadian tertentu yang mereka inginkan di luar kepala. Salah cara mereka mengabadikan momen tersebut ialah melalui foto atau gambar. 

Berikut adalah beberapa foto pilihan yang pernah admin abadikan yang tentunya memiliki kisahnya sendiri.

1. Belajar dan Berbagi Pengetahuan

Guru Pedalaman

2.  Menekuni Salah Satu Hobi  Treking 
Treking Bukit Pahiyangan

3. Berbagi Keceriaan Bersama Anak-Anak di "Jantung Borneo"
Taman Baca Baraoi


4. Sebutir Kisah Di antara sekian banyak perjalanan menuju "jantung borneo"
Akses Jalan Menuju Kecamatan Petak Malai

5. Mungkin Satu-satunya yang membedakan mereka hanyalah keadaaan
Mengajar Anak Pedalaman

6. Menajalani hobi merawat ragawi
Mini soccer

7.