Akhiri Pensiun, Menjawab Panggilan Tim Garuda (GRD)

www.mjumani.net - Meski dunia internet sudah lama merambah kota, aku baru mulai mengenalnya sekitar tahun 2005. Pada tahun-tahun itu rental komputer yang juga menyediakan layanan internet sudah mulai menjamur terutama di sekitaran area kampus atau perguruan tinggi. Jika di ingat-ingat berselancar di dunia maya saat itu sangat menegangkan, andai tidak di ajak teman karena keperluan tugas kampus rasanya benar-benar tidak memiliki keberanian untuk membuka billing sendiri. 

Tim Garuda Travian

Sekitar tahun 2007 atau 2008 akses internet menjadi lebih ringkas dengan munculnya produk-produk modem pioner terutama operator seluler dengan basis jaringan CDMA (Code Division Multiple Access). Kecepatannya tentu tidak dapat dibandingkan dengan saat ini, ibarat kata seperti keong dengan cheetah sama sekali tidak setara. Tetapi pada masa itu, berselancar sepertinya sudah sangat leluasa karena konten-konten yang tersedia juga masih sangat ringan dan low quality, tanpa Youtube, Tiktok atau aplikasi serupa yang sangat populer saat ini. 

Kehadiran dan pengaruh internet terhadap kehidupan seseorang memang sangat nyata, bagi yang dapat mengendalikan diri ia akan sangat berguna  namun sebaliknya jika lengah tidak sedikit pula yang terjerumus dalam jurang tipu daya. Pengaruh ini kadang sulit dideteksi, menggerogoti  karakter seperti suhu hangat yang mencairkan gletser. Tanpa disadari dan berjalan seperti sebuah aktivitas yang normal sehari-hari. Jika tidak mencantumkan internet itu sendiri, barangkali tiga zona paling merusak dan paling mempengaruhi kehidupan pengguna internet adalah Pornografi, Judi dan Game. 

Aku tidak akan membahas dua topik lainnya, namun mengenai game online ada pengalaman yang cukup bersemangat untuk dikisahkan. 

Pada tahun yang sama antara 2007-2008 tersebut  aku mengenal sebuah game browser unik bernama Travian. Di sebut game browser karena untuk memainkannya tidak perlu menginstalnya melainkan hanya menggunakan sebuah aplikasi peramban yang biasa digunakan untuk menjelakah dunia maya. Bahkan jika tidak ada Chrome atau Mozilla firefox maka Internet Eksplorer pun masih dapat diandalkan. 

Uniknya game ini adalah game bergenre perang atau war yang hanya menampilkan data statistik, tidak ada animasi atau gambar bergerak seperti kebanyakan game jaman sekarang. Tidak hanya itu, untuk menyelesaikan permainan hingga reset atau restart perlu waktu hampir satu tahun (server normal). Sehingga membutuhkan komitmen yang benar-benar kuat jika ingin bermain sampai akhir. 

Meskipun sudah kenal game ini lebih lama dari sebagian besar pemain yang masih bertahan saat ini, catatan raport ku masih jauh dari kata memuaskan. Sejak pertama kali bermain sekitar 13 tahun yang lalu, tercatat hanya 3 kali bermain sampai artefak dan 1 kali sampai WW race (end game) tanpa satu kalipun numpang juara. Alasannya bermacam-macam, di tahun pertama aku bergabung di aliansi  yang sangat menjanjikan dan sangat mendominasi sayangnya karena kesalahan fatal dan dituding melakukan pembelian gold secara tidak sah banyak para petinggi mendapatkan hukuman  sehingga perlahan namun pasti aliansi bubar jalan. 

Di akhir tahun 2019, bermain di server lokal penutup  karena pihak Travian telah mengumumkan akan menutup server indonesia domain .co.id aku menaruh ekspektasi akan mendapatkan kado penutupan yang berkesan, sayang nasib baik lagi-lagi tidak berpihak, akupun hanya bisa menelan ludah karena aliansi yang nampak begitu mendominasi sejak awal permainan menjadi tidak berdaya ketika menghadapi WW race.

Dengan ditutupnya server lokal, banyak pemain memutuskan untuk "pensiun" kendati tampaknya hanya beberapa yang benar-benar tidak tergoda untuk kembali. Penyabet penghargaan "permainan browser-based terbaik dengan lebih dari 10.000 pemain" pada tahun 2006 ini telah banyak mengalami penyesuaian namun tetap mempertahankan ciri khasnya yakni "statistik" Aku sendiri sempat beberapa kali "pensiun" bukan tidak ingin bermain lagi namun karena terkendala akses jaringan untuk tetap bermain. Kendati juga memberikan beberapa pengaruh yang kurang baik terutama waktu produktif, namun aku agaknya juga banyak mendapatkan pelajaran berharga dari permainan klasik ini. Sisi lain yang membuatku cukup betah karena game ini tidak seperti kebanyakan game lain yang menampilkan live chat dengan materi sumpah serapah. Bermain dengan berbagai pemain dari belahan dunia juga sedikit banyak telah membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pasif. 

Tahun 2021 ini Tim Garuda (Indonesia) memanggil para pejuang terbaiknya untuk menaklukan lawan-lawan tangguhnya di server 5 asia. Ada lebih dari 250 pemain yang memenuhi panggilan termasuk aku. Sebuah partisipasi negara yang luar biasa dan mungkin paling banyak sepanjang sejarah server internasional. Bahkan meski manajemen telah membagi tim kedalam delapan aliansi besar Garuda (GRD) akun-akun berbendera masih putih masih tidak semuanya tertampung. Dengan kuantitas sebanyak ini mampukah Garuda melambung tinggi di atas Vietnam, Taiwan, Thailand dan China ?, hanya akhir permainan yang akan menjawab.  

Pengetahuan Adalah Kekuatan, Solusi Ban Selis Bocor

www.mjumani.net - Pernah dengar ungkapan Pengetahuan adalah kekuatan ?. Ada banyak persepsi yang mungkin akan muncul dalam memaknai ungkapan tersebut. Aku sendiri mengartikan kekuatan yang dimksud dalam ungkapan tersebut dengan sangat luas. Menurutku pengetahuan tidak hanya mampu mengantarkan suatu pihak menuju kemenangan dalam pertempuran atau kontes kekuatan tetapi juga menjadi kunci untuk membawa sebuah keluarga bahkan masyarakat keluar dari kemiskinan dan lembah kebodohan. 

Servis Sepeda Selis

Bay The Way, kenapa dalam catatan kali ini aku teringat ungkapan tersebut ceritanya begini :

Salah satu harta berharga di rumah sederhana yang insyaallah 13 tahun lagi sah menjadi milik kami adalah sepeda listrik. Di antara kami berempat, ibunya anak-anak adalah yang paling bangga terhadap barang "mewah"nya ini. Alasannya tidaklah bertele-tele, pertama karena si Kakak sebentar lagi akan mulai bersekolah jadi perlu transport. Alasan berikutnya untuk mendukung alasan pertama adalah dia hanya bisa naik sepeda, dan untuk mengantar kakak sangat melelahkan jika mengandalkan sepeda konvensional. 

Ban dalam Sepeda Listrik

Sebetulnya walaupun aku termasuk orang yang ingin sekali berkontribusi lebih dalam menjaga dan melestarikan alam tetapi awalnya tidak terbetik untuk membeli jenis kendaraan yang katanya sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dan tidak menghasilkan gas emisi. Biasanya untuk aktivitas mobile sehari-hari kami mengandalkan  satu-satunya transportasi roda dua, motor "warisan" orang tua yang sudah dua belas tahun menemani.

Sugguh, sepeda listrik sama sekali tidak masuk ke dalam daftar kebutuhan keluarga meski hanya kebutuhan tersier sebab masih banyak kebutuhan lain yang perlu kami penuhi. Namun ketika si Kakak sudah memasuki usia sekolah, kami mulai membahas alternatif transportasi antar jemputnya. Masalah ini menjadi sangat urgent karena aku yang "hidup di dua alam" tidak dapat selalu berada tengah-tengah mereka menjadi tukang ojek sebab harus memenuhi tanggung jawab lain yang sama pentingnya. 

Singkat cerita si Piter (motor warisan) akhirnya tidak menjadi satu-satunya lagi di rumah meskipun  hanya punya teman sebangsanya tapi beda spesies. Walaupun berat, kini roda rutinitas dapat bergulir lagi. Aku tenang dan ibu anak-anak pun senang dan kisah berakhir happy ending, setidaknya mau kami begitu😅. Tapi kembali mengutip sebuah ungkapan lagi "life is never flat", hidup ini tidak pernah datar, selalu ada masalah layaknya ombak yang setiap saat menghadang kapal di lautan. Begitupula kehidupan,  ada yang mengatakan masalah hanya akan berhenti ketika manusia dijemput kematian. Maka kita harus memiliki cukup kekuatan bukan sekedar hanya untuk lari atau menghindar tetapi untuk memecahkan dan menyelesaikannya agar dapat menjadi lebih kuat dan salah satunya adalah berupa Pengetahuan. 

Kami cukup beruntung masalah pertama yang harus kami hadapi setelah hampir setahun menggunakan sepeda listrik baru sebatas ban bocor. Tetapi ini cukup menguras waktu dan tenaga, bukan lantaran masalahnya yang besar tetap pengetahuanku yang masih terlampau kecil. Ban jenis tubles ini cukup autentik dan agak spesifik sehingga cukup sulit untuk ditemukan ditempat kami. Awalnya aku mengira yang bocor adalah di bagian ban, maka berbekal pengetahuan yang hampir nol aku mencoba menggunakan cairan ban anti bocor, harganya relatif bisa dijangkau yakni sekitar 30 ribu rupiah. Tapi ternyata menambahkan cairan ini sama sekali tidak membantu, bukan lantaran ia tidak manjur melainkan letak masalahnya bukan di ban melainkan pentil tublesnya yang sudah sobek. Kejadian ini ibarat memberikan obat batuk pada orang yang sakit perut, salah sasaran.

Aku belum pernah melihat pentil tubles jenis ini, selain berukuran sedikit lebih kecil dari pada pentil sepeda motor, bentuknya juga tidak lurus melainkan bengkok. Hal ini karena pada velg sepeda listrik terdapat motor (dinamo) penggerak sehingga bentuknya agak lebar dan jika menggunakan pentil standar maka akan sulit saat akan melakukan pengisian angin. 

Maka opsi yang ada dikepalaku adalah mengubah mode ban tubless nya deng memasangkan ban dalam. Menurutku ini cukup masuk akal, salah satu alasannya agar dalam keadaan darurat misalnya saat ban bocor kecil masih dapat diisi angin dengan pompa tangan/ manual setidaknya bertahan sampai ketempat tambal ban atau bengkel. Berbeda dengan sistem tubless jika ban kempes harus pompa angin/ menggunakan kompresor yang tidak kami miliki. 

Ekseskusi yang seharusnya tidaklah sulit ini ternyata juga menemui kendala, setelah coba keliling tanya-tanya penjual ban dalam uk. 16 x 1.250 di beberapa bengkel sepeda dan sepeda motor hasilnya nihil. Karena pengetahuan yang tidak memadai aku hanya mencari secara random dan menerka-nerka alhasil hanya menemui kegagalan. Jurus terakhir adalah dengan mencari disitus jual beli online, dan benar saja benda yang dimaksud memang di jual di market place meski pelapaknya juga sangat terbatas. 

Setelah menunggu kurang lebih seminggu pesanan akhirnya datang dan pekerjaan berat terakhir adalah  mendorong sepeda ini membawanya ke bengkel. Mengganti ban dalam sepeda listrik ini sebenarnya relatif lebih rumit dari pada sepeda motor karena terdapat kabel yang terhubung ke motor penggerak di bagian as. Awalnya pemilik bengkel sedikit ragu karena juga belum pernah mendapatkan "pasien" seperti ini. Menurutnya pilihan yang lebih simpel adalah cukup mengganti pentil saja, dari sinilah saya kemudian tahu bahwa ternyata pentil jenis ini punya persamaan dengan sepeda motor merek Sco*py. Tetapi kebetulan saat itu stoknya habis akhirnya tetap kembali ke opsi awal yakni memasangkan ban dala, alhamdulillah berjalan lancar dan  sepeda listrik bisa bertugas lagi.

Jika saja aku punya pengetahuan yang cukup mungkin ada beberapa keuntungan yang akan di dapat di antaranya tidak harus membeli ban dalam, cukup pentil saja. hemat waktu sebab tidak harus keliling-keliling cari ban dalam yang tidak tersedia semua jenis toko spare part dan tidak harus menunggu pesanan online hampir seminggu, hemat tenaga dan uang karena sudah membeli cairan anti bocor dan ban dalam padahal cukup beli pentil saja yang budgetnya lebih ringan.

Jadi jika kalian punya sepeda motor atau sepeda listrik dan ban nya bocor bisa cek dulu bocornya di mana, jika bannya tertusuk paku atau yang lain bisa gunakan penambal darurat menggunakan cairan anti bocor, untuk perjalanan jauh ada baiknya cairan ini di isikan dulu di dalam ban untuk antisipasi. Tetapi jika di bagian pentil maka cukup ganti pentilnya saja (khusus ban jenis tubless). Namun untuk ganti pentil ini perlu sedikit tambahan keahlian khusus yakni cara melepaskan ban dan pentilnya, kamu dapat membawa ke bengkel terdekat atau bisa mencoba sendiri dengan melihat dan  mempelajarinya melalui chanel youtube. 

Semoga bermanfaat, terimakasih sudah membaca catatan harian kali ini. Sampai jumpa di catatan berikutnya, salam sehat dan tetap patuhi protokol kesehatan selama masa pandemi. 


Agustus Kelabu, Lagi Petak Malai Siaga Banjir

www.mjumani.net - Belum pudar rasanya ingatan ku akan banjir dahsyat yang mengepung Petak Malai, Kabupaten Katingan lima tahun silam. Jangankan aku, bahkan penduduk asli yang tinggal turun temurun saja tidak pernah menyangka akan menemui kejadian luar biasa yang menurut cerita tercatat pernah terjadi lebih dari 57 tahun di masa lampau. Banyak yang masih percaya kejadian ini hanyalah bagian dari fenomena alam biasa, namun tidak sedikit pula yang meyakini bahwa bencana ini adalah sebuah peringatan bagi umat manusia. Satu hal yang tidak dapat disangkal adalah peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda bahkan mengancam nyawa, tetapi juga masih menyisakan efek trauma.


Banjir Petak Malai Katingan
Banjir 30 Agustus 2017, Tumbang Baraoi - Petak Malai
 

Hari ini ingatan akan banjir itu seakan di "review" kembali. Air keruh coklat dengan material beraneka ragam kembali tumpah ruah, menyapu bantaran sungai Baraoi dan Samba yang tak mampu lagi menampung debitnya. Selain batang-batang pohon, puing-puing bangunan dan lumpur air juga "mencuci"  setiap pemukiman yang dilaluinya dari sampah dan limbah rumah tangga. Sebuah fakta liar bahwa dampak banjir tidak hanya akan menyengsarakan manusia tetapi juga hampir sebagian besar makhluk hidup terutama biota akuatik.

Banjir Katingan terbaru
Banjir 23 Agustus 2021, Tumbang Baraoi - Petak Malai

Tumbang Baraoi, Petak Malai harus lebih serius mempersiapkan diri dan mengantisipasi dampak banjir mengingat bencana yang tadinya hanya terjadi beberapa puluh tahun sekali kini mulai intens mengancam. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini misalnya, ibu kota kecamatan yang di apit oleh dua sungai ini telah mencatat setidaknya ada lima kasus luapan air yang membanjiri pemukiman. Terbaru adalah banjir 23 Agustus 2021 yang sempat membuat warga siaga. Kendati tidak separah 30 Agustus tahun 2017 lalu, data ini telah memberikan sebuah fakta baru bahwa ada peningkatan frekuensi ancaman Banjir di wilayah ini. 

Sejauh yang aku pahami, anomali cuaca bukan satu-satunya penyebab banjir. Jika dirunut, berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu banjir versi ku.

1. Curah Hujan  (Anomali Cuaca)

Curah hujan yang tinggi, cakupan yang luas dan durasi yang lama memang sulit ditampung oleh sungai yang relatif tidak seberapa besar. Dalam areal cakupan yang relatif kecil, curah hujan yang tinggi barangkali tidak akan menjadi masalah besar, namun dengan areal cakupan yang luas dan durasi yang lama sungai akan kehilangan kemampuan daya tampungnya. Sebagaiman sifat alamiah air yang akan mengalir kepermukaan yang lebih rendah, maka luapan air akan menyapu apa saja yang dilaluinya untuk mencari rute tercepat untuk menuju hilir (laut). 

2. Luasan Tutupan Hutan 

Hutan memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengendalikan volume air tanah. Hutan melalui kemampuannya menangkap dan mengikat air, serta menahan laju aliran air  juga mencegah erosi yang dapat mengakibatkan pendangkalan sungai oleh karena itu  jika hutan disekitar daerah aliran sungai (DAS) masih baik, maka volume air yang jatuh kepermukaan tanah dan mengalir ke sungai dapat diperlambat. 

3. Sungai yang terdegradasi fungsinya

Fungsi sungai dalam daur hidroglogi salah satunya adalah membawa air permukaan menuju laut. Sungai yang terbentuk secara alami akan mengalami proses sedimentasi  sehingga mengalami pendangkalan  oleh berbagai material. Aktivitas manusia baik langsung tidak langsung seringkali mempercepat proses ini misalnya dengan membuang sampah ke sungai, pembukaan lahan di sekitar DAS yang mengakibatkan percepatan erosi dan meningkatnya material kayu yang akan terbawa ke aliran sungai. Aktivitas pertambangan juga memberikan andil dalam hal ini. Pendangkalan akan mengurangi fungsi atau kemampuan sungai dalam menampung debit air sehingga semakin meningkatkan resiko meluapnya air saat curah hujan tinggi. 

Ketiga faktor di atas adalah beberapa  di antara banyak faktor yang saling berkaitan dalam menciptakan bencana banjir.  Namun yang perlu jadi pemikiran kita adalah dengan kondisi hutan di kawasan DAS yang masih baik, dan sungai yang masih alami sejatinya hanya anomali cuaca yang benar-benar ekstrim dengan curah hujan di atas 150 mm/ hari yang dapat memunculkan banjir dengan dampak parah. Menurut BMKG peluang semacam ini 1/50 atau diperkirakan  bersiklus sekitar 50 tahun sekali meski bukan berarti hanya akan muncul setiap 50 tahun, tetapi peluang untuk terjadi setiap tahun relatif sangat kecil yakni hanya sebesar 2%.

Melalui pemikiran sederhana ini aku lebih yakin bahwa banjir yang kian sering akhir-akhir ini adalah alarm peringatan bagi umat manusia. Kita boleh saja abai dan tetap berbuat kerusakan demi kerusakan dan mengindahkan kepedulian lingkungan, tetapi jangan pernah menyalahkan Tuhan jika Ia memberikan hukuman.  Mari saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan, berlakulah bijak dalam mencari sumber penghidupan. Cukup ambil yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan dari alam. 

 

Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha (I)

www.mjumani.net - Materi Prakarya dan Kewirausahaan Semester I (ganjil) untuk kelas XI Bab I membahas tentang kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha. Adapun gambaran singkat materi mengacu pada BSE Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kemendikbud adalah sebagai berikut :

Produk kerajinan pada awalnya bertujuan untuk membuat barangbarang fungsional, baik ditujukan untuk kepentingan keagamaan (religius) atau kebutuhan praktis dalam kehidupan manusia. Produk kerajinan tersebut berupa peninggalan pada zaman batu: artefakartefak kapak dan perkakas, pada zaman logam: nekara, moko, candrasa, kapak, bejana, hingga perhiasan seperti gelang, kalung, dan cincin. Benda-benda tersebut dipakai sebagai perhiasan, prosesi upacara ritual adat berbagai suku serta kegiatan ritual yang bersifat kepercayaan seperti penghormatan terhadap arwah nenek moyang.

Dalam perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan zaman, konsep seni kerajinan terus berkembang, pembuatan karya kerajinan yang pada awalnya untuk kepentingan fungsional, kini dalam perkembangannya mengalami pergeseran orientasi ke arah nilai keindahan (estetis).

 

A.      Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu. Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras.

 

1.       Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak

Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

a.       Bahan Lunak Alami

Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.

b.      Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

2.       Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

a.   Kerajinan Tanah Liat

Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, keramik. 

Contoh Kerajinan Tanah Liat


            b.     Kerajinan Serat Alam

Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam. 

Contoh kerajinan bahan lunak serat alam

c.       Kerajinan Kulit

Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan. 

contoh kerajinan bahan lunak dari kulit

d.      Kerajinan Gips

Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu. Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

Contoh kerajinan bahan gips

 

e.      Kerajinan Lilin

Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor. Berikut contoh kerajinan dari bahan lilin.

contoh kerajinan bahan lunak dari lilin

f.        Kerajinan Sabun

Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin. Berikut contoh produk kerajinan dari bahan sabun.

 

Contoh kerajinan dari bahan sabun

g.       Kerajinan Bubur Kertas

Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).

2. Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.

3. Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.

 4. Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.

5. Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.

6. Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.

7. Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah. Remas-remas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk. 

Contoh kerajinan dari bubur kertas


3.       Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

 a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai

Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung. Berikut contoh karya kerajinan sebagai benda pakai.

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias

Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan. Berikut contoh karya kerajinan sebagai benda hias.

4.       Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

a.       Unsur Estetika Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan.

Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan.

Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

b.      Unsur Ergonomis

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.

2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.

3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

 

5.       Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaan-persamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.

a.       Motif Realis

Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentuk-bentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

contoh motif realis

b.      Motif Geometris

Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

contoh motif geometris

c.       Motif Dekoratif

Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada motif itu.

contoh motif dekoratif

d.      Motif Abstrak

Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris.

contoh motif abstrak

 

6.      Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

a. Membentuk

Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.

1)      Teknik Coil (Lilit Pilin)

Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.

2)      Teknik Putar

Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.

3)      Teknik Cetak

Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.

b. Menganyam

Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

c. Menenun

Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

d. Membordir

Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

e. Mengukir

Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.

 

 Download Buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI semester 1 (BSE)

Salah Menambah Air Aki Akhirnya Kuras Sekalian

www.mjumani.net – Beberapa waktu lalu aku harus memutar otak mencari cara bagaimana menguras air aki basah yang mungkin sudah lebih dari enam bulan digunakan. Maklum jika selama ini hanya melihat orang lain melakukannya, kali ini giliran diri sendiri yang harus mengerjakannya. Bagi kebanyakan kaum adam mengganti air aki bukanlah sesuatu yang sulit terlebih dengan dukungan mbah google atau youtube semua menjadi sangat ahli hanya berbekal sentuhan jari.

cara menguras aki

Sayangnya untuk daerah tempat aku bertugas semua tidak sesimpel itu. Tanpa dukungan koneksi internet, selain teman dan tetangga maka tidak ada cara yang lebih efektif untuk bertanya atau sekedar meminta masukan dan saran. Apesnya saat ini tetangga yang jumlahnya juga dapat dihitung jari sebagian besar tidak berada ditempat. Alhasil aku harus mengulang kembali rekaman ingatan cara mengganti air aki berdasarkan yang pernah dilakukan kawan-kawan.

Cara mengganti air aki

Ngomong-ngomong aku belum cerita kenapa tiba-tiba harus mengganti air aki ini kan ?. Sebagaimana pepatah Experience is the best teacher pengalaman kali ini memang telah mengajarkan hal yang sangat penting dalam hal per akian. Pada awalnya, aku hanya ingin memindahkan aki 100 Amper yang merupakan sumber energi yang sangat penting untuk daerahku yang memang masih belum memiliki akses jaringan listrik PLN. Jadi untuk keperluan sehari-hari seperti mengecas laptop, HP, menghidupkan pompa air serta menyalakan lampu saat malam hari semua masih mengandalkan sumber listrik alternatif yakni Genset dan Aki. Di rumah ada dua aki dengan kapasitas yang sama untuk menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh sekitar 450 watt peak panel surya. Nah, malam kemarin saat memindahkan salah satu aki tersebut untuk membersihkan debu dan kotoran termasuk ee cicak yang menjengkelkan aku mendapati air nya mengalami penyusutan di bawah lower level.

Apa yang terjadi jika menambah air aki merah

Antara karena panik sejadi-jadinya, kondisi cahaya lampu yang remang-remang atau memang dasar akunya yang ceroboh saat menambah air aki ternyata salah menuangkan jenis airnya. Aku menuangkan jenis air aki zuur (asam sulfat) yang botol merah padahal seharusnya untuk menambah air aki yang kurang cukup menggunakan air suling atau air bisa yang sudah dimurnikan sehingga tidak memiliki kandungan mineral lagi.

Sesaat setelah dituangkan aku mencium aroma menyengat uap asam sulfat serta suara gemerisik dari dalam aki seperti suara air yang akan segera mendidih. Ketika coba disentuh suhu aki relatif normal dan tidak hangat atau menimbulkan panas berlebihan tadinya sedikit khawatir dan takut reaksinya akan menimbulkan panas dan menyebabkan penumpukan uap atau gas sehingga aki dapat meledak. Gelembung-gelembung gas sebesar butiran selasih tampak jelas keluar dari sekitar elemen-elemen aki saat diamati dari lobang tempat pengisian.

Belakangan baru tahu kalau menambahkan air aki yang kurang dengan jenis air aki zuur (warna tutup botol dan kemasan merah) ternyata akan meningkatkan konsentrasi asam sulfat (H2SO4). Alasannya asam sulfat yang berada didalam aki mengalami peningkatan konsentrasi karena penguapan, saat menguap hanya air yang hilang sedangkan H2SO4 tetap tinggal, jadi dengan menambah asam sulfat lagi (zuur) maka akan semakin meningkatkan konsentrasinya dan ini dapat merusak elemen aki yang berimbas pada performa aki itu sendiri.

Hal yang harusnya dilakukan adalah menambah air aki yang sudah berkurang dengan air suling atau air biasa namun sebaiknya bukan air mineral karena kandungan mineral dalam air yang ditambahkan juga dapat berpengaruh terhadap kinerja aki. Dengan menambahkan air suling (air aki dalam kemasan botol tutup dan label warna biru) maka akan mengembalikan konsentrasi H2SO4  ke kondisi optimalnya sehingga tidak berbahaya atau mengganggu kesehatan aki.

Setelah melakukan kesalahan fatal ini aki terpaksa saya taruh di luar semalam suntuk, tidak hanya takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, uap menyengat dari aki juga tidak berhenti dan mempengaruhi kenyamanan serta kesehatan di dalam rumah. Keesokannya barulah saya kuras dan saya cuci lalu diisi ulang menggunakan air aki zuur.

Saat mencuci beberapa kawan merekomendasikan menggunakan air hangat untuk membersihkan sisa-sisa endapan elemen aki yang aus. Endapan seperti jelaga yang berada didasar aki ini diyakini dapat mengganggu kinerja aki dan mempercepat arus aki hilang atau drop saat tidak digunakan.

Usai dicuci dan dikuras, aki saya keringan dengan cara ditiriskan beberapa jam. Lalu air aki yang baru dituangkan secara perlahan sesuai tanda. Batas air yang tepat adalah tidak melebih upper level namun juga tidak kurang dari lower level, jadi berada ditengah-tengahnya. Sebaiknya cek secara berkala kondisi air aki agar segera bisa ditambah jika sudah berkurang sesuai tanda tadi. Cepat atau lambatnya pengurangan air aki basah ini tergantung kepada pemakaian dan suhu di mana aki ditempatkan.

Terimakasih sudah membaca pengalaman kali ini, sampai bertemu dicatatan harian ku yang lainnya. Tetap jaga kesehatan dan selalu patuhi protokol 5 M untuk mencegah dan memperlambat penularan virus covid-19.

Belajar Memelihara Ikan Cupang

www.mjumani.net - Cara merawat ikan cupang bagi pemula mungkin dapat ditemukan diberbagai media  online seperti blog atau video youtube maupun media cetak dari majalah, buku bahkan surat kabar, akan tetapi pada prakteknya tips memelihara ikan cupang yang sudah dibeberkan tersebut kadang tidak sesimpel yang dituliskan. 

Cara memlihara Ikan Cupang untuk pemula

Beberapa waktu lalu aku mendapat hadiah sepasang ikan cupang dari seorang teman. Walaupun sudah disebutkan jenisnya, namun sekarang sudah lupa apakah ini jenis Betta imbelis, Betta smaragdina, mahachai betta atau jenis lainnya karena benar-benar awam dan masih sangat pemula dalam mengenal ikan yang dalam bahasa Banjar kami sebut "Kalatau" tersebut.

Satu-satunya yang menjadi fokus perhatian ku saat menerima pemberian ini adalah bagaimana cara merawat agar ikan cupang tidak mati. Walaupun sebenarnya hadiah ini sejujurnya untuk putri ku Aprilia Nur Aisyah namun sebagai orang tua wajib untuk tahu dan tentunya akan menyampaikan dan mengajarkannya kepada si empunya. 

Dalam beberapa kesempatan browsing dan ngobrol tentang ikan hias termasuk ikan cupang, sebenarnya gambaran tentang hewan aquatik ini sudah cukup mewakili misalnya sesuatu yang malah belum pernah terpikirkan bagaimana membuat warna ikan cupang terlihat lebih cerah ternyata bisa menggunakan daun ketapang (Terminalia catappa). 

Meskipun demikian meminta wejangan dan tutorial langsung dari pemiliknya yang sudah sukses berternak ikan cupang rasanya lebih afdol. Aprilia mendapatkan sepasang ikan cupang, yang jantan berekor relatif panjang dan berwarna merah cerah, sedangkan yang betina warnanya tidak solid terdiri dari semacam totol biru, ungu atau coklat kehitaman dengan ekor yang lebih pendek. Ada beberapa pertanyaan yang tidak lupa kami ajukan misalnya sebagai berikut : 

Air yang bagus untuk ikan cupang, apakah cukup air ledeng ? 

Ternyata air ledeng atau air PDAM pun bisa digunakan  namun akan lebih baik jika air ini didiamkan terlebih dahulu setidaknya 1 x24 jam sebelum digunakan untuk air akuarium atau media ikan.

Bagaimana cara menetaskan telur ikan cupang ?

Sepasang ikan yang dikasih sudah memasuki usia reproduksi, bahkan tampak jelas betina sudah mengandung telur. Maka sudah bisa dilakukan proses pengenalan pra kawin. Caranya letakan ikan betina dalam tempat terpisah yang transparan bisa berupa toples, akuarium kecil atau yang lainnya, kemudian betina dan tempatnya ini dimasukan ke dalam wadah di mana ada pejantan. Wadah ini sebaiknya disipkan khusus seperti baskom kecil atau yang lainnya, dengan air yang tidak terlalu dalam atau dangkal. Setelah satu atau dua hari pejantan akan membuat sarang berupa gelembung-gelembung kecil, jika sudah siap barulah lepaskan ikan betina untuk proses perkawinan. Proses ini mungkin memerlukan waktu sekitar 1x24 jam agar semua telur selesai dibuahi seluruhnya oleh si jantan. Jika sudah, maka betina bisa diambil kembali dan dipisahkan, telur-telur akan menetas dan anak-anak ikan cupang dijaga oleh pejantan sampai cukup mandiri. 

Apa makanan anak ikan cupang yang baru menetas ? 

Ketika ikan ini sampai dirumah, kami lupa menanyakan satu hal yang sangat penting yaitu bagaimana nasib anak ikan cupang setelah 7 hari. Kami hanya bertanya bagaimana makanan ikan setelah telur menetas. Ikan cupang yang baru menetas masih memiliki cadangan makanan sampai berumur kira-kira 7 hari, namun bagaimana setelah cadangan makanannya habis ?. Untuk menjawab rasa penasaran kami kembali bertanya setelah beberapa hari. Ternyata anak-anak ikan ini dapat diberi makan jentik nyamuk berukuran kecil atau serangga air yang kami sebut "kutu banyu". Tidak hanya dapat memecahkan misteri makanan bayi cupang kami juga mendapat tambahan 2 pasang atau empat ekor ikan cupang seperti gambar di atas. Eitsss.. sebenarnya ini bukan kebetulan, tetapi memang aku berencana membeli sepasang lagi untuk di bawa ke tempat kerja, ya hitung-hitung untuk menghibur hati ketika tubuh mungkin terasa lelah sehabis beraktivitas. Tapi, sekali lagi sepasang ikan tersebut di kasih cuma-cuma alias gratisss. 

Saat tulisan ini dibuat, ke empat ikan cupang tersebut sudah menempul lebih dari 300 km perjalanan darat. Sempat khawatir takut ikan ini tidak mampu bertahan karena hanya di masukan kedalam kantong plastik yang relatif tidak terlalu besar. Tapi ternyata setelah 7 jam perjalanan ikan ini terlihat cukup fit, dan karena perjalanan harus transit di losmen, plastik wadah ikan saya buka untuk memberikan tambahan suplai oksigen dan memberinya makan.  Sejauh ini tidak ada masalah, karena semua masih mau makan, tadinya cemas ikan ini stres dan biasanya jika demikian ia tidak akan selera makan. 

Oke, semoga perjalanan selanjutnya juga bisa berjalan lancar  dan kami ber lima selamat sampai tujuan tidak kurang satu apapun, jika ada kesempatan cerita perjalanan dan nasib ikan ini akan disambung kembali di sini, jadi boleh mampir lagi di lain waktu, terimakasih sudah membaca. Tetap jaga kesehatan dan kebahagiaan tidak hanya kita dan orang-orang disekitar kita tetapi juga hewan-hewan peliharaan kita. Jangan lepas liarkan ikan atau hewan peliharaan sembarangan karena selain tidak berperi kehewananan itu dapat berpotensi mengancam kelestarian hewan-hewan lokal dan lingkungan. 


Materi Biologi XII Semester 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

www.mjumani.net - Untuk membantu proses belajar di rumah silahkan download atau save as ringkasan  materi Biologi Kelas XII Semester 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan berikut. 

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang bersifat kuantitatif dan irreversible (tidak dapat kembali). Pertambahan ukuran yang dimaksud jumlah, massa, dan volume sel, misalnya batang tanaman kacang panjang saat berumur 7 hari memiliki panjang 10 cm, kemudian menjadi 15 cm setelah 10 hari.  Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan atau kesempurnaan bentuk, misalnya buah tomat yang sebelumnya mentah akan menjadi matang setelah beberapa waktu.

Gambar tipe perkecambahan
Tipe Perkecambahan a. epigeal, b. hipogeal

1. Struktur Biji

Biji adalah alat reproduksi, penyebaran, dan kelangsungan hidup suatu tumbuhan. Selain itu, bagi tumbuhan berbiji, biji merupakan awal dari kehidupan tumbuhan baru di luar induknya. 

Jika biji tanaman dikotil seperti kacangkacangan, kamu belah menjadi dua, kamu akan mendapatkan struktur biji yang terdiri atas plumula, hipokotil, radikula, kotiledon dan embrio.

Sedangkan, struktur biji tanaman monokotil, misalnya jagung terdiri atas koleoptil, plumula, radikula, koleoriza, skutelum dan endosperma.

Bagian-bagian biji tersebut mempunyai fungsi masingmasing untuk pertumbuhan tanaman. Pada biji tanaman dikotil maupun monokotil, plumula merupakan poros embrio yang tumbuh ke atas yang selanjutnya akan tumbuh menjadi daun pertama, sedangkan radikula adalah poros embrio yang tumbuh ke bawah dan akan menjadi akar primer. Pada tanaman monokotil, misalnya jagung, kotiledon mengalami modifikasi menjadi skutelum dan koleoptil. Skutelum berfungsi sebagai alat penyerap makanan yang terdapat di dalam endosperma, sedangkan koleoptil berfungsi melindungi plumula. Selain itu, pada jagung juga terdapat koleoriza yang berfungsi melindungi radikula.

2. Perkecambahan

Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. Pada tumbuhan monokotil, struktur kecambah meliputi radikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun pertama. Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama. 

Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.

a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas.

b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang memanjang ke arah atas.

3. Fisiologi Perkecambahan

Untuk memulai kehidupannya, biji harus berkecambah menjadi tanaman baru. Perkecambahan biji dimulai dengan imbibisi dan diakhiri ketika radikula memanjang atau muncul melewati kulit.

 Perkecambahan biji dapat dibagi menjadi 4 tahap, yaitu: a) Hidrasi atau imbibisi; selama kedua periode tersebut, air masuk ke dalam embrio dan membasahi protein dan koloid lain.

b) Pembentukan atau pengaktifan enzim yang menyebabkan peningkatan aktivitas metabolik.

c) Pemanjangan sel radikula, diikuti munculnya radikula dari kulit biji.

d) Pertumbuhan kecambah selanjutnya adalah pertumbuhan primer.

4. Pertumbuhan Primer 

Setelah proses perkecambahan, tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. Tumbuhan akan membentuk akar, batang, dan daun. Ujung batang dan ujung akar akan tumbuh memanjang karena adanya aktivitas sel-sel meristematis. Proses ini disebut pertumbuhan primer. Sel-sel meristem dapat juga berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus.

Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar dapat dibedakan menjadi 3 daerah, yaitu:

a) Daerah pembelahan terdapat pada ujung akar.

Sel-sel meristem di daerah ini akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan struktur akar pertama.

b) Daerah pemanjangan terletak setelah daerah pembelahan. Pada daerah ini, sel-sel mengalami pembesaran dan pemanjangan. 

c) Daerah diferensiasi. Daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.

5. Pertumbuhan Sekunder

Di antara xilem dan floem terdapat kambium yang sel selnya aktif membelah. Pada tumbuhan dikotil, jaringan xilem dan floem primer terdapat pada batang dan akar yang hidup selama periode yang relatif pendek. Kemudian, fungsinya diambil alih oleh jaringan pembuluh sekunder yang dihasilkan oleh kambium yang aktif membelah.

Pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk floem sekunder, dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder sehingga batang tumbuhan bertambah besar. Aktivitas kambium yang membentuk xilem dan floem sekunder ini disebut pertumbuhan sekunder. Semua jaringan yang ada di sebelah dalam kambium disebut kayu, sedangkan di sebelah luar kambium disebut kulit atau papagan.
Gambar Lingkaran tahun Pohon
Gambar Lingkaran tahun pada batang



Pembentukan xilem dan floem sekunder pada batang terjadi karena aktivitas kambium yang dipengaruhi oleh musim. Jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, maka aktivitas kambium menjadi rendah sehingga xilem dan floem sekunder yang dihasilkan sedikit. Namun sebaliknya, pada musim hujan, aktivitas kambium ini akan meningkat. Perbedaan aktivitas kambium akan menghasilkan jejak pada batang yang disebut lingkaran tahun.


Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan.

Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan, hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan.

Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu faktor lingkungan berupa cahaya, suhu, oksigen dan kelembapan. 

a. Hormon 
Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian yang lain, pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan respon fisiologis. Hormon mempengaruhi respon pada bagian tumbuhan, seperti pertumbuhan akar, batang, pucuk, dan pembungaan. Respon tersebut tergantung pada spesies, bagian tumbuhan, fase perkembangan, konsentrasi hormon, interaksi antar hormon, dan berbagai faktor lingkungan.

Terdapat lima hormon tumbuhan yang dikenal, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, gas etilen, dan asam absisat (ABA). 

1. Auksin
Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frits Went yang menemukan bahwa suatu senyawa menyebabkan pembengkokan koleoptil ke arah cahaya. Pembengkokan koleoptil yang terjadi akibat terpacunya pemanjangan sel pada sisi yang ditempeli potongan agar yang mengandung auksin. Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Selain IAA, tumbuhan mengandung tiga senyawa lain yang dianggap sebagai hormon auksin, yaitu 4-kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda jenis kacang-kacangan, asam fenil asetat (PAA) yang ditemui pada banyak jenis tumbuhan, dan asam indolbutirat (IBA) yang ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil.

Auksin berperan dalam berbagai macam kegiatan tumbuhan di antaranya adalah:

1) Perkembangan buah
Pada waktu biji matang berkembang, biji mengeluarkan auksin ke bagian-bagian bunga sehingga merangsang pembentukan buah. Dengan demikian, pemberian auksin pada bunga yang tidak diserbuki akan merangsang perkembangan buah tanpa biji. Hal ini disebut partenokarpi.

2) Dominansi apikal
Dominansi apikal adalah pertumbuhan ujung pucuk suatu tumbuhan yang menghambat perkembangan kuncup lateral di batang sebelah bawah. Dominansi apikal merupakan akibat dari transpor auksin ke bawah yang dibuat di dalam meristem apikal.

3) Absisi
Daun muda dan buah muda membentuk auksin, agar keduanya tetap kuat menempel pada batang. Tetapi, bila pembentukan auksin berkurang, selapis sel khusus terbentuk di pangkal tangkai daun dan buah sehingga daun dan buah gugur.

4) Pembentukan akar adventif
Auksin merangsang pembentukan akar liar yang tumbuh dari batang atau daun pada banyak spesies.

2. Giberelin
Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang pada 1930 dari kajian terhadap tanaman padi yang sakit. Padi yang terserang jamur Gibberella fujikuroi tersebut tumbuh terlalu tinggi. Para ilmuwan Jepang mengisolasi zat dari biakan jamur tersebut. Zat ini dinamakan giberelin. Bentuk-bentuk giberelin diantaranya adalah GA3, GA1, GA4, GA5, GA19, GA20, GA37, dan GA38. Giberelin diproduksi oleh jamur dan tumbuhan tinggi.

Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa peranan, antara lain:
1) Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.
2) Perkecambahan biji dan mobilisasi cadangan makanan dari endosperm untuk pertumbuhan embrio.
3) Perkembangan bunga dan buah.
4) Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan.
5) Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.

3. Sitokinin
Kinetin merupakan sitokinin sintetik yang pertama ditemukan oleh Carlos Miller pada ikan kering. Setelah itu ditemukan senyawa sitokinin yang lain dalam endosperma cair jagung, yaitu zeatin. Sitokinin sintetik lainnya adalah BAP (6-benzilaminopurin) dan 2-ip. Sitokinin mempunyai beberapa fungsi, antara lain: 
1) Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik.
2) Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem.
3) Mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun.
4) Menunda penuaan daun.
5) Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah masa istirahat biji (breaking dormancy).

4. Gas etilen
Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di
gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. 

Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah. Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar, dan menghambat pemanjangan batang
kecambah.

5. Asam absisat (ABA)
Asam absisat (ABA) merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. Hormon ini dibentuk pada daundaun dewasa. Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah:
1) Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas.
2) Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis 
  protein simpanan.
3) Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air.

B. Faktor Lingkungan 
Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, antara lain: cahaya, air, mineral, kelembapan, suhu, dan gaya gravitasi. 

a. Nutrisi dan Air
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan nutrisi. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang, antara satu dengan yang lain. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu zat-zat organik (C, H, O, dan N) dan garam anorganik (Fe2+. Ca2+, dan lain-lain).

Berdasarkan jumlah kebutuhan tumbuhan, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur makro dan unsur mikro. Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar disebut unsur makro. Contohnya: C, H, O, N, P, K, S, dan asam nukleat. Sedangkan, unsur mikro adalah unsur-unsur yang
dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Contohnya: Cl, Mn, Fe, Cu, Zn, B, dan Mo.

Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat).

Pemenuhan kebutuhan unsur tumbuhan diperoleh melalui penyerapan oleh akar dari tanah bersamaan dengan penyerapan air. Air dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis, tekanan turgor sel, mempertahankan suhu tubuh tumbuhan, transportasi, dan medium reaksi enzimatis. Penemuan zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan menyebabkan manusia mengembangkan suatu cara penanaman tumbuhan dengan memberikan nutrisi yang tepat bagi tumbuhan. Contoh aplikasinya adalah kultur jaringan dan hidroponik. Kultur jaringan membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya. Media tanam kultur jaringan berupa larutan atau padatan yang kaya nutrisi untuk tumbuh tanaman. Kultur jaringan ini dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Sedangkan, hidroponik adalah metode penanaman dengan menggunakan air kaya nutrisi sebagai media tanam

b. Cahaya
Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. Cahaya mempengaruhi pembentukan klorofil, fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisme. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk pembentukan klorofil. 

Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahayamempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang. Jadi cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat digunakan untuk pembentukan organ-organ tumbuhan.

Perkembangan struktur tumbuhan juga dipengaruhi oleh cahaya (fotomorfogenesis). Efek fotomorfogenesis ini dapat dengan mudah diketahui dengan cara membandingkan kecambah yang tumbuh di tempat terang dengan kecambah dari tempat gelap. Kecambah yang tumbuh di tempat gelap
akan mengalami etiolasi atau kecambah tampak pucat dan lemah karena produksi klorofil terhambat oleh kurangnya cahaya. Sedangkan, pada kecambah yang tumbuh di tempat terang, daun lebih berwarna hijau, tetapi batang menjadi lebih pendek karena aktifitas hormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya.

1) Fototropisme
Percobaan N Cholodny dan Frits went menerangkan bahwa pada ujung koleoptil tanaman, pemanjangan sel yang lebih cepat terjadi di sisi yang teduh daripada sisi yang terkena cahaya. Sehingga, koleoptil membelok ke arah datangnya cahaya. Hal ini terjadi, karena hormon auksin yang berguna untuk pemanjangan sel berpindah dari sisi tersinari ke sisi terlindung. Banyak jenis tumbuhan mampu melacak matahari, dalam hal ini lembar datar daun selalu hampir tegak lurus terhadap matahari sepanjang hari. Kejadian tersebut dinamakan diafototropisme. Fototropisme ini terjadi pada famili Malvaceae.

2) Fotoperiodisme
Interval penyinaran sehari-hari terhadap tumbuhan mempengaruhi proses pembungaan. Lama siang hari di daerah tropis kira-kira 12 jam. Sedangkan, di daerah yang memiliki empat musim dapat mencapai 16 - 20 jam. Respon tumbuhan yang diatur oleh panjangnya hari ini disebut fotoperiodisme.
Fotoperiodisme dipengaruhi oleh fitokrom (pigmen penyerap cahaya). Fotoperiodisme menjelaskan mengapa pada spesies tertentu biasanya berbunga serempak. Tumbuhan yang berbunga bersamaan ini sangat menguntungkan, karena memberi kesempatan terjadinya penyerbukan silang. Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: 

a) Tumbuhan hari pendek, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam sehari. Tumbuhan hari pendek contohnya krisan, jagung, kedelai, anggrek, dan bunga matahari.

b) Tumbuhan hari panjang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 - 16 jam) sehari. Tumbuhan hari panjang, contohnya kembang sepatu, bit gula, selada, dan tembakau.

c) Tumbuhan hari sedang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kira-kira 12 jam sehari. Tumbuhan hari sedang contohnya kacang dan tebu.

d) Tumbuhan hari netral, tumbuhan yang tidak responsif terhadap panjang hari untuk pembungaannya. Tumbuhan hari netral contohnya mentimun, padi, wortel liar, dan kapas.

c. Oksigen
Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Dalam respirasi pada tumbuhan, terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan, antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan, dan aktivitas tumbuhan.

d. Suhu udara
Pertumbuhan dipengaruhi oleh kerja enzim dalam tumbuhan. Sedangkan, kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. Dengan demikian, pertumbuhan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu. Setiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum, rentang suhu optimum, dan suhu maksimum. Di bawah suhu minimum ini tumbuhan tidak dapat tumbuh, pada rentang suhu optimum, laju tumbuhnya paling tinggi, dan di atas suhu maksimum, tumbuhan tidak tumbuh atau bahkan mati.

e. Kelembapan 
Laju transpirasi dipengaruhi oleh kelembapan udara. Jika kelembapan udara rendah, transpirasi akan meningkat. Hal ini memacu akar untuk menyerap lebih banyak air dan mineral dari dalam tanah. Meningkatnya penyerapan nutrien oleh akar akan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Untuk menguji ingatan dan pengetahuan mu jawablah soal-soal latihan berikut dengan singkat dan jelas!

Latihan Soal 
1. Tuliskanlah tiga daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar menurut aktivitasnya.
2. Jelaskan bagaimana terbentuknya lingkaran tahun pada batang dikotil. 
3. Jelaskan mengenai fototropisme tumbuhan. 
4. Tuliskanlah empat jenis tumbuhan berdasarkan pengaruh lamanya siang. 
5. Jelaskan penggolongan nutrien tumbuhan berdasarkan kebutuhannya.